Tag archive

harga

Harga timah melambung tinggi

in Berita Saham by

JAKARTA. Kenaikan harga timah masih berlanjut secara signifikan. Imbas dari keringnya pasokan dan dugaan masih akan naiknya kebutuhan timah katalis pendongkrak harga timah untuk sementara waktu.

Mengutip Bloomberg, Senin (22/5) pukul 16.12 WIB harga timah kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange melambung 0,62% ke level US$ 20.527,50 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Harga ini bahkan sudah terbang 3,28% dalam sepekan terakhir.

Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka menjelaskan saat ini timah sedang dibalut katalis positif. Dongkrakan terbesar bagi harga datang setelah hingga pertengahan Mei 2017 lalu pasokan timah turun ke level terendahnya sejak 1989 atau bertengger di level 2.290 ton.Harga timah melambung tinggi

Efeknya ada kekhawatiran di pasar akan terjadi kekurangan pasokan timahpadahal di saat yang bersamaan data manufaktur AS cukup memuaskan pasar.

Memang pada akhir pekan lalu dicatatkan indeks manufaktur Philadelphia April 2017 mengalami pertumbuhan dari 22,0 menjadi 38,8. “Indikasinya perbaikan ekonomi di AS berhasil menggenjot sektor manufaktur yang banyak membutuhkan logam industri termasuk timah,” kata Ibrahim.

Maka wajar jika harga masih mencatatkan kenaikan meski di awal pekan ini posisi indeks dollar AS sedang berupaya rebound.

Hingga pukul 17. 03 WIB indeks dollar AS tercatat menguat 0,16% ke level 97,30 sehingga ini juga yang mengarahkan Ibrahim pada perkiraan ada kans kenaikan harga timah untuk sesaat tertahan.

“Tapi bukan berarti tren kenaikannya akan berakhir, jika data manufaktur Eropa Selasa (23/5) dirilis tumbuh seperti perkiraan, maka harga bisa jaga kenaikan,” tebak Ibrahim.

Diperkirakan data flash manufaktur Prancis, Jerman dan Eropa masih akan mampu menjaga pertumbuhan di level ekspansif.

Dengan data perkiraan awal manufaktur AS April 2017 yang dinilai bisa tumbuh dari 52,8 menjadi 53,2. “Jangka pendek trennya masih bullish,” tutup Ibrahim.

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/harga-timah-melambung-tinggi

PT Timah Optimistis Kinerja Kian Moncer

in Berita Saham by

(29/07/2017) Jakarta —  PT Timah (Persero) Tbk optmistis kinerja keuangan akan lebih baik dan menjanjikan selama 2017, dengan target perolehan laba Rp862 miliar.

“Kenaikan harga timah di tahun 2016 dan proyeksi kenaikan harga yang masih akan berlanjut pada tahun ini memberikan keuntungan bagi PT Timah,” kata Direktur Utama Riza Pahlevi dalam paparan materi dikutip Rabu (29/3).

Menurut dia, optimisme ini didasarkan pada proyeksi IMF akan pertumbuhan ekonomi global sepanjang tahun ini yang mencapai 3,4%. IMF berkeyakinan pulihnya ekonomi di negara-negara berkembang menjadi motor penggerak pertumbuhan global.

“Dengan potensi tersebut, maka perseroan melihat peluang bagi bisnis logam timah pada tahun ini,” ujarnya.

Perseroan menargetkan dapat memproduksi timah sebanyak 35.550 ton atau 49,45% lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya yang sebanyak 23.756 ton.

Dalam kondisi perekonomian dunia yang masih lesu, harga komoditas logam timah dunia justru menunjukkan arah yang sebaliknya. Bukan kelesuan yang hadir, namun keperkasaan harga yang tercipta. Secara perlahan, harga logam timah terus meningkat.

Pada penutupan perdagangan 30 Desember 2016 lalu, harga timah di London Metal Exchange mencapai US$21.100 per Mton. Harga timah tersebut jauh meningkat dibanding penutupan 30 Desember 2015, sebesar US$14.600 per Mton. Sejumlah analis memprediksi, kenaikan harga timah dunia akan terus berlanjut 2017.

