Tag archive

Dividen

DIVIDEN TUNAI MAYORA Rp21 PER SAHAM DIBAGI 14 JULI.

in Berita Saham by

(16/06) – Dividen tunai PT Mayora Indah Tbk (MYOR) sebesar Rp21 per lembar akan dibagikan pada 14 Juli 2017 mendatang kepada para pemegang sahamnya.

Image result for mayora indah
Menurut keterangan perseroan Jumat, cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 21 dan 22 Juni 2017 sedangkan di pasar tunai pada 4 dan 5 Juli 2017 dengan DPS hingga 4 Juli 2017.

Dalam RUPS Tahunan pada 14 Juni 2017, ditetapkan penggunaan laba 2016 sebesar Rp1.345.716.806.578 sebagai dividen tunai Rp469.532.694.225 yang dibagi kepada 22.358.699.725 lembar.

Sementara sebesar Rp2.000.000.000 untuk dana cadangan dan sisa laba sebesar Rp874.184.112.353 sebagai laba ditahan. (end)

Sumber : http://www.iqplus.info/news/stock_news/myor-dividen-tunai-mayora-rp21-per-saham-dibagi-14-juli,66073539.html

CEKA BAGI DIVIDEN Rp150 PER SAHAM PADA 22 JUNI.

in Berita Saham by

Jakarta (24/05/17) – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp150 per lembar kepada pemegang sahamnya pada 22 Juni 2017 mendatang.
Image result for wilmar cahaya indonesia
Menurut keterangan perseroan Rabu disebutkan bahwa cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi 29 dan 30 Mei 2017 sedangkan cum dan ex di pasar tunai 2 dan 5 Juni 2017 dengan DPS hingga 2 Juni 2017.

Dalam RUPS Tahunan yang digelar 19 Mei lalu, diputuskan laba 2016 yang sebesar Rp249.697.013.626 digunakan untuk dana cadangan Rp250.000.000 sedangkan dividen tunai sebesar Rp89.250.000.000 dan sisanya Rp160.197.013.626 sebagai laba ditahan. (end)

Sumber : http://www.iqplus.info/news/stock_news/ceka-ceka-bagi-dividen-rp150-per-saham-pada-22-juni,43075827.html

Pan Brothers Bangun 2 Pabrik Baru Tahun Ini Senilai Rp 390 Miliar

in Berita Saham by

Jakarta, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) tahun ini akan membangun dua pabrik baru melalui anak usahanya PT Eco Smart Garment Indonesia. Pembangunan dua pabrik tersebut akan dimulai pada semester II tahun ini.

Wakil Direktur Utama Pan Brothers Anne Patricia Sutanto mengatakan pihaknya tahun ini menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 37 juta. Sekitar US$ 30 juta atau sekitar Rp 390 miliar (kurs Rp 13.000) akan digunakan untuk pembangunan 2 pabrik tersebut, sisanya untukmaintenance pabrik yang ada saat ini.Pan Brothers Bangun 2 Pabrik Baru Tahun Ini Senilai Rp 390 Miliar

Maintenance itu untuk pengembangan pabrik yang ada. Kita saat ini ada 23 pabrik 23 pabrik kurang lebih di 8 lokasi,” tuturnya di Graha CIMB, Jakarta, Senin (22/5/2017).

Anne menambahkan, sumber pendanaan capex akan diambil dari laba yang ditahan sebesar US$ 7 juta, sedangkan sisanya berasal dari global bondsyang diterbitkan perseroan pada Januari 2017 sebesar US$ 200 juta.

Kedua pabrik tersebut ditargetkan bisa beroperasi pada semester II 2018. Kedua pabrik tersebut memiliki kapasitas 21 juta pcs garment.

“Saat ini total kapasitas pabrik kita mencapai 90 juta pcs per tahun. Jika dua pabrik itu beroperasi kapasitas produksi kita meningkat 111 juta pcs per tahun,” imbuhnya.

Kedua pabrik tersebut juga diperkirakan bisa menyerap tenaga kerja hingga 12 ribu pekerja. Adapun jumlah tenaga kerja Pan Brothers dari 23 pabrik yang ada mencapai 35 ribu pekerja.

Sayangnya Anne masih merahasiakan lokasi dari kedua pabrik baru tersebut. Namun dia memberi kisi-kisi kedua pabrik itu akan berada sekitar Jawa Tengah atau Jawa Barat, tergantung ketersediaan tenaga kerja.

