Category archive

Berita Saham

METLAND TARGETKAN PENJUALAN Rp220 MILIAR HUNIAN METLAND MENTENG.

Berita Saham by

PT Metropolitan Development Tbk (MTLA) menargetkan bisa meraup Rp220 miliar dari proyek hunian di Metland Menteng sepanjang tahun ini dengan menyiapkan berbagai strategi penjualan termasuk subsidi uang muka.
Image result for metropolitan development tbk
Edwin H. Wardhana, General Manager Mentland Menteng mengatakan optimistis masih meraih target tersebut jika mengacu pada penjualan semester I yang masih mencapai 130 persen atau melampaui target yang telah ditetapkan.

Selain memasarkan rumah siap huni, perusahaan juga akan terus meluncurkan rumah indent dan akan menyiapkan produk rumah tipe baru lagi sampai akhir tahun 2017. Salah satu strategi baru yag diterapkan yaitu memberikan subsidi uang muka atau DP dari Rp119 juta per unti untuk rumah siap huni seharga mulai dari Rp2,1 miliar. (end)

Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/mtla-metland-targetkan-penjualan-rp220-miliar-hunian-metland-menteng,98080724.html

Pemerintah siapkan peremajaan 30.000 hektare lahan sawit

Berita Saham by
Pemerintah siapkan peremajaan 30.000 hektare lahan sawit
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah segera melakukan proyek awalan peremajaan (replanting pilot project) 30.000 hektare lahan perkebunan kelapa sawit untuk meningkatkan produktivitas tanaman tersebut, kata Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofjan Djalil.

“Kami akan replanting kelapa sawit 30.000 hektare sebagai pilot project,” ucapnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin malam (17/7).

Terkait peremajaan tersebut, ia mengatakan terdapat komponen yang merupakan dana Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit yang diperkirakan senilai Rp25 juta per hektare, selain dana kredit usaha rakyat (KUR) maupun pengusaha sebagai pembeli (off-taker).

“Kemudian, ada komponen lain pinjaman KUR. Para pengusaha diperintahkan untuk menjadi analis, pembina, dan off-taker,” kata Sofjan.

Ia mengatakan proyek awalan peremajaan itu akan dipilih di lokasi yang sektor koperasinya berjalan kuat, mengingat koperasi akan diproyeksikan menjadi basis kegiatan peremajaan lahannya.

“Kami berikan bantuan replanting dari BPDP, diberikan pinjaman, dan sertifikat. Tahap pertama 30.000 hektare, kalau berhasil tahun depan akan ditambah, dan model ini ditambah untuk me-replanting kebun rakyat. Yang perlu dijamin adalah bibit dan bantuan teknis,” demikian Sofjan Djalil.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Peremajaan Karet dan Kelapa Sawit menjelaskan rencana kebijakan peremajaan kelapa sawit harus dilakukan guna menghindari persoalan yang semakin rumit.

Menurut Darmin, untuk program peremajaan kelapa sawit akan dijalankan dengan menggandeng Kementerian Pertanian dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit.

“Untuk peremajaan sawit kami akan lebih mengandalkan dari BPDP Sawit. Kalau ada mungkin dari Kementerian Pertanian,” katanya.

Selain lahan kelapa sawit, pemerintah pada tahap awal juga akan menjalankan program peremajaan karet di 2018 yang akan ditetapkan target penanaman seluas 15.000 hektare.

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/640926/pemerintah-siapkan-peremajaan-30000-hektare-lahan-sawit

APEI Minta Besaran Modal untuk Transaksi Marjin Disunat

Berita Saham by
APEI Minta Besaran Modal untuk Transaksi Marjin Disunat
Saat ini, jumlah minimal modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) perusahaan efek yang dapat menerima pinjaman untuk transaksi marjin sebesar Rp250 miliar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono

Jakarta, CNN Indonesia — Komite Ketua Umum (KKU) Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) periode 2017-2020 akan meminta regulator dan otoritas untuk menurunkan jumlah modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) minimal yang dapat menerima pinjaman untuk transaksi marjin oleh PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI) atau securities financing.

