Perbaikan Prospek Moodys Dorong Optimisme Kinerja Perbankan

in Berita Saham by

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kenaikan prospek (outlook) sistem perbankan Indonesia dari stabil menjadi positif oleh Lembaga pemeringkat internasional Moodys Investor Service akan mendorong kinerja industri perbankan semakin optimis di tahun 2017.

Apalagi asesmen International Monetary Fund (IMF) terhadap sektor keuangan Indonesia di tahun 2017 atau yang dikenal dengan Financial Sector Assessment Program (FSAP) memberikan hasil positif. Secara umum IMF mengapresiasi keberhasilan Indonesia dalam melaksanakan reformasi di sektor jasa keuangan, sehingga kinerja makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan dapat terjaga dengan baik.

“Saya kira kan positif, malah salah satu rating agency juga mmberikan outlook positif terhadap industri perbankan. Saya pikir ini akan menjadi modal kita untuk lebih kerja optimis,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad di Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Sebagaimana diketahui, Moodys menaikkan outlook sistem perbankan Indonesia karena membaiknya kondisi lingkungan operasional perbankan, kualitas aset, dan dukungan yang memadai dari pemerintah. Selain lingkungan operasional dan kualitas aset, Moodys juga menilai industri perbankan Indonesia dari tiga aspek lainnya, yakni pendanaan dan likuiditas yang dinilai stabil, kemudian profitabilitas dan efisiensi yang dinilai membaik, serta terakhir sistem pendukung yang dinilai membaik.

Untuk pendanaan dan likuiditas, kondisinya stabil karena tekanan dari pertumbuhan kredit yang tinggi juga akan dikompenasasi dengan naiknya pertumbuhan simpanan, terutama deposito. Bank-bank di Indonesia dinilai memiliki ketergantungan yang kecil terhadap dana-dana skala menengah maupun besar atau di luar dana murah, dan neracanya relatif lancar dengan aset obligasi negara serta aset lancar lainnya di kisaran 27 persen dari aset sistem perbankan pada akhir Maret 2017 lalu.

Seluruh bank yang diperingkat Moodys, memenuhi standar minimum rasio kecukupan likuiditas (LCR). Untuk profitabilitas perbankan, Moodys menilai akan terus ditopang oleh margin bunga bersih di kisaran 5,3 persen. Angka itu adalah yang terbesar dibandingkan dengara negara-negara dengan potensi ekonomi yang sama dengan Indonesia.

Untuk aspek yang menjadi indikator kelima, Moodys memandang dukungan pemerintah dalam menjaga bisnis perbankan sangat baik. Kerentanan ekonomi Indonesia terhadap gejolak eksternal juga menurun yang dibarengi dengan stabilitas makro ekonomi serta disiplin belanja dalam APBN.(investing.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*