Naiknya harga timah, antara lain, dipicu oleh produksi dan persediaan timah dunia yang menurun, sementara permintaan tetap tinggi. Penurunan persediaan timah terjadi sebagai imbas aksi penyelamatan lingkungan sehingga industri timah memangkas produksinya, seperti yang terjadi di Tiongkok dan Indonesia.

Pada penutupan 30 Desember 2016, stok timah di LME anjlok 3.745 ton, jauh menyusut apabila dibandingkan dengan stok penutupan 30 Desember 2015 yang mencapai sebesar 6.140 ton.

Berdasarkan data CRU konsumsi logam timah pada 2016 mendapai 352.700 MT, sedangkan produksi sebesar 341.390 MT, sehingga kekurangan logam sebesar 11.310 MT.

 

 

Pengusaha Nikel Minta Dilibatkan Dalam Mematok Harga Mineral

in Berita Saham by


Indonesia
— Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) berharap bisa dilibatkan oleh pemerintah di dalam proses penetapan Harga Patokan Mineral (HPM) setiap bulannya. Ini ditujukan agar harga jual mineral tetap memperhatikan sisi penawaran dari perusahaan tambang.Pengusaha Nikel Minta Dilibatkan Dalam Mematok Harga Mineral

Ketua Umum APNI Ladjiman Damanik mengatakan, perlu ada sinergi antara harga yang ditawarkan perusahaan tambang dengan harga yang diminta perusahaan smelter agar harga mineral bisa saling menguntungkan kedua belah pihak. Soalnya, selama ini harga yang diminta perusahaan smelter tak selaras dengan keinginan perusahaan tambang.

Apalagi, ketentuan mengenai HPM ini sudah diatur di dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 7 Tahun 2017 yang merupakan turunan dari pasal 85 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017. Artinya, sudah seharusnya harga jual mineral “Yang jelas, kami ingin ada sinergisitas harga bahan baku dengan pengolah bahan baku. Selama ini, di satu sisi, asosiasi smelter kan beli unit ore bukan business to business, tapi mematok harga sendiri. Padahal, idealnya kan sesuai harga patokan mineral,” tutur Ladjiman di Kementerian ESDM, Senin (6/3).

Lebih lanjut ia menuturkan, harga patokan ideal tentu saja harus mengacu kepada indeks logam dunia, seperti London Metal Exchange. Selain itu, ia juga sepakat jika evaluasi harga patokan ditetapkan sebulan sekali, seperti ketentuan Permen ESDM 7/2017.

“Kami ingin tiap bulan ada hubungannya dengan kami terkait harga patokan yang mengacu ke lokal maupun internasional,” terang dia.

Sinergi harga ini, lanjutnya, sudah masuk ke dalam program kerja APNI sepanjang tahun 2017. Dengan harga yang sesuai, ia juga berharap, pengusaha pertambangan menjadi tergugah menjual hasil tambangnya ke industri smelter domestik.

“Karena cadangan nikel di Indonesia masih banyak, 6 miliar ton. Tentu saja, kemampuan kami dalam memasok bahan baku ke industri masih sanggup,” imbuhnya.

Menurut Permen ESDM Nomor 7/2017, HPM logam merupakan harga yang ditetapkan di titik serah penjualan (at sale point) secara Free on Board untuk masing-masing komoditas tambang.

Harga patokan tersebut mengacu kepada empat indeks logam, yaitu LME, London Bullion Market Association, Asian Metal, dan Indonesian Commodity and Derivatives Exchange.(bir)

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170306160123-85-198167/pengusaha-nikel-minta-dilibatkan-dalam-mematok-harga-mineral/

Rights issue JSMR ditetapkan Rp 3.900 per lembar

in Berita Saham by

Rights issue JSMR ditetapkan Rp 3.900 per lembar

Kontan, JAKARTA.  PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menetapkan harga penawaran sahamrights issue sebesar Rp 3.900 per lembar dari perkiraan sebelumnya yaitu Rp 3.700-4.500 per lembar.

