Category archive

Rekomendasi Saham - page 2

ANALISA BSDE ( Bumi Serpong Damai Tbk )

BSDE : Last : 1785, TP : 1840 Stop Loss : 1750 , Entry di 1765-1785

Aksi Trading Buy boleh dilakukan karena saham ini berhasil ditutup rebound pada perdagangan kemarin disertai dengan indikator RSI (20) yang bergerak naik.

Target Harga : 1840

Day Range : 1 week

DC : ON

Analisa LSIP lanjutan

Pada perdagangan semalam PT London Sumatra Indonesia Tbk LSIP ditutup pada level 1510. LSIP masih mencoba untuk melanjutkan kenaikan setelah sebelumnya masih tertekan. Apalagi dengan laporan keuangan perbandingan 2015 dengan 2016 mengalami penurunan laba 4,9%. Penjualan juga mengalami penurunan 8,2%. Penurunan diakibatkan faktor cuaca El Nino yang terjadi pada tahun 2015. Meskipun terjadi penurunan produksi, namun tahun ini diperkirakan produksi dapat kembali membaik. Total area tertanam tahun 2016 mencapai 114.416 hektar. Selama tahun 2016 total penanaman baru kelapa sawit mencapai 625 hektar, penanaman kembali 280 hekatr.

Pada tahun ini diprediksi LSIP akan membagi dividen Rp 30.8 per saham.

 

ANALISA LPKR

LPKR : Last : 730, TP : 780 Stop Loss : 705, Entry di 715-730

Aksi Trading Buy boleh dilakukan karena saham ini terlihat terjadi akumulasi.dan membentuk pola pembalikan arah setelah pola menurun yang cukup panjang ( indikasi reversal dari bearish/ downtrend ke bullish/uptren).

Target Harga : 780

Day Range : 1 week

DC : ON

ANALISA SMRA

SMRA : Last : 1380, TP : 1450 Stop Loss : 1340, Entry di 1370-1385

Aksi Trading Buy boleh dilakukan karena saham ini terlihat terjadi akumulasi. jika hari ini berhasil ditutup di 1380 berpeluang ke resistance di 1450.

Target Harga : 1450

Day Range : 1 week

PT Tunas Baru Lampung

PT. Tunas Baru Lampung (TBLA), adalah salah satu anggota dari Sungai Budi Group, salah satu perintis industri pertanian di Indonesia yang didirikan pada tahun 1947. TBLA berdiri karena keinginan mendukung pembangunan negara dan memanfaatkan keunggulan kompetitif Indonesia di bidang pertanian. Saat ini, Sungai Budi Group adalah salah satu pabrikan dan distributor produk konsumen berbasis pertanian terbesar di Indonesia.

Anggota lain dari Sungai Budi Group adalah perusahaan publik PT Budi Starch Sweetener & Tbk (Sebelumnya PT Budi Acid Jaya Tbk), pabrikan tepung tapioka yang terbesar dan paling terintegrasi di Indonesia.

Bidang usaha TBLA diantaranya: minyak goreng sawit (PCA)/OLEIN, sabun (sabun cuci, mandi dan krim), minyak inti sawit (PKO), minyak kelapa sawit (CPO), stearin, palm fatty acid distillate (PFAD), sawit dan copra chips/expeller dan pelet, dan terakhir adalah gula.

Pada tahun ini TBLA resmi masuk bisnis pengolahan gula tebu. Pabrik gula yang dibangun perusahaan tersebut pada tahun 2015, telah beroperasi sejak akhir tahun 2016. Perusahaan ini juga mengantongi izin impor gula mentah (raw sugar) sebesar 100.000 ton pada tahun ini. Selama ini bisnis gula Tunas Baru Lampung hanya di sektor hulu, yakni memproduksi tebu yang dijual ke pabrik gula, melalui anak usaha yang bergerak di kebun tebu yakni PT Bangun NUsa Indah Lampung dan PT Adikarya Gemilang. Margin dari transaksi ini terbilang kecil. Dengan memiliki pabrik gula sendiri, perusahaan ini dapat meningkatkan margin keuntungan. TBLA menargetkan bisnis gula ini dapat berkontribusi sekitar 30% dari total pendapatannya. Bisnis gula merupakan bagian dari diversifikasi bisnis yang dilakukan Tunas Baru Lampung. Selama ini, perusahaan itu fokus pada bisnis perkebunan dan pengolahan kelapa sawit.