Seperti diketahui, sesuai aturan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah minimal MKBD perusahaan efek atau sekuritas yang dapat menerima pinjaman untuk transaksi marjin sebesar Rp250 miliar.

Salah satu pengurus KKU APEI, Zaki Mubarak menjelaskan, perusahaan sekuritas yang memiliki MKBD sebesar itu mayoritas merupakan perusahaan sekuritas asing. Sementara, jenis nasabah yang dimiliki perusahaan sekuritas asing umumnya dari institusi.

“Rata-rata perusahaan sekuritas asing tidak punya nasabah per orangan, kebanyakan institusi. Mereka tidak butuh marjin, kalau transaksi Rp100 miliar ya bayar Rp100 miliar,” ungkap Zaki, Senin (17/7).

Adapun, investor ritel rata-rata dimiliki oleh perusahaan sekuritas lokal. Namun, MKBD perusahaan sekuritas lokal sendiri belum melampaui MKBD perusahaan sekuritas asing atau bahkan masih dibawah Rp100 miliar.

“Kami juga berusaha mudah-mudahan yang bisa transaksi marjin yang tidak Rp250 miliar, tapi dibawah itu atau bahkan kalau bisa dibawah Rp10 miliar,” ucap Zaki.

Sekedar informasi, BEI menyebut operasional PEI akan dimulai pada bulan ini. Untuk tingkat bunganya sendiri akan berkisar single digit, sehingga perusahaan sekuritas dapat menekan tingkat bunga kepada investor yang melakukan peminjaman.

“Tujuan bukan hanya cari untung tapi tambah likuiditas pasar. Kami batasi spread perusahaan sekuritas (ke investor) 4 persen,” jelas Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, pekan lalu.

APEI Rombak Pengurus KKU

APEI baru saja mengubah KKU dan pengawas untuk periode 2017-2020 dari periode sebelumnya 2014-2017. Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Anggota (RUA) 15 Juli kemarin.

Dari hasil RUA tersebut, terdapa lima anggota APEI yang terpilih menjadi KKU periode selanjutnya. Namun, kelimanya belum menetapkan koordinator KKU.

Menurut Zaki, koordinator akan dipilih secara internal oleh lima KKU tersebut. Sehingga, anggota APEI tidak memiliki wewenang untuk menentukan.

“Tapi kami semua tidak ada yang lebih tinggi jabatannya, itu hanya koordinator internal saja,” kata Zaki.

Berikut lima pengurus KKU 2017-2020:
1. Karman Pamurahardjo
2. Octavianus Budianto
3. Rudy Utomo
4. Triny Talesu
5. Zaki Mubarak (gir)

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170717182900-92-228431/apei-minta-besaran-modal-untuk-transaksi-marjin-disunat

Ingin Minyak Goreng Murah, Kementerian Perdagangan Usulkan Kebijakan DMO

Berita Saham by

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan akan memperpanjang program minyak goreng murah melalui skema domestic market obligation (DMO). Sebelumnya, program stabilisasi harga minyak goreng sukses berjalan selama Ramadan kemarin. Rencana DMO akan dibahas pemerintah bersama pelaku usaha dan asosiasi industri minyak goreng.

Kementerian Perdagangan mengusulkan skema penetapan harga melalui domestic market obligation (DMO) komoditas minyak goreng.”Produsen diwajib (menjual) sekian persen dari total produksinya dalam bentuk minyak goreng. Nantinya harga ditetapkan pemerintah,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita Selasa kemarin (4/7/2017).

Menurut Enggartiasto usulan ini secepatnya akan dibahas bersama asosiasi dan para pengusaha minyak goreng. Harapannya akan tercapai kesepakatan antara pemerintah dan pengusaha supaya harga minyak goreng dapat dijual Rp 11 ribu per liter dalam bentuk dalam kemasan sederhana.