Menurut keterangan Selasa (22/11), jumlah saham yang akan dilepaskan sebanyak 457.871.200 saham atau 2,40% dari total modal ditempatkan dan disetor. Sementara sebelumnya, jumlah saham yang Selanjutnya, dalam keterangan disebutkan bahwa dana yang diterima JSMR sebesar Rp1,785 triliun. Setiap pemegang 500.000 saham lama hingga 30 November 2016 berhak memperoleh 33.667 HMETD.

Pembeli siaga dari aksi korporasi ini adalah Bahana Securities, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas. Cum dan ex di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 25 dan 28 November 2016.

Sementara di pasar tunai akan jatuh pada 30 November dan 1 Desember 2016 dengan periode perdagangan 2-8 Desember 2016. Adapun pemegang saham publik yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami dilusi maksimal 6,31%

Harga BBM Papua Sama Dengan di Jawa, Rini: Pertama Kali Sejak RI Merdeka

in Uncategorized by

Detik,Finance Jakarta – PT Pertamina (Persero) tengah mengupayakan agar seluruh daerah terdepan, terluar, dan terpencil di Indonesia bisa merasakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sama dengan harga normal di wilayah lainnya di Indonesia. Harga BBM Papua Sama Dengan di Jawa, Rini: Pertama Kali Sejak RI Merdeka

Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan berkurangnya ketimpangan harga-harga di wilayah timur Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno di sela kunjungannya ke Jayapura dalam rangka meresmikan sejumlah proyek BUMN di bidang energi.

“Pada dasarnya memang Pak Presiden sejak menjadi Presiden di Oktober 2014 salah satu penekanan utamanya adalah ke Papua dan Papua Barat. Beliau kan datang pertama kali ke sini dan melihat persoalan-persoalan apa di sini. Yang utama, Presiden berkali-kali datang ke Papua, melihat di Wamena harga BBM bisa Rp 70.000/liter,” ujar Rini di Jayapura, Papua, Senin (17/10/2016).

Pertamina sendiri memiliki misi untuk memenuhi BBM satu harga di delapan wilayah di Papua yang memiliki harga BBM di atas rata-rata harga nasional, mulai dari Rp 60.000 hingga Rp 100.000 per liternya.

Delapan wilayah tersebut di antaranya pegunungan Arfak di Papua Barat, Illaga di Kabupaten Puncak, Kabupaten Tolikora, Yahukimo, Nduga, Memberamo Tengah, Memberamo Jaya, dan Kab Intan Jaya. Daerah-daerah ini kerap sulit diakses baik via laut, sungai, darat maupun udara untuk tujuan pengiriman BBM tersebut.

Untuk menjangkau wilayah-wilayah tersebut, sampai saat ini Pertamina telah menginvestasikan tiga buah pesawat air tractor yang akan mengangkut BBM ke wilayah-wilayah pegunungan dan beberapa moda transportasi pengangkut BBM lainnya untuk menjangkau jenis wilayah lainnya.

Adapun biaya untuk suplai BBM ke seluruh wilayah tersebut menjadi tanggung jawab (subsidi) dari Pertamina. Hal ini disebut dengan subsidi silang, yang mana keuntungan di wilayah-wilayah lainnya di Indonesia digunakan untuk mensubsidi ongkos angkut BBM di wilayah terdepan, terluar dan terpencil di Indonesia.

“Jadi ini cross subsidi. Karena kalau tidak cross subsidi, tidak bisa harganya sama. Karena cost transportasinya jauh lebih mahal. Tapi alhamdulillah, kita dengan teamwork, BUMN efisiensi, dan hadir untuk negeri, kita bisa merealisasikan impian kita bahwa di Papua harganya bisa satu. Pertamina untungnya sudah banyak, jadi harus ngasih subsidi ke yang sulit,” ujar Rini.

“Dan ini betul-betul pertama kali sejak kemerdekaan Republik Indonesia, bahwa harga BBM bisa sama secara nasional di Papua,” tambahnya.

Dengan harga BBM yang turun jauh dan sama secara nasional ini, maka biaya-biaya logistik diharapkan bisa lebih murah sehingga harga-harga barang lain ikut turun, sehingga masyarakat Indonesia di wilayah terpencil bisa mengejar ketertinggalannya.