“Lokasi bisa di Jawa Tengah bisa di Jawa Barat, yang penting man power-nya tinggi,” tuturnya.

Bagikan Dividen Rp 2 per Saham

Pada hari ini, perusahaan juga mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 2 per saham atau Rp 11 miliar secara total. Keputusan tersebut juga telah disetujui para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Dividen nilainya Rp 2, secara total Rp 11 miliaran. Kurang lebih dari laba bersih sekitar 7-8%,” kata Anne.

Untuk jadwal pembagian saham, perseroan akan mengambil data pemegang saham yang berhak menerima dividen pada 5 Juni 2017 (recording date).

“Untuk sampai ke pemegang saham kita sesuai aturan yang berlaku saja,” tuturnya.

Pada 2016, PBRX mengantongi laba bersih sebesar US$ 14,58 juta dan penjualan sebesar US$ 482,2 juta. Tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 15%.

“Untuk bottom line targetnya kurang lebih sama dengan tahun lalu sekitar 2%,” imbuhnya.

Pada kuartal I-2017 kinerja PBRX mengalami perlambatan. Tercatat laba bersih perseroan turun dibanding kuartal I-2016 sebesar US$ 3,72 juta menjadi US$ 2,18 juta.

Menurut Anne kuartal I memang merupakan siklus penjualan yang rendah bagi perseroan. Adapun puncak penjualan terjadi pada kuartal II dan III.

“Kuartal I memang paling rendah walaupun sizenya naik 10%. Tapi memang yang paling tinggi di kuartal II dan III itu. Kuartal III bisa cover target kita itu,” tukasnya. (dna/dna)

Sumber : https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-3508415/pan-brothers-bangun-2-pabrik-baru-tahun-ini-senilai-rp-390-miliar

LAJU SAHAM 18 APRIL: Berikut Aksi 6 Emiten

in Berita Saham by

(18/04/2017), JAKARTA- Waterfront  Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah saham menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Selasa (18/4/2017).

Octavianus  Marbun, Analis PT Waterfront  Securities Indonesia mengatakan saham tersebut adalah:

  • SUPR akan terbitkan notes US$400 Juta

PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) melalui anak usahanya di Singapura, Pratama Agung PTe Ltd, akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau notes senilai maksimal USD400 juta atau setara dengan Rp5,355 triliun dengan kurs Rp13.388 per dolar AS. Notes ini dijamin dengan menggunakan aset perseroan jika diperlukan sebesar nilai notes yang diterbitkan yakni US$400 juta. Hasil penerbitan notes ini akan digunakan untuk menambah modal kerja dan menunjang kebutuhan pendanaan secara umum. Hasil penerbitan notes ini akan disalurkan ke anak usaha perseroan lain yakni Kharisma Pte Ltd yang nantinya disalurkan berupa fasilitas antar perusahaan kepada perseroan.

  • TMAS akan bagi dividen Rp20,29/saham

PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) berencana membagikan dividen tunai sebesar Rp20,29 per saham. Rencana itu sudah disetujui pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Pemegang saham sepakat untuk menyisihkan sebagian laba bersih yang diperoleh perusahaan pada tahun lalu yang sebesar Rp231,30 miliar untuk dividen. Jadi total dividen yang akan dibayarkan kali ini sekitar 10% dari laba 2016. Selain untuk dividen, sisa atau sebesar Rp208 miliar dari perolehan laba bersih di tahun lalu akan dibukukan sebagai laba ditahan.

  • SDRA akan rights issue II sebanyak 1,7 miliar saham

PT Bank Woori Saudara Tbk (SDRA) akan melakukan Penawaran Umum Untuk Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (Rights Issue II) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.700.000.000 saham baru atau 25,10% dari modal ditempatkan dan disetor. Setiap pemegang 1 saham lama yang namanya tercatat hingga 29 Mei 2017 berhak atas 1 saham baru yang harga pelaksanaannya belum ditentukan. Pemegang saham utama perseroan Woori Bank Korea akan melaksanakan haknya untuk membeli saham baru sedangkan pemegang saham lain Medco Group tidak melaksanakan haknya. Cum dan ex di pasar reguler/negosiasi dijadwalkan sementara pada 23 dan 24 Mei 2017 sedangkan di pasar tunai dijadwalkan sementara pada 29 dan 30 Mei 2017 dengan periode perdagangan HMETD pada 31 Mei – 7 Juni 2017. Sekitar 60% dana hasil rights issue II ini akan digunakan untuk kebutuhan pengembangan usaha seperti penyaluran kredit dan 30% untuk pelunasan obligasi serta sisanya untuk kebutuhan investasi aset tetap.