Namun, prosentase jumlah minyak goreng yang diproduksi dengan kemasan sederhana dalam tahaan pembahasan. Ini berarti produsen minyak goreng masih bisa memproduksi minyak goreng versi curah.

Kebijakan ini, kata Menteri Enggar, akan berdampak positif bagi konsumen dan dunia usaha. Dunia usaha dalam hal ini pelaku kuliner tidak akan terganggu persoalan fluktuasi harga minyak goreng. Selain itu, pemerintah akan meminta pelaku industri minyak goreng tidak memasukkan unsur ketidakpastian sebagai salah satu elemen penentu harga jual produk.

Unsur ketidakpastian, dikatakan Enggar, biasanya dicantumkan ke dalam komponen harga cadangan biaya untuk penetapan harga jual. “Kalau sudah ada kepastian, maka komponen itu harus tidak ada. Maka, kami minta asosiasi untuk dihilangkan (unsur ketidakpastian),”pintanya.

 

*https://sawitindonesia.com/rubrikasi-majalah/berita-terbaru/ingin-minyak-goreng-murah-kementerian-perdagangan-usulkan-kebijakan-dmo/

Alasan BI Tahan Suku Bunga Acuan Selama 9 Bulan: Donald Trump

Berita Saham by

Jakarta – Bank Indonesia (BI) pada rapat dewan gubernur bulanan menahan suku bunga acuan BI 7 days Repo Rate di level 4,75%. Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, terus mewaspadai perkembangan di dunia seperti kenaikan Fed Fund Rate.

Posisi suku bunga acuan memang tak bergerak sejak Oktober 2016 ata

Alasan BI Tahan Suku Bunga Acuan Selama 9 Bulan: Donald Trump
Foto: Sylke Febrina Laucereno

u selama 9 bulan. BI menahan laju penurunan suku bunga sejak Donald Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

Kebijakan Donald Trump yang agresif harus diimbangi oleh kebijakan moneter yang dipegang oleh Bank Sentral. Makanya suku bunga acuan AS naik lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Baru saja beberapa hari lalu dinaikkan sebesar 25 basis point.

“Fed Fund Rate masih akan naik mungkin September atau Desember, lalu 2018 juga masih ada. Yang jadi perhatian kami, ini juga semakin positif meski dia juga akan menurunkan balance sheet-nya,” kata Agus di Gedung BI, Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Dia mengungkapkan, selain itu kondisi global di Eropa yang harus diwaspadai adalah perkembangan Italia yang perbankannya mengalami kondisi yang tidak terlalu baik. Kemudian Inggris dengan kekacauan pada pemilihan umumnya.

Perbaikan kondisi ekonomi dunia, kata Agus hanya terlihat dari sisi harga komoditas yang pengaruhnya cukup signifikan terhadap Indonesia.

“Ini akan terus kami waspadai, dengan suku bunga yang tetap, kami konsisten jaga stabilitas makro ekonomi Indonesia dan sistem keuangan serta mendorong pemulihan ekonomi,” ujar dia.

Sementara dari sisi investasi nasional sudah menggembirakan, yang tadinya didominasi oleh pemerintah dengan pembangunan infrastrukturnya, swasta juga turut menyumbang investasi. “Bahkan investasi non bangunan pun sudah mulai naik khususnya sektor konstruksi,” imbuh Agus.

Seiring meningkatnya investasi, pertumbuhan ekonomi semester II 2017 diproyeksi akan mengalami perbaikan. Selain itu konsolidasi perbankan dan konsolidasi korporasi masih terus berjalan. BI mengharapkan konsolidasi bisa selesai dan pemulihan ekonomi Indonesia akan berjalan maksimal.

Agus menjelaskan tingkat inflasi nasional masih menunjukan kondisi yang baik. Padahal, BI sebelumnya memperkirakan 4,63% namun kenyataanya pada Mei 4,36%. BI meyakini inflasi dalam kedaan aman karena pasokan barang di seluruh Indonesia terjaga. Untuk Ramadan dan Lebaran diprediksi inflasi akan terjaga.