“Saya yakin dengan demikian mampu banyak melakukan hal bagi masyarakat, membantu masyarakat yang kurang mampu, kurang beruntung, yang tadinya tempatnya tidak terjangkau,” pungkasnya.

Sebagai informasi, rencananya Program BBM Satu Harga ini akan diresmikan Jokowi di Yahukimo pada Selasa (18/10/2016).

Dalam kunjungannya, Jokowi juga akan meresmikan 6 infrastruktur kelistrikan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, yang juga menjadi perhatiannya sejak awal menjadi Presiden

KRAS belum tetapkan harga rights issue

in Uncategorized by

JAKARTA. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) memastikan harga pelaksanaanrights issue belum terbentuk.

“Sampai saat ini, kami bersama kementerian BUMN belum menetapkan harga saham untuk rights issue, kami masih membahasnya,” tegas Corporate Secretary KRAS Arief Budiman saat dimintai konfirmasinya oleh KONTAN, Senin (17/10).

Hal ini sekaligus membantah isu yang beredar jika KRAS telah menetapkan harga pelaksanaan rights issue Rp 565 per saham. Ini merupakan level tertinggi atas rentang harga rights issue yang sebelumnya telah diumumkan oleh manajemen KRAS. Adapun rentang bawah rights issue tersebut adalah Rp 500 per saham.

Asal tahu saja, perseroan akan menerbitkan sebanyak 3,3 miliar saham hingga 3,74 miliar saham. Rencananya, setiap 250.000 saham lama, berhak atas 52.592 HMETD hingga 59.429 HMETD.

Rentang harga pelaksanaan tersebut berada di bawah harga KRAS saat rentang tersebut diumumkan Rp 825 per saham. Dana maksimal yang bisa diraih KRAS dari rights issue tersebut sekitar Rp 2,2 triliun. Tanggal efektif HMETD rencananya dilakukan pada 10 Oktober mendatang.

KRAS mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,5 triliun melalui aksi rights issue tersebut. Perseroan akan menggunakan 66% dana rights issue untuk memenuhi kebutuhan modal kerja proyek pembangunan hot strip mill 2.

Pabrik senilai US$ 381,8 juta ini diharapkan bisa beroperasi pada semester I-2019. Proyek ini untuk meningkatkan kapasitas produksi penggulungan baja(rolling) dari 2,4 juta ton per tahun menjadi 3,9 juta ton per tahun.

Sementara itu, sebesar 34% dari dana rights issue akan digunakan sebagai ekuitas untuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara 1×150 Mega Watt (MW).

PLTU itu ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2019. Nilai investasinya mencapai Rp 2,3 triliun. Perseroan juga akan mengkombinasikan sumber pendanaan lain seperti kas internal atau ekuitas guna memenuhi kebutuhan investasi tersebut.

KRAS sudah hampir menuntaskan pabrik blast furnance. Pabrik itu rencananya akan bisa beroperasi di akhir tahun ini. Proyek ini akan menurunkan ongkos bahan baku perseroan, mengurangi kebutuhan listrik dan menyeimbangkan fasilitas produksi upstream dan downstream perseroan.

Manajemen KRAS memperkirakan penghematan biaya dari proyek ini mencapai US$ 58,3 per ton untuk produk Hot Rolled Coil (HRC) atau baja lembaran panas. Dengan kata lain, KRAS bakal berhemat 18% dari total ongkos produksi HRC tahun 2015.

Kucuran dana PMN diproyeksi bisa mendorong kinerja KRAS dalam jangka panjang. Dengan PMN, pada tahun 2020 pendapatan KRAS diperkirakan naik menjadi US$ 3,6 miliar dibandingkan bila tanpa PMN sebesar US$ 2,8 miliar. Sementara itu, laba bersih KRAS juga diperkirakan naik menjadi US$ 459 juta dengan PMN dan US$ 261 juta tanpa PMN.

