Tag archive

BEI

APEI Minta Besaran Modal untuk Transaksi Marjin Disunat

in Berita Saham by
APEI Minta Besaran Modal untuk Transaksi Marjin Disunat
Saat ini, jumlah minimal modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) perusahaan efek yang dapat menerima pinjaman untuk transaksi marjin sebesar Rp250 miliar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono

Jakarta, CNN Indonesia — Komite Ketua Umum (KKU) Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) periode 2017-2020 akan meminta regulator dan otoritas untuk menurunkan jumlah modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) minimal yang dapat menerima pinjaman untuk transaksi marjin oleh PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI) atau securities financing.

Seperti diketahui, sesuai aturan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah minimal MKBD perusahaan efek atau sekuritas yang dapat menerima pinjaman untuk transaksi marjin sebesar Rp250 miliar.

Salah satu pengurus KKU APEI, Zaki Mubarak menjelaskan, perusahaan sekuritas yang memiliki MKBD sebesar itu mayoritas merupakan perusahaan sekuritas asing. Sementara, jenis nasabah yang dimiliki perusahaan sekuritas asing umumnya dari institusi.

“Rata-rata perusahaan sekuritas asing tidak punya nasabah per orangan, kebanyakan institusi. Mereka tidak butuh marjin, kalau transaksi Rp100 miliar ya bayar Rp100 miliar,” ungkap Zaki, Senin (17/7).

Adapun, investor ritel rata-rata dimiliki oleh perusahaan sekuritas lokal. Namun, MKBD perusahaan sekuritas lokal sendiri belum melampaui MKBD perusahaan sekuritas asing atau bahkan masih dibawah Rp100 miliar.

“Kami juga berusaha mudah-mudahan yang bisa transaksi marjin yang tidak Rp250 miliar, tapi dibawah itu atau bahkan kalau bisa dibawah Rp10 miliar,” ucap Zaki.

Sekedar informasi, BEI menyebut operasional PEI akan dimulai pada bulan ini. Untuk tingkat bunganya sendiri akan berkisar single digit, sehingga perusahaan sekuritas dapat menekan tingkat bunga kepada investor yang melakukan peminjaman.

“Tujuan bukan hanya cari untung tapi tambah likuiditas pasar. Kami batasi spread perusahaan sekuritas (ke investor) 4 persen,” jelas Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, pekan lalu.

APEI Rombak Pengurus KKU

APEI baru saja mengubah KKU dan pengawas untuk periode 2017-2020 dari periode sebelumnya 2014-2017. Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Anggota (RUA) 15 Juli kemarin.

Dari hasil RUA tersebut, terdapa lima anggota APEI yang terpilih menjadi KKU periode selanjutnya. Namun, kelimanya belum menetapkan koordinator KKU.

Menurut Zaki, koordinator akan dipilih secara internal oleh lima KKU tersebut. Sehingga, anggota APEI tidak memiliki wewenang untuk menentukan.

“Tapi kami semua tidak ada yang lebih tinggi jabatannya, itu hanya koordinator internal saja,” kata Zaki.

Berikut lima pengurus KKU 2017-2020:
1. Karman Pamurahardjo
2. Octavianus Budianto
3. Rudy Utomo
4. Triny Talesu
5. Zaki Mubarak (gir)

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170717182900-92-228431/apei-minta-besaran-modal-untuk-transaksi-marjin-disunat

BEI : IHSG KUARTAL PERTAMA MENGUAT 5,12 PERSEN.

in Berita Saham by

(03/04/2017) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) di sepanjang kuartal pertama 2017 menguat 5,12 persen ke posisi 5.568,10 poin jika dibandingkan indeks pada kuartal terakhir tahun lalu di level 5.296,71 poin.Image result for idx

Kepala Divisi Komunikasi BEI Yulianto Aji Sadono dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, mengemukakan bahwa sejalan dengan penguatan IHSG, nilai kapitalisasi pasar saham juga meningkat sebesar 5,24 persen menjadi Rp6.055,23 triliun dari Rp5.753,61 triliun pada akhir 2016 lalu.