“Kami hargai upaya yang dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah untuk menjaga inflasi,” ujarnya.

Sumber : https://finance.detik.com/moneter/d-3533089/alasan-bi-tahan-suku-bunga-acuan-selama-9-bulan-donald-trump

Melihat Strategi HM Sampoerna Hingga Akhir Tahun

Berita Saham by

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) fokus menggenjot pasar sigaret kretek mesin (SKM) karena pasar rokok jenis ini tumbuh setiap tahun.

HMSP kini tengah berupaya mengembalikan pasar SKM yang perlahan tergerus. Pada 2015 lalu, pangsa pasar HMSP di segmen SKM masih sebesar 29,7%, angka ini turun menjadi 28,9% pada 2016.

Lalu, di kuartal satu 2017, lagi-lagi pangsa pasar HMSP di segmen ini tergerus menjadi 28,6%. Tahun ini, HMSP menargetkan pangsa pasarnya naik sebesar 3%.

Analis NH Korindo Sekuritas Joni Wintarja mengatakan, segmen SKM menyumbang porsi terbesar bagi penjualan HMSP. Pada 2015 SKM menyumbang 62,4% terhadap total penjualan.

“Porsi SKM ini naik menjadi 64% tahun lalu. Diperkirakan di 2017 HMSP mampu mempertahankan porsi SKM sebesar 65%,” ujar Joni.

Untuk menggenjot pangsa pasar segmen SKM, HMSP bakal mengandalkan produk SKM kadar tar tinggi melalui U Bold dan Marlboro Filter Black. Tercatat untuk produk U Bold, pangsa pasar rokok ini secara nasional 0,9% sejak diluncurkan 2015, sedangkan pangsa pasar Marlboro Filter Black sudah mencapai 1% sejak diluncurkan tahun lalu.

Analis Samuel Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi mengatakan, sejak dua tahun lalu terjadi penurunan penjualan rokok secara nasional. Penurunan ini didorong oleh konsistensi kenaikan cukai dan kontinuitas kampanye anti rokok untuk menekan angka perokok nasional.

“Pada kuartal I 2017, penjualan rokok secara nasional melemah 5,6% menjadi 71 miliar batang dari sebelumnya 75,2 miliar batang. Sedangkan volume penjualan HMSP turun 6,9% menjadi 23,4 miliar batang dari 25,1 miliar batang.

“Tahun ini tekanan masih berlanjut, tapi bisa ditangani dengan kenaikan average selling price (ASP)” ujar Akhmad.

Saat ini, lanjut Akhmad, HMSP masih mendominasi persaingan industri di semua segmen. Per kuartal satu, HMSP menguasai 28,6% segmen SKM, 37,7% segmen sigaret kretek tangan (SKT) dan 76,5% pasar segmen sigaret putih mesin.

“Tapi total pangsa pasar HMSP turun menjadi 33% dari 33,5%. Diperkirakan pendapatan tumbuh 7,9% menjadi Rp103,02 triliun dan laba bersih tumbuh 1,3% menjadi Rp12,93 triliun tahun ini,” pungkasnya.

Joni dan Akhmad merekomendasikan buy dengan target harga masing-masing sebesar Rp4.620 dan Rp4.390 per saham.

Sumber : http://www.imq21.com/news/read/446114/20170616/101515/Melihat-Strategi-HM-Sampoerna-Hingga-Akhir-Tahun.html

2018, Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Naik 5,3 Persen

Berita Saham by

Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini bisa mencapai 5,3 persen, atau dalam rentang asumsi dalam Rancangan APBN 2018 pemerintah, yang disepakati dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beberapa hari lalu, yakni di kisaran 5,2 persen sampai 5,6 persen.

Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Rodrigo Chaves menjelaskan, proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut dilihat Bank Dunia berdasarkan capaian pertumbuhan pa

2018, Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Naik 5,3 Persen
Prediksi itu sesuai dengan rentang asumsi dalam Rancangan APBN 2018 pemerintah yang disepakati di kisaran 5,2 persen sampai 5,6 persen. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)

da kuartal I 2017 yang sebesar 5,01 persen.

Capaian tersebut menunjukkan reformasi fundamental ekonomi Indonesia yang terjaga dan tumbuh baik. Selain itu, Bank Dunia juga melihat prospek ekonomi Indonesia di masa mendatang akan lebih baik.

“Reformasi struktural lebih lanjut akan meningkatkan prospek pertumbuhan dan pengembangan lebih lanjut,” ujar Chaves dalam peluncuran laporan ekonomi per kuartal Bank Dunia di Energy Building, Kamis (15/6).

Dari segi indikator pertumbuhan ekonomi, Bank Dunia melihat, pertumbuhan di kuartal I 2017 lalu berhasil bangkit dari kuartal IV 2016 sebesar 4,9 persen lantaran adanya sokongan dari pertumbuhan ekspor, yang berhasil dimanfaatkan Indonesia, bersamaan dengan meningkatnya harga komoditas dunia.

Tercatat, pemulihan harga komoditas mampu membuat ekspor tumbuh hingga dua kali lipat dibandingkan kuartal IV 2016, dari kisaran 4,2 persen menjadi 8,0 persen.

Bahkan, peningkatan ekspor tersebut, menurut Bank Dunia, sukses mengompensasi ruang fiskal yang kendur dari indikator belanja pemerintah, meski indikator ini mulai pulih di awal tahun.

Hal tersebut, membuat Bank Dunia meyakini bahwa indikator ekspor masih akan berperan besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank Dunia pun memprediksi, kinerja ekspor akan terus melonjak di tahun ini dan tetap kuat di tahun depan sehingga pertumbuhan ekonomi 2018 bisa lebih tinggi dibandingkan tahun ini.

Tak hanya ekspor, pertimbangan pertumbuhan ekonomi di tahun ini dan tahun depan, juga merujuk pada realisasi konsumsi swasta yang menguat. “Konsumsi swasta menguat 5,0 persen didukung oleh stabilnya nilai tukar rupiah dan inflasi yang terjaga,” kata Chaves.

Untuk rupiah, Bank Dunia melihat kebijakan moneter dari Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan tingkat suku bunga acuan selama tujuh bulan berturut-turut, mampu membuat rupiah stabil.

Sedangkan inflasi, pemerintah dinilai cukup mampu menjaga inflasi meski lajunya sedikit tinggi lantaran ada penyesuaian tarif dasar listrik (TDL) secara tiga tahap di semester I 2017.

Kendati begitu, Bank Dunia memproyeksi, laju inflasi sampai akhir tahun berada di angka 4,3 persen atau masih sesuai dengan target inflasi menurut BI di rentang 3,0 persen sampai 5,0 persen.

Sementara, pertimbangan pertumbuhan ekonomi juga merujuk pada prospek ekonomi ke depan, di mana, menurut Bank Dunia, Indonesia bisa mendongkrak indikator investasi dengan memanfaatkan keuntungan dari kenaikan rating layak investasi yang diberikan oleh Standard and Poor’s (S&P) beberapa waktu lalu.

“Investasi diperkirakan menguat karena adanya pemulihan harga komoditas yang terus berlanjut, meningkatnya kepercayaan investor yang didukung oleh kenaikan peringkat S&P, dan menurunnya tingkat suku bunga kredit komersial,” jelas Chaves.

Kendati memiliki peluang peningkatan investasi, Bank Dunia melihat, Indonesia masiih memiliki pekerjaan rumah utama, yaitu menghapus daftar negatif investasi (DNI). Pasalnya, Bank Dunia melihat, hal ini sebagai salah satu hal penting yang menentukan aliran Penyertaan Modal Asing (PMA).