Perusahaan ini optimistis, bisnis gula bisa menjadi sumber pendapatan baru yang potensial. Apalagi, bisnis gula cenderung stabil dan memiliki pasar yang pasti. Dilihat dari laporan dari perusahaan,  tiap tahun perushaan berhasil mempertahankan pertumbuhan yang positif walaupun dalam keadaan ekonomi yang sedang buruk sekalipun. Selain itu, TBLA memiliki prospek peningkatan produksi komoditasnya karena masih adanya area yang saat ini belum tertanam. Dengan semakin membaiknya laporan keuangan perusahaan, maka pada tahun ini perusahaan diprediksi akan membagikan dividen dengan yield 2,5%. Pada tahun sebelumnya dividen yang dibagikan perusahaan tidaklah terlalu besar karena adanya proyek ekspansi dan pembangun pabrik.

Tantangan yang dihadapi perusahaan diantaranya keadaan cuaca, fluktuasi harga komoditas diantaranya harga CPO, dan makin terbatasnya ketersediaan lahan untuk ekspansi usaha.

Saat ini harga saham TBLA berada di level 1195. Target harga tahun ini diperkirakan berada pada level 1300-1500.

Annual results 2014 2015 2016F 2017F
Sales 6338 5331 6490 7513
Operating Income EBITDA 1028 905 1257 1646
Operating Profit EBIT 795 557 998 1342
Pre-Tax Profit EBT 562 263 795 1132
Net Income 433 197 613 874

*in billion rupiah

 

PERKEBUNAN AREA YG ADA AREA TERTANAM AREA MATANG AREA BELUM MATANG
Kelapa Sawit 17 17 17
Tebu 5466 4116 4116
Kelapa Sawit 8000 7507 7313 194
Kelapa Sawit 5000 2872 1317 1555
Kelapa Sawit 2800 2752 1755 997
Kelapa Sawit 27553
Kelapa Sawit 970 210 210
Kelapa Sawit 2826 145 145
Tebu 3649 3483 3483
Kelapa Sawit 9868 9868 9868
Kelapa Sawit 7958 7284 7284
Kelapa Sawit 4001 3253 2835 418
Nanas 2204
Tebu 4441 1574 170 1404
Kelapa Sawit 2972 1919 1565 354
Kelapa Sawit 9928 8228 6878 1350
Kelapa Sawit 12000 6045 3438 2607
Kelapa Sawit 1500 637 637
TOTAL AREA 111153 59910 42585 17325

*dalam hektar

 

ANALISA POWR

POWR : Last : 1290, TP : 1425 Stop Loss : 1225, Entry di 1250-1290

Aksi Trading Buy boleh dilakukan karena saham ini sejak beberapa hari lalu terjadi akumulasi. jika hari ini berhasil ditutup di 1330 berpeluang ke resistance di 1425.

Target Harga : 1425

Day Range : 1 week

Update Emiten Batubara 2017

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) saat ini merupakan emiten batubara dengan cadangan terbesar dengan cadangan batubara sebesar 3,33 miliar ton. Sedang sumber daya PTBA mencapai 8,27 miliar ton. Di susul oleh PT Adaro Energy Tbk (ADRO) di mana Cadangan ADRO bakal naik dari 1,3 miliar ton jadi 2,6 miliar ton dikarenakan akuisisi saham IndoMet Coal senilai US$ 120 juta.

Prospek batubara di tahun 2017 di perkirakan bagus oleh sejumlah analis, faktor-faktor dan penyebab nya sebagai berikut :

1.Indonesia termasuk dalam 10 besar negara penghasil batubara terbesar di Dunia

berikut Data Jumlah Produksi, Konsumsi dan Cadangan dikutip dari BP Statistical Review of World Energy edisi ke-64 tahun 2015.

1. China

Jumlah Produksi : 1.844,6 juta ton
Jumlah Konsumsi : 1.962,4 juta ton
Jumlah Cadangan : 114.500 juta ton
Lokasi : Benua Asia

2. Amerika Serikat

Jumlah Produksi : 507,8 juta ton
Jumlah Konsumsi : 453,4 juta ton
Jumlah Cadangan : 237.295 juta ton
Lokasi : Benua Amerika Utara

3. Indonesia

Jumlah Produksi : 281,7 juta ton
Jumlah Konsumsi : 60,8 juta ton
Jumlah Cadangan : 28.017 juta ton
Lokasi : Benua Asia

4. Australia

Jumlah Produksi : 280,8 juta ton
Jumlah Konsumsi : 43,8 juta ton
Jumlah Cadangan : 76.400 juta ton
Lokasi : Benua Australia/Oseania