  • Marketing sales CTRA pada kuartai I capai 12,58% dari target 2017

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) pada kuartal I 2017 mencatatkan prapenjualan ataumarketing salestak jauh berbeda dibanding kuartal I/2016. Per Maret,marketing salesmencapai Rp 1,22 triliun, tumbuh tipis dibandingkan dengan kuartal I 2016 yang sebesar Rp1,1 triliun. Dengan melihat hasil tersebut, CTRA berharap di kuartal selanjutnya bisa meningkatkan penjualan. Sepanjang tahun ini, CTRA menargetkan marketing sales Rp9,7 triliun. Sehingga marketing sales CTRA di kuartal satu setara 12,58% dari target 2017. Di 2017, CTRA menyiapkan beberapa proyek baru, seperti Puri di Jakarta Barat, Citraland Cibubur, Citra Plaza, Citra Land Tallasa, Ciputra Beach Resort Sadana, dan proyek komersial yakni Ciputra Mall di Tangerang.

  • Penjualan saham Waskita Toll Road ditargetkan selesai Juli

PT Waskita Toll Road Tbk (WSKT) menargetkan proses penjualan saham anak usahanya PT Waskita Toll Road selesai pada Juli tahun ini. Waskita Toll Road akan menerbitkan saham baru maksimal 20% dari modal disetor, yang kemudian diserap oleh investor strategis. Perseroan berharap minimal terdapat lima perusahaan yang tertarik menanamkan modal di Waskita Toll Road.

  • Per Maret PPRO bukukan marketing sales 17% dari target akhir tahun

PT PP Properti Tbk (PPRO) membukukan realisasi marketing sales selama tiga bulan pertama tahun ini sekitar Rp600 miliar, atau sekitar 17% dari target yang ditetapkan perseroan pada 2017. Realisasi tersebut hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu. PPRO targetkan marketing sales tahun ini sebesar Rp3,5 triliun, naik dibandingkan pencapaian tahun lalu Rp2,4 triliun

Sumber : http://market.bisnis.com/read/20170418/191/645937/laju-saham-18-april-berikut-aksi-6-emiten

BCA Bagi Dividen Rp200 Per Saham

in Berita Saham by

(07/04/2017). JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2016 sebesar Rp4,9 triliun atau setara Rp200 per saham kepada para pemegang saham. Dari segi angka, total jumlah dividen tersebut naik sekitar 24% dibandingkan dengan pembagian keuntungan pada tahun sebelumnya, sebesar Rp3,9 triliun.

Namun, dilihat dari porsinya per total laba pada buku berjalan, persentasenya hanya naik tipis, yakni dari 22% dari laba bersih 2015 menjadi 24%. Hal ini lantaran jumlah laba bersih BCA sPresiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiatmadja (tengah) berbincang dengan Wakil Presiden Direktur Eugene Keith Galbraith (kiri) dan Presiden Komisaris Djohan Emir Setijoso seusai RUPST, di Jakarta, Kamis (6/4).ecara konsolidasi sepanjang tahun 2016 tumbuh 14,4% di bandingkan 2015, yakni menjadi Rp20,6 triliun.

Dilihat dari trennya, persentase pembagian dividen BCA memang sempat menurun secara perlahan sejak 2008. Titik terendah terjadi pada RUPST 2014, yakni sebesar 20,7%. Kemudian, pada tahun berikutnya trennya mulai kembali meningkat tipis. Kendati begitu, porsinya belum kembali ke titik tertinggi dalam 10 tahun terakhir, yakni sebesar 49,4% dalam RUPST tahun 2008.

 

 

PALING RENDAH

Secara industri, porsi pembagian dividen BCA adalah yang paling rendah dibandingkan dengan bank buku IV lainnya pada tahun ini, seperti Bank Mandiri (45%), BRI (40%) dan BNI (35%) Manajemen BCA menyatakan porsi tersebut di tetapkan dengan mempertimbangkan rasio kecukupan modal.

