CPO dan Uni Eropa

in Berita Saham by

Komite Lingkungan Hidup di parlemen Eropa mengadopsi resolusi untuk menggunakan minyak nabati di bahan bakar pada tahun 2020 dan semua minyak sawit yang masuk ke Uni Eropa pada tahun 2020 memenuhi satu mekanisme standar.

Ini merupakan berita bagus untuk jangka panjang terhadap permintaan CPO.

Menurut advokasi transportasi dan lingkungan hidup Uni Eropa, 46% penggunaan minyak sawit pada tahun 2015 digunakan untuk bahan bakar kendaraan. Ini merupakan peningkatan 6 kali lipat dari 2010 dimana saat itu hanya 8% yang digunakan untuk bahan bakar.

Pada tahun 2014, permintaan minyak sawit Uni Eropa telah mencapai 3,2juta metrik ton. Ini merupakan peningkatan sebesar 2,76juta metrik ton dibanding 2010 yang saat itu hanya memiliki permintaan sebesar 456tibu metrik ton. Pada saat yang sama, konsumsi minyak kedelai untuk bahan bakar berkurang dari 995ribu metrik ton di tahun 2010 menjadi 440ribu metrik ton di tahun 2014.

Saat ini Uni Eropa mempromosikan bahan bakar dengan campuran minyak nabati sebagai pilihan untuk mengurangi kadar emisi karbon dari sektor transportasi. Kebanyakan bahan bakar nabati di Uni Eropa berasal dari perkebunan, ini menimbulkan pertentangan antara penggunaan lahan untuk makanan dan untuk bahan bakar nabati. RSPO (Roundtable for Sustainable Palm Oil) mendukung hal tersebut dan mempromosikan tentang Amsterdam Declaration, yang merupakan perjanjian yang disetujui beberapa anggota Uni Eropa yang bertujuan untuk mencapai perkebunan yang berkelanjutan dan bebas dari pengrusakan hutan.

Untuk pasar Amerika, mereka menharuskan importir memenuhi regulasi yang dikeluarkan oleh U.S. EPA (departemen lingkungan idup Amerika) dan mereka memproses minyak sawit sesuai dengan ASTM D6751 (standar spesifikasi untuk bahan bakar nabati). Menurut Departemen Agrikultur Amerika, impor minyak sawit di 2016 diperkirakan sebesar 1,27juta metrik ton.

* data dari http://www.valuewalk.com/2017/03/eu-parliament-2020-resolution-biofuels-imports-market-reacts/

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*