PT Tunas Baru Lampung

in Analisa Fundamental/Rekomendasi Saham by

PT. Tunas Baru Lampung (TBLA), adalah salah satu anggota dari Sungai Budi Group, salah satu perintis industri pertanian di Indonesia yang didirikan pada tahun 1947. TBLA berdiri karena keinginan mendukung pembangunan negara dan memanfaatkan keunggulan kompetitif Indonesia di bidang pertanian. Saat ini, Sungai Budi Group adalah salah satu pabrikan dan distributor produk konsumen berbasis pertanian terbesar di Indonesia.

Anggota lain dari Sungai Budi Group adalah perusahaan publik PT Budi Starch Sweetener & Tbk (Sebelumnya PT Budi Acid Jaya Tbk), pabrikan tepung tapioka yang terbesar dan paling terintegrasi di Indonesia.

Bidang usaha TBLA diantaranya: minyak goreng sawit (PCA)/OLEIN, sabun (sabun cuci, mandi dan krim), minyak inti sawit (PKO), minyak kelapa sawit (CPO), stearin, palm fatty acid distillate (PFAD), sawit dan copra chips/expeller dan pelet, dan terakhir adalah gula.

Pada tahun ini TBLA resmi masuk bisnis pengolahan gula tebu. Pabrik gula yang dibangun perusahaan tersebut pada tahun 2015, telah beroperasi sejak akhir tahun 2016. Perusahaan ini juga mengantongi izin impor gula mentah (raw sugar) sebesar 100.000 ton pada tahun ini. Selama ini bisnis gula Tunas Baru Lampung hanya di sektor hulu, yakni memproduksi tebu yang dijual ke pabrik gula, melalui anak usaha yang bergerak di kebun tebu yakni PT Bangun NUsa Indah Lampung dan PT Adikarya Gemilang. Margin dari transaksi ini terbilang kecil. Dengan memiliki pabrik gula sendiri, perusahaan ini dapat meningkatkan margin keuntungan. TBLA menargetkan bisnis gula ini dapat berkontribusi sekitar 30% dari total pendapatannya. Bisnis gula merupakan bagian dari diversifikasi bisnis yang dilakukan Tunas Baru Lampung. Selama ini, perusahaan itu fokus pada bisnis perkebunan dan pengolahan kelapa sawit.

Perusahaan ini optimistis, bisnis gula bisa menjadi sumber pendapatan baru yang potensial. Apalagi, bisnis gula cenderung stabil dan memiliki pasar yang pasti. Dilihat dari laporan dari perusahaan,  tiap tahun perushaan berhasil mempertahankan pertumbuhan yang positif walaupun dalam keadaan ekonomi yang sedang buruk sekalipun. Selain itu, TBLA memiliki prospek peningkatan produksi komoditasnya karena masih adanya area yang saat ini belum tertanam. Dengan semakin membaiknya laporan keuangan perusahaan, maka pada tahun ini perusahaan diprediksi akan membagikan dividen dengan yield 2,5%. Pada tahun sebelumnya dividen yang dibagikan perusahaan tidaklah terlalu besar karena adanya proyek ekspansi dan pembangun pabrik.

Tantangan yang dihadapi perusahaan diantaranya keadaan cuaca, fluktuasi harga komoditas diantaranya harga CPO, dan makin terbatasnya ketersediaan lahan untuk ekspansi usaha.

Saat ini harga saham TBLA berada di level 1195. Target harga tahun ini diperkirakan berada pada level 1300-1500.

Annual results 2014 2015 2016F 2017F
Sales 6338 5331 6490 7513
Operating Income EBITDA 1028 905 1257 1646
Operating Profit EBIT 795 557 998 1342
Pre-Tax Profit EBT 562 263 795 1132
Net Income 433 197 613 874

*in billion rupiah

 

PERKEBUNAN AREA YG ADA AREA TERTANAM AREA MATANG AREA BELUM MATANG
Kelapa Sawit 17 17 17
Tebu 5466 4116 4116
Kelapa Sawit 8000 7507 7313 194
Kelapa Sawit 5000 2872 1317 1555
Kelapa Sawit 2800 2752 1755 997
Kelapa Sawit 27553
Kelapa Sawit 970 210 210
Kelapa Sawit 2826 145 145
Tebu 3649 3483 3483
Kelapa Sawit 9868 9868 9868
Kelapa Sawit 7958 7284 7284
Kelapa Sawit 4001 3253 2835 418
Nanas 2204
Tebu 4441 1574 170 1404
Kelapa Sawit 2972 1919 1565 354
Kelapa Sawit 9928 8228 6878 1350
Kelapa Sawit 12000 6045 3438 2607
Kelapa Sawit 1500 637 637
TOTAL AREA 111153 59910 42585 17325

*dalam hektar

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*