5. India

Jumlah Produksi : 243,5 juta ton
Jumlah Konsumsi : 360,2 juta ton
Jumlah Cadangan : 60.600 juta ton
Lokasi : Benua Asia

6. Rusia

Jumlah Produksi : 170,9 juta ton
Jumlah Konsumsi : 85,2 juta ton
Jumlah Cadangan : 157.010 juta ton
Lokasi : Benua Eropa-Asia

7. Afrika Selatan

Jumlah Produksi : 147,7 juta ton
Jumlah Konsumsi : 89,4 juta ton
Jumlah Cadangan : 30,156 juta ton
Lokasi : Benua Afrika

8. Kolombia

Jumlah Produksi : 57,6 juta ton
Jumlah Konsumsi : 4,2 juta ton
Jumlah Cadangan : 6.746 juta ton
Lokasi : Benua Amerika Selatan

9. Kazakhstan

Jumlah Produksi : 55,3 juta ton
Jumlah Konsumsi : 34,5 juta ton
Jumlah Cadangan : 33.600 juta ton
Lokasi : Benua Asia

10. Polandia

Jumlah Produksi : 55 juta ton
Jumlah Konsumsi : 52,9 juta ton
Jumlah Cadangan : 5,465 juta ton
Lokasi : Benua Eropa

Seperti yang kita ketahui Indonesia tengah membangun infrastruktur kelistrikan di mana akan di bangun banyak PLTU guna mencapai keperluan listrik di negara kita ini.

Proyek Kelistrikan

Perlu kita ketahui porsi PLTU untuk kelistrikan di negara kita adalah yang paling besar di mana menurut statistik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) persero kapasitas pembangkit jenis ini per Desember 2015 mencapai 21 ribu GW atau setara dengan 40 persen dari total kapasitas pembangkit yang terpasang sebesar 52,9 GW.

Sumber : Databoks

dari data yang ada dapat di simpulkan bahwa kebutuhan akan Batubara untuk ke depan nya akan sangat banyak di karenakan 20 GW dari program kelistrikan 35 GW itu akan di support dari PLTU.

2. Pemangkasan produksi batubara di China juga akan menjadi salah satu dampak yang akan mendongkrak demand batubara di mana China akan tetap mengimpor batubara dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan domestik nya.

3. Di cabut nya larangan Green Energy di AS akan membuka kembali keran ekspor batubara ke AS seiring dengan pembangunan Infrastruktur di AS akan menaikan demand akan batubara.

Berikut Chart Emiten Batubara :

Chart PTBA

Seperti yang terlihat di chart emiten PTBA , beberapa hari yang lalu terjadi penjualan sehingga terjadi penurunan berturut-turut selama seminggu sehingga PTBA pada penutupan kemarin di tutup di harga 10675 di mana merupakan level Support yang cukup kuat.

Rekomendasi Buy on Weakness PTBA
RS 11100
Entry 10700 – 10750
Sp 10380

Disclaimer on

Untuk update emiten lain nya akan di update di postingan berikut nya.Stay tuned, salam PROFITS.

ANALISA APLN

 

APLN : Last : 226, TP : 248 Stop Loss 218, Entry di 220-226 Aksi Trading Buy boleh dilakukan karena membentuk DOJI. Jika berhasil ditutup di 230 berpeluang ke 248

Target Harga 248

Day Range : 1 week

S1 : 222

S2 : 218

R1 :232

R2 : 248

DC : On

Review saham LSIP

Proyeksi laporan keuangan full year 2016 PT London Sumatera diprediksi akan lebih rendah dibandingkan laporan keuangan full year tahun 2015, penjualan bersih 2016 diprediksi akan mengalami penurunan sebesar 8% yoy. Net income diprediksi turun 25,5% dari Rp623,3M menjadi Rp464M. Data dari hasil kuartal 3/2016 menunjukkan rendahnya produksi TBS inti dan plasma, TBS yang diproses turun 24,9% menjadi 1.124.296 ton dari 1.496.853 ton. Sehingga, produksi CPO juga turun 26,5% menjadi 253.962 ton dan inti sawit turun 23,4% menjadi 67.214 ton. Walaupun terjadi penurunan produksi, tingkat rendemen minyak sawit dan inti sawit relatif stabil berada level 22,6% dan 6,0%. Produksi karet juga turun 12,8% menjadi 8.067 ton dari 9.250 ton dibandingkan dengan tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh rencana konversi ke tanaman kelapa sawit di Sumatera Utara. Faktor cuaca El Nino pada semester 1/2016 juga ikut mempengaruhi hasil produksi yang agak menurun 20,7% menjadi 489.176 ton dibandingkan dengan realisasi pada semester I/2015 sebesar 616.509 ton.