 

Sumber : Kontan

Jokowi Perintahkan Harga Gas Industri US$ 5 Mulai Akhir November

in Uncategorized by

Katadata, Presiden Joko Widodo memerintahkan harga gas untuk industri diturunkan hingga hampir setengah dari harga sekarang. Penurunan ini harus dilakukan mulai bulan depan. Hal ini diungkapkannya di hadapan para kabinetnya dalam rapat terbatas mengenai penetapan harga gas untuk industri di Kantor Presiden, Jakarta, hari ini (4/10).Jokowi

Informasi yang diperoleh Jokowi, saat ini harga gas di Indonesia sangat tinggi dibandingkan negara-negara lain, terutama di ASEAN. Harga gas di dalam negeri rata-rata mencapai US$ 9,5 per juta british thermal unit(mmbtu). Bahkan di beberapa daerah harganya mencapai US$ 11-12 per mmbtu.

Sementara di Vietnam harganya US$ 7 per mmbtu. Di Malaysia dan Singapura hanya US$ 4 per mmbtu. Padahal, kata dia, Indonesia mempunyai cadangan gas bumi yang cukup banyak. Apalagi jika dibandingkan dengan tiga negara tersebut yang saat ini mengimpor gas.

Dengan harga gas yang mahal ini, industri di Indonesia tidak akan bisa bersaing dengan negara lain. Terutama untuk industri pengguna gas, seperti pupuk, baja, petrokimia, dan lain-lain. Makanya dalam rapat tersebut dia memerintahkan kabinetnya bisa mengupayakan agar harga gas bisa turun.

“Saya kemarin hitung-hitungan, ketemunya antara US$ 5-6 per mmbtu. Kalau masih lebih dari itu, enggak usah dihitung saja. Syukur di bawah itu,” ujarnya. “Lakukan penyederhanaan dan pemangkasan rantai pasok, sehingga lebih efisien.”

Usai ratas, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan nantinya harga gas untuk kebutuhan dalam negeri dan yang diekspor harganya akan sama. Menteri Perindustrian akan ditugaskan untuk melakukan pengembangan industri turunan atau pengguna gas bumi nasional.

“Tadi Bapak Presiden menugaskan kepada Menko Perekonomian, Menko Maritim, Menteri Perindustrian dan Menteri Keuangan, agar finalisasi harga gas ini bisa diselesaikan selambatnya pada akhir November,” ujarnya

 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan ada 10 industri yang akan mendapat pengurangan harga diantaranya pupuk, petrokimia, makanan dan minuman, alas kaki, kertas, baja, keramik, kaca, dan semen. Industri ini dinilai sangat membutuhkan harga gas yang rendah, mengingat penggunaan kapasitas produksi industri ini rata-rata di bawah 70 persen.

Dia mencontohkan industri baja yang total kapasitasnya mencapai 10 juta ton per tahun, tapi saat ini produksinya hanya 5 juta ton. Produksi ini tidak sejalan dengan industri semen yang produksinya mencapai 60 juta ton. Menurutnya dengan produksi semen yang mencapai 60 juta ton, konsumsi besi beton seharusnya mencapai 6 juta ton. Kenyataannya produksi besi beton saat ini hanya 3,5 juta ton.

Ini terjadi karena industri baja tidak mampu berproduksi dengan biaya tinggi. Salah satunya akibat harga gas yang mahal. Oleh karena itu pemerintah perlu melakukan intervensi agar harganya bisa turun. Presiden Jokowi bahkan memberikan target industri ini bisa mendapatkan harga gas sebesar US$ 6 per mmbtu pada akhir November tahun ini.

“Jadi berlaku efektif yang ditargetkan 1 Januari 2017 harga diharapkan bisa di dapat,” kata Airlangga. Harga ini berlaku secara nasional dan bisa lebih rendah lagi untuk industri yang dekat dengan sumur gas.

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja mengakui bahwa seharusnya harga gas di dalam negeri bisa turun, sesuai dengan arahan Jokowi. Mengingat saat ini harga minyak yang bisa menjadi acuan harga energi sudah rendah.

Saat ini untuk harga gas yang di tingkat hulu mencapai US$ 5 per mmbtu, harga akhir yang diterima konsumen mencapai US$ 8 per mmbtu. Ini terjadi karena ada tambahan biaya transmisi dan distribusi masing-masing US$ 1,5 per mmbtu.

