Menkeu targetkan hemat Rp 16 triliun dari belanja

in Uncategorized by

JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berniat menekan anggaran belanja pada setiap kementerian lembaga. Hal ini sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memerintahkan kepada para menteri agar menggunakan uang negara dengan efektif dan efisien.

Sri Mulyani memprediksi bisa melakukan penghematan hingga Rp 16 triliun. Oleh karena itu, kementerian lembaga harus terus meneliti belanja yang dilakukan, terutama belanja yang dianggap tidak memiliki dampak langsung ke masyarakat.

Caranya, menurut dia, adalah melihat total belanja barang 2017 ini supaya tidak melebihi yang sudah dibelanjakan pada 2016.

“Kalau pun ada, dananya dipakai untuk hal-hal yang sifatnya prioritas,” ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Kamis (1/6).

Dalam hal ini, ia memberikan contoh, penghematan yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ada beberapa program infrastruktur menurut dia yang perlu pembiayaan lebih.

“Itu dipakai menggunakan anggaran Rp 700 miliar yang seharusnya merupakan belanja barang menjadi belanja pembangunan infrastruktur,” kata dia.Menkeu targetkan hemat Rp 16 triliun dari belanja

Adapun Kemenkeu juga akan mengalokasikan dana sebesar Rp 1,1 triliun untuk kekurangan anggaran sertifikasi 5 juta lahan dan akan diajukan di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017.

Sebelumnya, Kemenkeu sudah mencairkan anggaran sebesar Rp 400 miliar menggunakan dana kebutuhan mendesak yang masuk dalam pos anggaran Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN).

Hal itu, menurut Sri Mulyani, adalah bagian dari reprioritasisasi belanja. Oleh karena itu, ia akan melihat kemungkinan realokasi belanja kementerian lainnya ke program-program seperti pengadaan tanah dan infrastruktur.

Sri Mulyani menekankan, dalam hal ini kementerian lembaga harus memperkuat sisi persiapan untuk pelaksanaan jaminan sosial. Namun, di saat yang sama menyisir hal yang sifatnya kurang bermanfaat bagi masyarakat.

“Jadi birokrasinya diefisienkan, namun belanjanya direalokasikan untuk yang sifatnya pertumbuhan, menciptakan lapangan kerja, melindungi masyarakat miskin. Itu yang kami lakukan di 2017 ini,” jelasnya.

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170602074250-85-218799/harga-minyak-ditutup-bervariasi-dipicu-berbagai-sentimen/

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Latest from Uncategorized

Go to Top