“Di sepanjang kuartal pertama 2017, IHSG dan nilai kapitalisasi pasar BEI berkali-kali berhasil melampaui rekor tertinggi sepanjang masa. Pencapaian tertinggi level IHSG dan nilai kapitalisasi pasar BEI terakhir terjadi pada Kamis (30/3) silam dengan ditutup di level 5.592,95 poin dengan nilai kapitalisasi Rp6.078 triliun,” paparnya.

Sementara itu, ia juga mengemukakan bahwa laju IHSG selama sepekan terakhir ini atau periode 27-31 Maret 2017 tercatat mengalami kenaikan tipis 0,02 persen dari posisi pekan sebelumnya 5.567,13 poin, nilai kapitalisasi pasar pada periode itu juga meningkat 0,08 persen.

Secara terpisah, Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan bahwa sentimen makroekonomi domestik yang relatif cukup kondusif di sepanjang kuartal pertama tahun ini menjadi salah satu faktor yang menopang IHSG.

“Laju inflasi yang stabil, meningkatnya cadangan devisa Indonesia hingga neraca perdagangan yang surplus menandakan ekonomi domestik cukup kondusif,” katanya.(end)

Sumber : http://www.iqplus.info/news/market_news/ekom-bei—ihsg-kuartal-pertama-menguat-5-12-persen,92072724.html

BEI hitung penghapusan batas bawah harga saham

in Uncategorized by

JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mematangkan rencana penghapusan batas bawah harga saham Rp 50 per saham. Sebelum memberlakukan aturan tersebut, otoritas bursa ingin menghitung secara cermat berbagai konsekuensi yang bakal timbul. Ada sejumlah konsekuensi yang berpotensi muncul, misalnya mengenai ketentuan fraksi harga dan lot saham. Dus, ada potensi biaya administrasi akan lebih mahal daripada harga sahamnya.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, perlu ada sejumlah aturan turunan jika penghapusan batas bawah ini berlaku. Pertama, soal fraksi harga dan penyesuaian pada lot saham. “Kami sedang menghitung, karena begini, fraksinya sama atau tidak? Kemudian lotnya berapa? Apabila 1 lot 100 unit saham, sementara harga sahamnya Rp 5, masak 1 lot 500? Ini sedang kami buat simulasinya,” jelas Tito, kemarin.

Otoritas BEI juga mempertimbangkan sistem yang khusus menangani saham-saham dengan harga di bawah Rp 50 per saham atawa saham gocap. Istilah sistem ini adalah penny counter. Sistem ini bertujuan membuat biaya transaksi saham tersebut menjadi terlihat lebih wajar. Misalnya, ada saham seharga Rp 50 per saham, kemudian terkoreksi menjadi Rp 10. Penurunan terjadi setelah ada penjualan satu lot saham tersebut. “Berarti, satu transaksi itu Rp 1.000. Jika seperti ini, administrasinya bakal lebih mahal, kan,” ungkap Tito.

Rencana BEI menghapus batas bawah harga saham menuai pro kontra. Di satu sisi, BEI berharap kebijakan ini bisa menghidupkan saham yang tidak likuid. Tapi di sisi lain, kebijakan ini bisa berefek negatif bagi investor yang memegang saham di bawah harga Rp 50. Bahkan, aturan tersebut bisa menggerus pendapatan komisi sekuritas. Pelaku pasar juga menyoroti proteksi terhadap investor.

Tak sedikit investor ritel yang sahamnya tersangkut di harga bawah. Jika batas saham gocap dihapus, berarti saham di bawah Rp 50 ikut ditransaksikan di pasar reguler. Artinya, harga saham bisa ke Rp 1 bahkan nol rupiah. Ini bisa terjadi, sebab, jika batas bawah dihapus, mekanisme pasar menjadi seperti instrumen waran yang tak punya batas bawah. “Itu yang masuk waran, ada yang harganya jadi Rp 1 bahkan nol. Mereka yang masuk waran rugi gede-gedean itu,” ungkap Direktur Erdhika Elit Sekuritas, Tjiong Toni, beberapa waktu lalu.

Penghapusan batas saham gocap juga berpotensi mengganggu bisnis broker, baik dari sisi kinerja maupun operasionalnya. Sebelumnya, Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Susy Meilina mengungkapkan, proteksi investor dan iklim bisnis broker yang kondusif harus menjadi perhatian utama.

 

Sumber : Kontan

Go to Top