Bank swasta nasional terbesar ketiga tersebut membidik pertumbuhan kredit sebesar 8%-10% pada tahun ini, dengan prediksi rasio NPL 1,5% – 2%, lebih tinggi dari tahun lalu 1,3%.

“Kalau terlalu jor-joran , nanti tidak cukup capitalnya,” kata Raymon Yonarto, Head of Financial and Accounting BCA, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (6/4).

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan jumlah tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp70 per saham yang telah dibayarkan oleh Perseroan pada tanggal Desember 2016.

Sisanya, sebanyak Rp130 per saham akan dibayarkan sesuai aturan yang berlaku. Lebih lanjut, dia mengatakan pihaknya memang mempertimbangkan penguatan modal.

Dalam laporan keuangan pada 2016, emiten berkode BBCA tersebut mencatatkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio /CAR) sebesar 21,9%.

Kendati pada dasarnya masih mencukupi untuk kebutuhan ekspansi pada tahun ini, BCA ingin tetap memupuk permodalan guna menyesuaikan pada peraturan Otoritas Jasa Keuangan terbaru, terutama POJK tentang Rencana Aksi (Recovery Plan bagi Bank Sistemik.

Sumber : http://koran.bisnis.com/read/20170407/430/643412/bca-bagi-dividen-rp200-per-saham

Bagi dividen, CAR BNI turun ke 18,5%

in Berita Saham by

Musim pembagian dividen masih berlanjut. Setelah Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), kini giliran Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang memanjakan pemegang saham melalui pembagian dividen.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar Kamis (16/3) kemarin, BNI memutuskan menebar dividen sebesar 35% dari laba bersih tahun lalu atau senilai Rp 3,96 triliun kepada pemegang saham. Dari porsi tersebut, pemerintah selaku pemegang 60% saham BNI mendapatkan jatah dividen sebesar Rp 2,38 triliun.

Sementara itu, sebesar 65% dari laba bersih atau Rp 7,37 triliun akan digunakan sebagai laba ditahan. Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menuturkan, rasio dividen meningkat ketimbang tahun 2015 yang sebesar 25% atau setara Rp 2,69 triliun.

Meski setoran dividen membesar, BNI memastikan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan masih dalam batas aman. CAR sebelum ada dividen 19,5%. Setelah ada dividen kami proyeksikan 18,5%, ujar Baiquni, Kamis (16/3).

Selain menebar dividen, RUPS tahunan juga mengumumkan pengangkatan Herry Sidharta dari posisi Direktur BNI menjadi Wakil Direktur Utama BNI. Bank berlogo 46 ini juga mengangkat Catur Budi Harto sebagai anggota direksi.

Pengangkatan Herry untuk menggantikan kursi kosong yang ditinggalkan Wakil Direktur Utama BNI sebelumnya yakni Suprajarto. Aroma konsolidasi antar bank pelat merah kian merebak setelah hari sebelumnya Suprajarto resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama BRI.

Perubahan juga terjadi di jajaran kursi komisaris. RUPS memutuskan memberhentikan dengan hormat Pradjoto sebagai Wakil Komisaris Utama dan Anny Ratnawati sebagai anggota Komisaris Independen BNI.

Sebagai gantinya, RUPS mengalihkan penugasan Wahyu Kuncoro dari Komisaris menjadi Wakil Komisaris Utama BNI. RUPS pun menyetujui dan mengangkat Marwanto Harjowiryono sebagai anggota komisaris, serta Ahmad Fikri Assegaf sebagai anggota komisaris independen.

Dus, susunan anggota pengurus BNI setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni sebagai berikut Hartadi A. Sarwono sebagai Komisaris Utama/Komisaris Independen, Wahyu Kuncoro sebagai Wakil Komisaris Utama, Ahmad Fikri Assegaf, Pataniari Siahaan, dan Revrisond Baswir sebagai Komisaris Independen. Sementara Marwanto Harjowiryono, Joni Swastanto dan Bistok Simbolon sebagai Komisaris BNI.