Sesuai perintah Jokowi, Kementerian ESDM akan mengupayakan efisiensi dan menurunkan harga di setiap komponen biaya ini. “Ada hal-hal yang harus dibenahi, misalnya adalah trader (pedagang gas) yang berlapis-lapis. Ada yang 4 trader di satu titik, titik lain ada trader-trader lagi. Jadi harganya berlapis-lapis,” ujarnya.

Rendahnya harga minyak dunia seharusnya bisa membuat biaya produksi gas di tingkat hulu bisa berkurang. Wirat mengatakan harga gas di hulu akan diturunkan menjadi US$ 4 per mmbtu. Sehingga harga yang akan didapat oleh industri pengguna gas bisa mencapai US$ 5-6 per mmbtu.

Harga rights issue KRAS maksimal Rp 565 per saham

in Uncategorized by

Kontan, JAKARTA. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menetapkan kisaran harga pelaksanaanrights issue. Sukandar, Direktur Utama KRAS mengatakan, kisaran harga pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dalam aksi korporasi itu sebesar Rp 500 hingga Rp 565 per saham.

Perseroan akan menerbitkan sebanyak 3,3 miliar saham hingga 3,74 miliar saham. Rencananya, setiap 250.000 saham lama, berhak atas 52.592 HMETD hingga 59.429 HMETD.Harga rights issue KRAS maksimal Rp 565 per saham

“Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru sesuai harga pelaksanaan,” ujar Sukandar, Selasa (4/10).

Harga pelaksanaan itu berada di bawah harga KRAS saat ini sebesar Rp 825 per saham. Dana maksimal yang bisa diraih KRAS dari rights issue tersebut sekitar Rp 2,2 triliun. Tanggal efektif HMETD rencananya dilakukan pada 10 Oktober mendatang.

KRAS mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,5 triliun melalui aksi rights issue tersebut. Perseroan akan menggunakan 66% dana rights issue untuk memenuhi kebutuhan modal kerja proyek pembangunan hot strip mill 2.

Pabrik senilai US$ 381,8 juta ini diharapkan bisa beroperasi pada semester I-2019. Proyek ini untuk meningkatkan kapasitas produksi penggulungan baja (rolling) dari 2,4 juta ton per tahun menjadi 3,9 juta ton per tahun.

Sementara itu, sebesar 34% dari dana rights issue akan digunakan sebagai ekuitas untuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara 1×150 Mega Watt (MW).

PLTU itu ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2019. Nilai investasinya mencapai Rp 2,3 triliun. Perseroan juga akan mengombinasikan sumber pendanaan lain seperti kas internal atau ekuitas guna memenuhi kebutuhan investasi tersebut.

KRAS sudah hampir menuntaskan pabrik blast furnance. Pabrik itu rencananya akan bisa beroperasi di akhir tahun ini. Proyek ini akan menurunkan ongkos bahan baku perseroan, mengurangi kebutuhan listrik dan menyeimbangkan fasilitas produksi upstream dan downstream perseroan.

Manajemen KRAS memperkirakan penghematan biaya dari proyek ini mencapai US$ 58,3 per ton untuk produk Hot Rolled Coil (HRC) atau baja lembaran panas. Dengan kata lain, KRAS bakal berhemat 18% dari total ongkos produksi HRC tahun 2015.

Kucuran dana PMN diproyeksi bisa mendorong kinerja KRAS dalam jangka panjang. Dengan PMN, pada tahun 2020 pendapatan KRAS diperkirakan naik menjadi US$ 3,6 miliar dibandingkan bila tanpa PMN sebesar US$ 2,8 miliar. Sementara itu, laba bersih KRAS juga diperkirakan naik menjadi US$ 459 juta dengan PMN dan US$ 261 juta tanpa PMN.