Walaupun hasil produksi sepanjang tahun 2016 lebih rendah dibandingkan dengan 2015, namun PT London Sumatera masih mendapatkan berkah dari meningkatnya harga global CPO selama tahun 2016. Peningkatan harga CPO dimotori dengan membaiknya permintaan dan persediaan sawit secara global. Mengutip data dari United State Department of Agriculture (USDA), produksi CPO dunia pada periode 2015/2016 diperkirakan berada pada level 59,4 juta ton, turun 3,63% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, konsumsi menguat 4,28% menjadi 61 juta ton. Dari data tersebut, terdapat selisih defisit sebesar 1,6 juta ton antara produksi dan konsumsi, sehingga memangkas persediaan CPO global. Sentimen ini memberikan dorongan positif terhadap harga CPO.

PT London Sumatera memiliki prospek yang bagus untuk tahun 2017. Harga CPO diprediksi masih akan meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan. Selain itu, tanaman sawit milik LSIP saat ini berada pada usia rata-rata 13 tahun dengan komposisi 22% masih di bawah umur 7 tahun. Hal ini mengindikasikan tanaman masih dapat berbuah cukup lama hingga umur produktif sawit sekitar 20 tahun-25 tahun. Selain prospek produksi, neraca keuangan yang sehat memberikan ketahanan emiten dalam menghadapi tekanan perekonomian dunia. Pada akhir kuartal 3/2016, LSIP masih mempertahankan posisi keuangan yang sehat dengan total aset sekitar Rp8,9 triliun naik dari 8,8 triliun dari Desember 2015 serta masih memiliki posisi kas bersih.

Secara umum, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja dari emiten berkode LSIP ini. Faktor-faktor tersebut antara lain stigma negatif CPO Indonesia di pasar Eropa terkait masalah lingkungan, tren bearish komoditas karet, dan penetapan bea keluar CPO dari Kementerian Perdagangan Indonesia. Pola cuaca La Nina yang menyebabkan hujan lebat pada siang hari juga dapat mengganggu proses penanaman. Tingginya curah hujan pun berpotensi menghambat kegiatan panen, pemeliharaan tanaman, dan proses logistik.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, harga saham LSIP meningkat 2,91% menjadi Rp1.590. Angka ini menunjukkan harga saham perusahaan sawit ini tumbuh 21,84% dibandingkan dengan tahun lalu. Target harga yang dituju adalah 1.900.

Operational Highlights PP London Sumatra Indonesia:

2013 2014 2015
Crude Palm Oil 396.5 443.1 475.7
FFB¹ Nucleus 1250.4 1341.2 1396.6
Processed FFB 1730 1908.2 2073.8
Palm Kernel 97.7 109.2 123.4
Oil Palm Seed² 24.1 13.8 15.3
Rubber 12.7 13.2 11.7

in thousand tons, except stated otherwise
¹ Fresh Fruit Bunches
² million seeds
Source: PP London Sumatra Indonesia, Annual Report 2015

Financial Highlights PP London Sumatra Indonesia:

2013 2014 2015
Net Sales 4133.7 4726.5 4189.6
Gross Profit 1253.5 1536.4 1115.8
Net Income 769.5 929.4 623.3
EBITDA 1258 1437.3 1116.3
Operating Income 1025.6 1257.5 835.9
Total Assets 7974.9 8713.1 8848.8
Total Liabilities 1645.9 1710.3 1510.8
Earnings per share¹ 113 136 91

in billion IDR rupiah, except stated otherwise
¹ in IDR rupiah
Source: PP London Sumatra Indonesia, Annual Report 2015

Future Forecast Financial Highlights PP London Sumatra Indonesia:

2015 2016F 2017F
Net Sales 4189.6 3818 4839
Net Income 623.3 464 849
P/E Ratio (x) 19.2 25.7 14.1
P/B Ratio (x) 1.6 1.6 1.5

in billion IDR rupiah, except stated otherwise

Trend Mineral Nikel Tahun 2017

Harga Nikel dunia dalam sepekan terakhir menguat terus dengan harga berjalan $10,232.50.