Oleh karenanya, pengurangan batasan DNI mejadi mutlak harus diselesaikan oleh pemerintah. Hal tersebut bisa dilakukan dengan merubah pengkhususan sektor tertentu bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan merubah persyaratan kandungan lokal serta menambah perjanjian perdagangan bebas.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, proyeksi Bank Dunia tersebut memberikan sentimen positif kepada pemerintah untuk terus melakukan perencanaan fiskal yang lebih baik guna mengejar target pertumbuhan ekonomi di tahun ini dan tahun depan, khususnya dari sisi investasi.

“Ini rekomendasi yang sangat spesifik mengenai daftar negatif investasi yang mungkin harus ditelaah karena bisa menjadi satu halangan untuk investasi. Kami akan melihat area yang memang potensial bagi ekonomi Indonesia karena kami memang membutuhkan dana modal dari luar untuk bisa meningkatkan kapasitas,” ucap Sri Mulyani yang turut hadir dalam peluncuran laporan Bank Dunia tersebut. (gir)

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170615165201-78-222016/2018-bank-dunia-prediksi-ekonomi-indonesia-naik-53-persen/

DIVIDEN TUNAI MAYORA Rp21 PER SAHAM DIBAGI 14 JULI.

Berita Saham by

(16/06) – Dividen tunai PT Mayora Indah Tbk (MYOR) sebesar Rp21 per lembar akan dibagikan pada 14 Juli 2017 mendatang kepada para pemegang sahamnya.

Image result for mayora indah
Menurut keterangan perseroan Jumat, cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 21 dan 22 Juni 2017 sedangkan di pasar tunai pada 4 dan 5 Juli 2017 dengan DPS hingga 4 Juli 2017.

Dalam RUPS Tahunan pada 14 Juni 2017, ditetapkan penggunaan laba 2016 sebesar Rp1.345.716.806.578 sebagai dividen tunai Rp469.532.694.225 yang dibagi kepada 22.358.699.725 lembar.

Sementara sebesar Rp2.000.000.000 untuk dana cadangan dan sisa laba sebesar Rp874.184.112.353 sebagai laba ditahan. (end)

Sumber : http://www.iqplus.info/news/stock_news/myor-dividen-tunai-mayora-rp21-per-saham-dibagi-14-juli,66073539.html

Kenaikan Fed rate tak berefek besar

Berita Saham by

JAKARTA. The Federal Reserve (The Fed) akhirnya menaikkan suku bunga acuannya. Meski demikian, ekonom berharap Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) dalam dua hari ini tak perlu mengubah kebijakan moneter untuk menghadapi kenaikan Fed Rate.

Alasannya, kenaikan Fed Rate pada pekan ini hanya 0,25% seperti yang sudah terjadi sebelumnya. Sehingga BI 7 Day Reverse Repo Rate (RRR) yang saat ini bertengger di level 4,75% masih layak dipertahankan.

Ekonom Institute for Development Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara berpendapat, pelaku pasar butuh stabilitas kebijakan untuk menghadapi kenaikan Fed Rate. “Ini penting bagi market confidence. Kini tugas pemerintah harus terus memperkuat fundamental ekonomi termasuk menjaga daya beli, memperkuat ekspor dan melanjutkan reformasi struktural,” jelas Bima, Rabu (14/6).

Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta juga menjelaskan jika BI dan pasar sudah mengantisipasi tiga kali kenaikan Fed Rate dengan menetapkan suku bunga 4,75%. Lagipula, meski Fed Rate naik, yield US Treasury tidak naik tajam. “Pemerintah tidak harus antisipasi berlebihan kenaikan Fed Rate 25 bps tambahan. Cadangan devisa saat ini sudah lebih dari cukup untuk jaga stabilitas rupiah,” ungkapnya.

Perhitungan Rangga, efek kenaikan Fed Rate kali ini tidak berdampak terlalu besar ke ekonomi Indonesia, terutama berkaitan dengan capital outflow dan kurs. Bahkan, dana asing masih akan terus meningkat ke Indonesia, mengingat Standard and Poor’s baru saja memberikan label investment grade.