Di kursi direksi, ada Achmad Baiquni sebagai Direktur Utama dan Herry Sidharta sebagai Wakil Direktur Utama. Sementara Catur Budi Harto Rico Rizal Budidarmo, Anggoro Eko Cahyo, Adi Sulistyowati, Bob Tyasika Ananta, Imam Budi Sarjito, Panji Irawan, dan Putrama Wahju Setiawan sebagai direktur. Catatan, BNI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 11,34 triliun atau tumbuh 25,1% di 2016.

sumber : kontan

BANK MANDIRI BAGI DIVIDEN Rp6,21 TRILIUN.

in Berita Saham by

(15/03/2017) – PT Bank Mandiri Persero Tbk membagikan dividen sebesar Rp6,21 triliun atau 45 persen dari laba perseroan di 2016 sebesar Rp13,8 triliun.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A Arianto dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa malam, mengatakan dividen yang dibagikan ini setara dengan Rp266,27 per lembar saham.Image result for bank indonesia

Mandiri menyebut pembagian dividen dari laba 2016 itu merupakan “spesial dividen” karena ada tambahan 15 persen. Pada 2015, rasio dividen yang diberikan emiten bersandi BMRI itu sebesar 30 persen dari laba.

“Pemberian dividen tersebut sudah mempertimbangkan likuiditas perseroan untuk bisnis ke depan, serta apresiasi kepada investor,” ujar dia.

Direktur Keuangan dan Treasuri Mandiri Pahala Mansury mengatakan dengan pembagian “spesial dividen” tersebut, rasio kecukupan modal inti (Capital Adequacy Ratio/CAR) berkurang menjadi 19,5 persen dari 21 persen.

Meskipun CAR berkurang, Pahala mengatakan ketentuan CAR Mandiri masih di atas ketentuan sebagai bank berkualifikasi skala ASEAN (Qualified Asean Bank/QAB) dan juga sebagai Bank Sistemik. Dengan dua predikat tersebut, OJK meminta CAR Mandiri minimal 15,5 persen.

“Jadi meskipun dividen kita 45 persen, CAR kita masih di atas ketentuan OJK,” ujar dia.

Sementara itu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tersebut, Mandiri juga menunjuk Anggota Dewan Komisioner LPS Destry Damayanti dan akademisi Makmur Keliat sebagai Komisaris Independen, menggantikan Aviliani dan Abdul Aziz. (end)

Sumber http://www.iqplus.info/news/stock_news/bmri-bank-mandiri-bagi-dividen-rp6-21-triliun,73073712.html

PP Properti Bagi Dividen Rp1,3 per Saham

in Berita Saham by

08/03/2017 Jakarta —  Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2016 senilai Rp1,3 per saham atau setara total mencapai Rp73 miliar.

Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat disela RUPST di Jakarta, Rabu (8/3) mengatakan total dividen ini setara 20% dari laba bersih 2016 yang mencapai Rp365 miliar.

“Distribusi dividen kepada pemegang saham akan dilakukan pada 10 April 2017,” katanya.

Menurut Taufik, pembagian dividen tersebut merupakan komitmen perseroan untuk mengejar pertumbuhan kinerja berkelanjutan dan menghasilkan laba sebagai nilai tambah bagi pemegang saham.

Terkait kinerja, hingga akhir 2016 perseroan membukukan peningkatan laba bersih 20% menjadi Rp365 miliar, sedangkan pendapatan naik 42% menjadi Rp2,15 triliun.

Sumber : http://www.imq21.com/news/read/426194/20170308/140853/PP-Properti-Bagi-Dividen-Rp1-3-per-Saham.html

Astra Graphia (ASGR) Bagi Dividen Interim Rp27 Per Saham, Ini Jadwal Lengkapnya!

in Uncategorized by

Bisnis.com, JAKARTA—PT Astra Graphia Tbk. (ASGR) berencana membagikan dividen interim kepada para pemegang saham sebesar Rp27 per saham.Astra Graphia (ASGR) Bagi Dividen Interim Rp27 per Saham, Ini Jadwal Lengkapnya!

Berdasarkan pengumuman di IDX yang dipublikasikan Senin (26/9/2016), disebutkan bahwa perseroan telah mendapat persetujuan dari dewan komisaris direksi ASGR pada 22 September 2016 di mana diputuskan pembagian dividen interim kepada para pemegang saham perseroan dari hasil laba tahun buku yang berakhir 31 Desember 2016.

Adapun, nilainya sebesar Rp27 per lembar saham. Berikut jadwal lengkapnya:

  • Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi : 29 September 2016
  • Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi : 30 September 2016
  • Cum dividen di pasar tunai : 4 Oktober 2016
  • Ex dividen di pasar tunai 5 Oktober 2016
  • Recording date: 4 Oktober 2016
  • Pelaksanaan pembayaran: 17 Oktober 2016
Go to Top