MARKET BRIEF: PTPP Akan Akuisisi Perusahaan Pondasi; Kerugian INTA Turun

in Berita Saham/Uncategorized by

Bareksa.com – Berikut ini adalah intisari perkembangan penting di pasar modal dan aksi korporasi, yang disarikan dari media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.

PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)

Perusahaan perkapalan ini membukukan peningkatan laba bersih mencapai 13,3 persen secara tahunan, menjadi US$5,04 juta pada 2016 dari US$4,44 juta pada 2015. Berdasarkan laporan keuangan akhir tahun 2016 yang dirilis perseroan, Kamis 16 Maret 2017, dari kegiatan inti perseroan dan anak usaha tahun lalu, Sillo Maritime mencatatkan pendapatan US$17,9 juta, tumbuh 15,2 persen dibandingkan pendapatan 2015 yang senilai US$15,6 juta.

PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT)

PORT menargetkan kenaikan pendapatan dan laba bersih sebesar 10 persen pada 2017 dibanding tahun sebelumnya. Per September 2016, emiten pengembang terminal petikemas dan kargo ini mencetak pendapatan sebesar Rp 815 miliar, dan laba Rp 190 miliar.

Direktur Utama Nusantara Pelabuhan Handal Paul Krisnadi mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan untuk mendongkrak kinerja. “Kami berharap revenue tahun ini tumbuh sekitar 10 persen atau berharap bisa sekitar Rp 900-an miliar,” ujar Paul usai pencatatan saham perdana PORT, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 16 Maret 2017.

PT PP (Persero) Tbk (PTPP)

PTPP akan  melaksanakan sejumlah akuisisi dalam waktu dekat. “Dua akuisisi akan closing bulan ini, menyusul satu akuisisi lagi pada April nanti,” ujar Tumiyana, Direktur Keuangan PTPP, seusai kegiatan RUPS PTPP, Kamis 16 Maret 2017.

Akuisisi tersebut dilakukan oleh salah satu anak usahanya, PT PP Peralatan. Target akuisisinya adalah perusahaan pondasi. Perseroan menyiapkan dana sekitar Rp1 triliun untuk merealisasikan rencana itu. Selain itu, PTPP juga telah menyiapkan Rp2 triliun hingga Rp3 triliun untuk agenda akuisisi yang akan dilakukan PT PP Energi.

PT Intraco Penta Tbk (INTA)

INTA menjaga kondisi keuangannya dengan perbaikan pendapatan. Perusahaan distributor alat-alat berat ini mencatat pendapatan Rp1,5 triliun tahun 2016, naik 13,8 persen dibanding setahun sebelumnya yang sebesar Rp1,32 triliun.

Kenaikan pendapatan ini menolong perusahaan memangkas rugi. Tercatat, rugi bersih tahun 2016 sebesar Rp193 miliar, lebih rendah ketimbang 2015 yang sebesar Rp309 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*