HARGA MINYAK 26 SEPTEMBER: Aljazair Beri Harapan Kesepakatan Produksi, WTI Rebound

in Uncategorized by

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga minyak mentah dunia terpantau rebound pada perdagangan hari ini, Senin (26/9/2016), menyusul pernyataan Menteri Energi Aljazair mengenai terbukanya segala pilihan untuk pemangkasan atau pembekuan produksi minyak pada pertemuan informal para produsen OPEC pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak November menguat 0,74% atau 0,33 poin ke US$44,81 per barel pada pukul 12.38 WIB, setelah dibuka dengan rebound 0,31% ke posisi US$44,62.HARGA MINYAK 26 SEPTEMBER: Aljazair Beri Harapan Kesepakatan Produksi, WTI Rebound

Pada saat yang sama, patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak November menguat 0,85% atau 0,39 poin ke level US$46,28, setelah dibuka turun 0,35% atau 0,16 poin di level 46,05.

Pada perdagangan Jumat (23/9), harga minyak mentah berakhir anjlok hampir 4% di tengah tanda-tanda bahwa Arab Saudi dan Iran hanya membuat sedikit kemajuan dalam hal pencapaian kesepakatan pendahuluan untuk pembekuan produksi.

Namun, Menteri Energi Aljazair Noureddine Bouterfa kemarin menyatakan bahwa pertemuan negara anggota OPEC di sela-sela Forum Energi Internasional pada 26-28 September tidak akan sia-sia.

“Kami tidak akan keluar dari pertemuan tersebut tanpa hasil apapun,” tegasnya.

Menurut Jonathan Barratt, Kepala pajabat investasi Ayers Alliance, fakta bahwa negara-negara seperti Aljazair masih membicarakan kemungkinan kesepakatan berarti hal tersebut masih dapat terjadi meski di sisi lain terdapat pula pendapat yang berbeda.

“Saya harap Aljazair dan Venezuela terus mendorong tercapainya kesepakatan – sangat penting bagi mereka untuk menjaga harga untuk naik,” kata Barratt, seperti dilansir Reuters hari ini.

Menperin Akui Harga Gas dan Listrik RI Kalah dari Thailand dan Vietnam

in Uncategorized by

IMQ, Jakarta —  Harga gas industri di pasar dalam negeri belum mampu mengangkat daya saing produk industri nasional di kancah kompetisi negara-negara Asean.

“Mahalnya harga gas industri dinilai menjadi faktor utama produk-produk dari Indonesia belum mampu memenetrasi pasar Asean,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto pada acara FGD Efek berganda dari penurunan harga gas industri dan dampaknya bagi perekonomian nasional di Jakarta, Kamis (22/9).

Airlangga mengakui, indeks harga gas dan listrik Indonesia kalah jauh dibanding Thailand dan Vietnam. Di level dunia, Indonesia hanya mampu menempati posisi ke 170 untuk harga gas dan listrik. Jika di luar biaya logistik dan biaya-biaya lainnya, Indonesia hanya mampu menempati posisi 150.

“Indeks harga gas dan listrik kita jauh dari Thailand yang indeksnya 100, kita di posisi 170. Sedangkan dengan Vietnam juga kalah karena menempati posisi 120 dan Indonesia harga gas serta listriknya kalau di luar logistik, cost of fund hanya di 150,” papar dia.

Faktor daya saing, lanjut Airlangga, menjadi yang utama untuk meraup pangsa pasar di kawasan regional Asean. Memperbaiki daya saing butuh ketegasan dan keterlibatan semua pihak untuk bersama-sama memperbaiki sisi hulu tingginya harga gas dan listrik Tanah Air.

“Selain infrastruktur energi, perlu juga kebijakan pembiayaan yang mempermudah para industri. Pembiayaan untuk industri diharapkan lebih banyak disalurkan ketimbang pembiayaan-pembiayaan untuk sektor konsumsi,” ujarnya.

Seperti diketahui, menurut data Kemenperin, harga gas bumi di Singapura hanya sekitar US$4,5 per juta British thermal unit (MMBTU), Malaysia US$4,47 per MMBTU, dan Filipina US$5,43 per MMBTU.

Di Indonesia, harga gas untuk industri berkisar antara US$9 hingga US$10 per MMBTU. Mahalnya gas bumi untuk industri itu karena pengaliran gas dari hulu ke konsumen menggunakan pipa transmisi dan pipa distribusi yang panjangnya kiloan meter.

Go to Top