BEI hitung penghapusan batas bawah harga saham

in Uncategorized by

JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mematangkan rencana penghapusan batas bawah harga saham Rp 50 per saham. Sebelum memberlakukan aturan tersebut, otoritas bursa ingin menghitung secara cermat berbagai konsekuensi yang bakal timbul. Ada sejumlah konsekuensi yang berpotensi muncul, misalnya mengenai ketentuan fraksi harga dan lot saham. Dus, ada potensi biaya administrasi akan lebih mahal daripada harga sahamnya.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, perlu ada sejumlah aturan turunan jika penghapusan batas bawah ini berlaku. Pertama, soal fraksi harga dan penyesuaian pada lot saham. “Kami sedang menghitung, karena begini, fraksinya sama atau tidak? Kemudian lotnya berapa? Apabila 1 lot 100 unit saham, sementara harga sahamnya Rp 5, masak 1 lot 500? Ini sedang kami buat simulasinya,” jelas Tito, kemarin.

Otoritas BEI juga mempertimbangkan sistem yang khusus menangani saham-saham dengan harga di bawah Rp 50 per saham atawa saham gocap. Istilah sistem ini adalah penny counter. Sistem ini bertujuan membuat biaya transaksi saham tersebut menjadi terlihat lebih wajar. Misalnya, ada saham seharga Rp 50 per saham, kemudian terkoreksi menjadi Rp 10. Penurunan terjadi setelah ada penjualan satu lot saham tersebut. “Berarti, satu transaksi itu Rp 1.000. Jika seperti ini, administrasinya bakal lebih mahal, kan,” ungkap Tito.

Rencana BEI menghapus batas bawah harga saham menuai pro kontra. Di satu sisi, BEI berharap kebijakan ini bisa menghidupkan saham yang tidak likuid. Tapi di sisi lain, kebijakan ini bisa berefek negatif bagi investor yang memegang saham di bawah harga Rp 50. Bahkan, aturan tersebut bisa menggerus pendapatan komisi sekuritas. Pelaku pasar juga menyoroti proteksi terhadap investor.

Tak sedikit investor ritel yang sahamnya tersangkut di harga bawah. Jika batas saham gocap dihapus, berarti saham di bawah Rp 50 ikut ditransaksikan di pasar reguler. Artinya, harga saham bisa ke Rp 1 bahkan nol rupiah. Ini bisa terjadi, sebab, jika batas bawah dihapus, mekanisme pasar menjadi seperti instrumen waran yang tak punya batas bawah. “Itu yang masuk waran, ada yang harganya jadi Rp 1 bahkan nol. Mereka yang masuk waran rugi gede-gedean itu,” ungkap Direktur Erdhika Elit Sekuritas, Tjiong Toni, beberapa waktu lalu.

Penghapusan batas saham gocap juga berpotensi mengganggu bisnis broker, baik dari sisi kinerja maupun operasionalnya. Sebelumnya, Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Susy Meilina mengungkapkan, proteksi investor dan iklim bisnis broker yang kondusif harus menjadi perhatian utama.

 

Sumber : Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Latest from Uncategorized

Go to Top