Category archive

Analisa Teknikal

Analisa Blue Bird, Tbk

Pada perdagangan 19 Mei 2017  saham Blue Bird, Tbk (BIRD) ditutup di harga 4200 atau naik 2, 4 % dengan volume perdagangan yang semakin besar. Aksi Trading Buy terhadap saham ini boleh dilakukan. Secara teknikal BIRD sudah Brake Out Resistance. Target harga BIRD berada di 4450 dengan Stop Loss  berada di 4110. Level Entry di 4170 – 4220.

DC : ON

Analisa Bumi Serpong Damai, Tbk

Pada hari kemarin 17 Mei 2017  saham Bumi Serpong Damai, Tbk (BSDE) turun 105 rupiah atau -5.8% dari harga 1805 menjadi 1700. Buy On Support dalam saham ini boleh dilakukan, karena secara teknikal BSDE sedang berada di garis support 1700. Target harga BSDE 1830 dengan Stop loss berada di 1635, Level  Entry di 1685 – 1700.

DC : ON

Sekuritas pemborong London Sumatra Indonesia

Pada hari ini saham London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) naik 45 rupiah atau 3.05% dari harga 1475 menjadi 1520. Harga tertinggi yang dicapai hari ini (21 Maret 2017) adalah 1525 dengan transaksi sebesar 1,572,800 lembar saham. Total volume transaksi pada hari ini ada sebanyak 19,412,800 lembar saham, naik dari 7,323,300 lembar saham pada hari sebelumnya. Tiga sekuritas yang membeli saham LSIP terbanyak pada hari ini adalah KZ (CLSA Sekuritas Indonesia) 3,838,100 lembar, DX (Bahana Sekuritas) 3,714,600 lembar dan CS (Credit Suisse Sekuritas Indonesia) 3,148,800 lembar dimana CS hari ini hanya membeli tanpa ada menjual.

Saham LSIP telah beberapa kali untuk naik, namun beberapa kali gagal tutup diatas harga 1550 yang juga bisa disebut sebagai resisten. Sedangkan untuk harga support saat ini berada di harga 1465.

Dengan naiknya hrga komoditas CPO, diharapkan harga LSIP pun dapat terdorong naik.

The Blue That Earns You 10% in Short Term

Saham bluechip ini sudah berada pada Strong Support dan berpotensi memberikan return 10% dengan resiko yang terjaga! Saham apakah yang dimaksud? Tidak lain tidak bukan adalah Indofood Sukses Makmur Tbk! Ya, perusahaan holding dari group salim ini merupakan Technical pick kami pada awal minggu ini.

Saham INDF sudah breakout dari strong resistance nya yang berada di level 8150, dan setelah rally ke level 8500, kini INDF retrace kembali ke level 8175, yang merupakan strong support, hal ini juga didukung oleh volume yang cukup besar ketika terjadi Breakout.

Our Technicalist View: BUY di level 8175, dengan Target Price jangka menengah di level 9000, dan Stop Loss di  level 7950

Note: informasi yang disajikan hanyalah analisa dari sudut pandang sebagai Technicalist, sesuaikanlah dengan strategi trading masing-masing 🙂

Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), Layakkah Menampung Pisau Jatuh?

Trading Strategy: 

BUY LEVEL: 280  TP: 300 – 320 SL: 270 – 260

Jika kita melihat chart diatas, kita bisa melihat sejak awal February 2017, SRIL mengalami kenaikan yang sangat tajam, yang disertai dengan penurunan yang tidak kalah tajam juga pada bulan Maret ini. Sekarang pertanyaannya, apakah SRIL bisa menjadi target beli kita jika kita melihat dari sedikit dari sisi fundamental perusahaan?

A bit on background:

Sri Rejeki Isman Tbk adalah perusahaan tekstil terintegrasi yang memproduksi benang tenun, kain jadi, pakaian, tenda serba guna, selimut, handuk, sampai dengan pakaian militer.

Jika kita melihat dari income statement SRIL, bisa dilihat kalau net income perusahaan mengalami kenaikan sebesar 6.6% menjadi $59.36 juta (so, penurunan tajam yang terjadi bisa saja disebabkan oleh kenaikan laba yang tidak sesuai dengan ekspektasi). Tetapi, on the bright side, this slight increase in earning juga disertai dengan net profit margin yang meningkat:

Dari segi produk, SRIL merupakan pemasok garment dan tekstil untuk pakaian yang mungkin sering kita beli sehari hari, on a special note, saya sangat encourage para investor untuk membeli saham yang kita sendiri pernah beli produknya, so that we can gauge the quality and even the brand power of the company. Demikian salah satu contoh product line dari SRIL pada divisi fashion garment:

Indonesia merupakan salah satu negara dengan upah minimum yang paling kecil, jika kita melihat dari data dibawah ini, Indonesia adalah yang kedua setelah Bangladesh (maka jangan heran jika ketika anda jalan-jalan di fashion store such as H&M, anda bisa melihat label “made in Indonesia”, “made in Bangladesh” atau bahkan “made in Turkey”:D). Dengan meningkatnya upah buruh di China dan banyaknya issue mengenai buruh di Bangladesh, kini Indonesia menjadi tujuan investasi yang lebih menarik bagi produsen.

Export tekstil Indonesia juga mengalami peningkatan yang yang bisa kita lihat kenaikan CAGR pada 2010 – 2015 yang mencapai 7.9%, yang meningkat cukup banyak jika dibandingkan dengan periode 2002 – 2015 yang “hanya” sebesar 4.6%. 

Perusahaan juga memperbesar sales area ke pasar Asia, yg meningkat dari 24% menjadi 33%. 