Berikut Chart Nickel setahun terakhir :


source: tradingeconomics.com

Seperti yang terlihat di chart harga Nikel dunia sudah mulai mengalami penguatan dari tahun 2016 – 2017 awal tahun ini. Penyebab nya adalah dari salah satu negara produsen terbesar nikel yaitu Filipina yang membuat kebijakan untuk menutup sejumlah tambang nikel guna meningkatkan harga nikel dunia.

Filipina yang menjadi raja dari produsen nikel ini mampu memproduksi nikel sebanyak 530.000 Ton per tahun nya di mana Filipina menyumbangkan 25% produksi nikel dunia. Di susul oleh Rusia di mana mampu memproduksi 240.000 Ton per tahun nya dan di susul oleh Kanada yang kurang lebih dapat memproduksi nikel sebanyak 240.000 Ton per tahun nya. Dan Indonesia menempati urutan ke 6 sebagai produsen Nikel sebanyak 170.000 Ton per tahun nya yang di mana lebih sedikit di banding Australia dan New Caledonia di posisi 4 dan 5.

Grafik produksi Nikel Filipina selama 10 tahun terakhir , Sumber : Statista.com

Total tambang yang sudah di tutup itu sudah mencapai 23 tambang dengan perencanaan akan menutup total 30 tambang Nikel, 18 di antara nya adalah produsen terbanyak untuk pasokan nikel dalam negeri Filipina. Kebijakan ini di buat untuk menaikan harga jual Nikel dan mencegah terjadi nya oversuply.

Di Indonesia sendiri pemerintah telah membuat kebijakan untuk mewajibkan perusahaan produsen Nikel untuk membangun smelter guna meningkatkan kualitas Nikel sehingga mempunyai daya saing lebih bagus di pasar global.

Salah satu perusahaan penambang nikel yang akan di untungkan adalah PT.Aneka Tambang (Persero) Tbk dimana pada tahun 2016 berhasil mencatatkan produksi feronikel yang naik 18 persen menjadi 20.293 ton nikel dan mencatatkan penjualan feronikel yang meningkat 12 persen menjadi sebesar 20.888 TNi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk juga tengah memfinalisasi untuk persiapan proyek-proyek hilirisasi.Persiapkan proyek-proyek yang di lakukan adalah pembangunan feronikel line 2 dan 3, untuk meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi baik dengan skema pendanaan internal atau pun kerja sama dengan mitra strategis.

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk sudah melakukan hilirisasi mineral sejak 1974 melalui pengoperasian pabrik feronikel FeNi I. Saat ini, perseroan tengah membangun pabrik feronikel Haltim yang pendanaannya berasal dari penyertaan modal negara (PMN). Selain pabrik feronikel, pendapatan dari ekspor tersebut juga akan digunakan untuk merampungkan proyek peleburan bijih nikel kadar rendah (blast furnace) di lokasi yang sama. Pabrik ini dibangun sebagai antisipasi jika pelaksanaan ekspor ini telah berakhir. Apalagi, pemerintah hanya memperbolehkan periode ekspor nikel kadar rendah selama lima tahun saja.

Sebagai informasi, ketentuan ekspor nikel dengan kadar di bawah 1,7 persen ini dimuat di dalam pasal 4 Peraturan Menteri ESDM Nomor 6 Tahun 2017. Peraturan ini merupakan turunan dari PP Nomor 1 Tahun 2017 Atas Perubahan Keempat PP Nomor 23 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Salah satu negara ekspor yang menjadi incaran pasar ANTM adalah China dan Eropa. Pembukaan ekspor nikel kadar di bawah 1,7 persen ini dianggap akan mendongkrak penjualan ANTM untuk ke depan nya. Serta dukungan dari trend Global Nikel di mana kebijakan dari Filipina untuk menaikan harga nikel akan menguntungkan untuk ANTM.

Berikut Chart Emiten PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dengan kode ANTM :

seperti yang kita lihat dari chart ANTM sudah mencapai titik support di harga 800, terlihat dari chart yang ada juga bahwa volume tekanan jual dari ANTM sudah mulai menipis. Rekomendasi adalah Buy on Support di harga 805-810 dengan Resistance di harga 860. Disclaimer on.

dan Begitu juga hal nya dengan INCO juga sangat menarik untuk di perhatikan, berikut chart nya :

INCO juga sudah mendekati titik support di level 2600, untuk rekomendasi Buy On Support di harga 2630-2640 dengan Resistance 2840 di mana ada GAP antara 2840 – 2920. Disclaimer on.

Untuk Fundamental laporan keuangan kedua Emiten ini akan saya update di postingan berikutnya, stay tuned. Salam PROFITS.

Go to Top