Namun, untuk antisipasi jangka pendek, Rangga menyarankan pemerintah maupun BI bisa mulai memberlakukan peraturan untuk membatasi pembelian dollar bagi para spekulan. “Salah satu contohnya saja itu, tapi hal ini juga tidak bisa dilakukan secara masif, karena bisa dibaca pasar sebagai strict capital control sehingga justru bisa memicu outflows lebih besar lagi,” papar Rangga.

Akan tetapi, dalam jangka panjang, BI dan pemerintah bisa mempercepat proses pendalaman pasar keuangan domestik, sehingga dominasi investor asing bisa berkurang. Diharapkan, ketika ada shock dari luar, tidak akan terlalu berbahaya.

Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual mengatakan jika naiknya suku bunga bergantung pada kondisi negara itu sendiri. “Ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Daya beli rumah tangga naik, penyerapan tenaga kerjanya juga bagus. Jadi mungkin dalam waktu dekat BI belum perlu menaikkan suku bunga acuan,” jelas David.(kontan.co.id)

Perbaikan Prospek Moodys Dorong Optimisme Kinerja Perbankan

Berita Saham by

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kenaikan prospek (outlook) sistem perbankan Indonesia dari stabil menjadi positif oleh Lembaga pemeringkat internasional Moodys Investor Service akan mendorong kinerja industri perbankan semakin optimis di tahun 2017.

Apalagi asesmen International Monetary Fund (IMF) terhadap sektor keuangan Indonesia di tahun 2017 atau yang dikenal dengan Financial Sector Assessment Program (FSAP) memberikan hasil positif. Secara umum IMF mengapresiasi keberhasilan Indonesia dalam melaksanakan reformasi di sektor jasa keuangan, sehingga kinerja makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan dapat terjaga dengan baik.

“Saya kira kan positif, malah salah satu rating agency juga mmberikan outlook positif terhadap industri perbankan. Saya pikir ini akan menjadi modal kita untuk lebih kerja optimis,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad di Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Sebagaimana diketahui, Moodys menaikkan outlook sistem perbankan Indonesia karena membaiknya kondisi lingkungan operasional perbankan, kualitas aset, dan dukungan yang memadai dari pemerintah. Selain lingkungan operasional dan kualitas aset, Moodys juga menilai industri perbankan Indonesia dari tiga aspek lainnya, yakni pendanaan dan likuiditas yang dinilai stabil, kemudian profitabilitas dan efisiensi yang dinilai membaik, serta terakhir sistem pendukung yang dinilai membaik.

Untuk pendanaan dan likuiditas, kondisinya stabil karena tekanan dari pertumbuhan kredit yang tinggi juga akan dikompenasasi dengan naiknya pertumbuhan simpanan, terutama deposito. Bank-bank di Indonesia dinilai memiliki ketergantungan yang kecil terhadap dana-dana skala menengah maupun besar atau di luar dana murah, dan neracanya relatif lancar dengan aset obligasi negara serta aset lancar lainnya di kisaran 27 persen dari aset sistem perbankan pada akhir Maret 2017 lalu.

Seluruh bank yang diperingkat Moodys, memenuhi standar minimum rasio kecukupan likuiditas (LCR). Untuk profitabilitas perbankan, Moodys menilai akan terus ditopang oleh margin bunga bersih di kisaran 5,3 persen. Angka itu adalah yang terbesar dibandingkan dengara negara-negara dengan potensi ekonomi yang sama dengan Indonesia.

Untuk aspek yang menjadi indikator kelima, Moodys memandang dukungan pemerintah dalam menjaga bisnis perbankan sangat baik. Kerentanan ekonomi Indonesia terhadap gejolak eksternal juga menurun yang dibarengi dengan stabilitas makro ekonomi serta disiplin belanja dalam APBN.(investing.com)

1 2 3 36
Go to Top