PT Salim Ivomas Pratama Tbk

in Analisa Fundamental/Berita Saham by

PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan produk-produk minyak sawit. SIMP merupakan salah satu anak usaha dari grup Indofood, dengan saham terbesar dipegang oleh Indofood Agri Resources Ltd.

Usaha dari emiten berkode SIMP sangat terintergrasi mulai dari hulu hingga hilir. Selain memliki lahan sendiri dengan jumlah yang luas, SIMP juga memiliki anak usaha yang sangat ternama dan telah lama bergerak di perkebunan sawit yaitu PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), SIMP memiliki saham LSIP sebesar 59,48%. Akuisisi Lonsum oleh grup Indofood terjadi pada tahun 2007. Setelah proses akuisisi teresebut, SIMP mulai berkonsentrasi pada sektor hilir bisnis sawit dan turunannya, dan LSIP berkonsentrasi pada sektor hulu diantaranya penjualan sawit dan crude palm oil (CPO), bibit dan pengembanganan.
Pada tahun 2016, laba SIMP naik 104% menjadi Rp 538,3 miliar. Penjualan naik sebesar 5% menjadi Rp 14,53 triliun, laba bruto naik 11% menjadi Rp 3,45 triliun dan laba usaha juga meningkat 26% menjadi Rp 2,05 triliun. Namun produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti dan CPO pada tahun 2016 mengalami sedikit penurunan masing-masing 13% dan 17%. Meski mengalami penurunan, namun perseroan mencatatkan kenaikan EBITDA (Earnings before interest, tax, depreciation and amortization) sebesar 33%. Ini dikarenakan kenaikan harga komoditas dan juga adanya selisih kurs. Perseroan masih memiliki lahan tanaman belum menghasilkan (TBM) sebesar 44.000 hektar, sehingga produksi sawit di masa yang akan datang masih dapat terus bertumbuh.
Untuk mendukung peningkatan produksi kelapa sawit, perseroan juga sedan melakukan pembangunan tiga Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Dua PKS diperkirakan akan selesai tahun ini, sedangkan satu PKS diperkirakan selesai tahun depan.
Pada tahun ini, pemerintah lebih melanjutkan program B20 yang telah dimulai pada awal tahun 2016 untuk sektor transportasi dan sektor industry, sedangkan untuk sektor pembangkit listrik diharuskan untuk mencampur 30% biodiesel. Peraturan pemerintah B20 adalah peraturan yang mencampurkan 20% bio disel dengan 80% minyak disel standar. Pada tahun ini pemerintah menargetkan konsumsi biodiesel dapat meningkat menjadi 4,6juta kiloliter dengan perbandingan 2,5juta kiloliter untuk menghasilkan campuran yang disubsidi dan 2,1jut akiloliter untuk minyak biodiesel yang tidak disubsidi.
Secara fundamental, perseroan memiliki keuangan yang stabil, dengan pertumbuhan yang terus berlanjut. Diperkiraan perseroaan akan membagikan dividen untuk keuangan tahun 2016 sebesar Rp 6,75 per saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*