All in all, dengan laba yang bagus dan prospek bisnis yang semakin bagus kedepannya, penurunan harga SRIL bisa menjadi kesempatan yang baik untuk investor mulai mengakumulasikan saham, maupun trader yang ingin memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan profit dalam jangka pendek. So, what are you waiting for? 

*Disclaimer always kelap kelip =D 

My Trading Strategy

Hi, Welcome to Frank’s Corner! for this introduction article, I will write briefly about my trading strategy, so that on the next article, you can get a better understanding on the perspective on what I am looking at when I am targeting a security.

My trading strategy is somewhat a mix of Fundamental Analysis, Technical Analysis, and Price-Action Analysis.
Let me elaborate a bit on each of the subject. (it won’t be long because I don’t want to bore you with the complexity of each analysis right now :D)

Fundamental Analysis
The function of fundamental analysis in the strategy is to make sure that I have my version of “margin-of-safety” that was popularized by Benjamin Graham (for those of you who don’t know about him, he is the mentor of Warren Buffett). On this fundamental side,  I strongly emphasize on “Catalysts”. Because my strategy is not so long term, so I can’t heavily rely on valuation on the book (and to put things on perspective: we can’t really trust the book by 100% right? The  world can change, things can evolve, so the book, aka financial statement is not the sole determinant of my strategy).

Let’s talk about Catalyst then: it is the thing that can send the price of a securities to the roof in short period of time, things such as new government regulations, company buyout/M&A (Merger and Acquisitions), change of management, and so on and so forth, can be categorized as the catalyst. Now, what we can do is to read a lot about listed companies, and if we are lucky, we can found companies that might be a take-over target!

Technical Analysis
I usually use a Classic Technical Analysis in analyzing the securities that I’m about to buy. So, what is this Classic Technical Analysis? It is the technical analysis that use trendline, volume, and chart patterns, to project the next moves of the bar. It’s a really simple analysis, for me, Technical Analysis should be as simple as possible, because things change on the market, and we have to be super adaptive! If we got paralyzed during the market action because of the confusion caused by our complex analysis, then we are bound to fail. So, my stance is: Classic Technical Analysis is the best tool for taking action in the market.

Price-Action Analysis
By watching the price movement on the our trading screen, actually we can obtain a lot of information regarding the natural support and resistance of any particular stock that we are targeting. It’s a bit hard to tell because it has different outcome on different situation. But if a particular stock is acting fishy, then we might want to observe the price-action in a greater detail, because there might be funds that are accumulating/distributing the stock, thus this can take the price of the stock a lot higher/lower from current price.

So, all in all, this summarized my trading strategy. Feel free to share or ask anything regarding trading strategy, we might learn something new along the way.

 

Cheers!
Frankie, 18th of March 2017
On a Cloudy Saturday Afternoon

 

Trade Recommendation: SIMP (Salim Ivomas Pratama Tbk)

SIMP sudah menembus pola ascending triangle dan sekarang sedang berada di posisi support yaitu pada range 540 – 570. Kami merekomendasikan beli saham SIMP dengan target harga short term pada level 600 – 620.

Jika kita melihat laporan laba-rugi dari SIMP, hasilnya juga menggembirakan, dikarenakan Earning Per Share yang mencatatkan kenaikan lebih dari 100% yang menjadi basis untuk kenaikan breakout pada pola ascending triangle tersebut

SIMP:
Buy Range: 560 – 570
Short Term Target Price: 620
Stop Loss: Below 540

ANALISA ROTI ( NIPPON INDOSARI CORPINDO, Tbk )

ROTI : Last : 1480, TP :1575  Stop Loss : 1450 , Entry di 1460-1480

ROTI membentuk indikasi awal bullish reversal dengan break Rp1.450. Trading buy dapat dilakukan di atas level Rp1.450. Perhatikan pivot area Rp1,485-Rp1,495. Waspadai profit taking jangka pendek ketika ROTI menguji area ini. Jika break Rp1,505, ROTI berpeluang menguji resistance level Rp1,575.

Target Harga : 1575

Day Range : 1 week

Dc : ON

Analisa RALS ( RAMAYAN LESTARI SENTOSA Tbk )

RALS : Last : 1185, TP :1245  Stop Loss : 1160 , Entry di 1170-1190

RALS membentuk indikasi awal bullish reversal dengan break Rp1,145. Trading buy dapat dilakukan di atas level Rp1,145. Perhatikan pivot area Rp1,180-Rp1,195. Waspadai profit taking jangka pendek ketika RALS menguji area ini. Jika break Rp1,195, RALS berpeluang menguji resistance level Rp1,230.

Target Harga : 1260

Day Range : 1 week

DC : ON

Analisa Saham POWR

POWR (PT. Cikarang Listrindo, Tbk) secara fundamental sangant bagus dengan PER 10.96x , EPS USD 0.0091 (setara RP120). namun secara PBV 2.58 yang menurut saya agak tinggi. namun prospek bisnis saham ini masih sangat bagus, salah satu pelanggan dari POWR ini adalah PT. Mayora indah, Tbk (MYOR)

 

Dan secara technical sudah break out down trend dengan target harga 1500, dan volume untuk akhir2 ini kelihatan sudah mulai sedikit membesar.

harga samah POWR saat ini sudah di bawah harga IPO (Rp. 1500)

Resistance 1  atau Target harga 1: 1395

Resistance 2 atau Target harga: 1450

Resistance 3 atau Target harga: 1500

jangka waktu trading sampai 3 bulan

Cut loss jika turun di bawah 1250

Disclaimer ON

Samuel Tanjung

Go to Top