Tag archive

ihsg

Minim Sentimen, IHSG Diproyeksi Bergerak Variatif

in Berita Saham by

Jakarta, Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi pada perdagangan hari ini, Selasa (30/5) seiring minimnya faktor katalis pasar.

Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menjelaskan, kondisi ini mengakibatkan mayoritas pelaku pasar melakukan aksi beli selektif pada saham lapis kedua (second liner). Hal itu didorong oleh aksi korporasi berupa pembagian dividen oleh sebagian emiten lapis kedua.

“IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dengan support di 5.700 hingga resistance di 5.730, rawan koreksi lanjutan,” ungkap David dalam risetnya, dikutip Selasa (30/5).

Sependapat, analis senior Binaartha Securities Reza Priyambada memaparkan, IHSG berpotensi mengalami koreksi lanjutan karena posisinya saat ini dinilai belum kuat untuk bangkit (rebound) secara teknikal.

“Rentan adanya pelemahan lanjutan seiring belum kuatnya posisi pijakan IHSG,” terang Reza dalam risetnya.
Minim Sentimen, IHSG Diproyeksi Bergerak Variatif
Untuk itu, ia memprediksi, IHSG akan berada dalam rentang support 5.688-5.700 dan resistance 5.727-5.742.

Adapun, IHSG kemarin ditutup melemah 4,48 poin (0,07 persen) ke level 5.712 setelah bergerak di antara 5.703-5.730. Menurut David, pelaku pasar menunggu(wait and see) karena minimnya insentif positif dari dalam dan luar negeri.

“Ditambah sejumlah bursa global termasuk China dan AS libur awal pekan ini,” imbuh David.

Dia menjelaskan, aksi beli selektif cenderung melanda saham perbankan, tambang logam, dan perdagangan. Sementara itu, aksi jual terjadi pada sektor infrastruktur, properti, dan perkebunan. (agi)

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170530073456-92-218137/minim-sentimen-ihsg-diproyeksi-bergerak-variatif/

LAJU SAHAM 18 APRIL: Berikut Aksi 6 Emiten

in Berita Saham by

(18/04/2017), JAKARTA- Waterfront  Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah saham menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Selasa (18/4/2017).

Octavianus  Marbun, Analis PT Waterfront  Securities Indonesia mengatakan saham tersebut adalah:

  • SUPR akan terbitkan notes US$400 Juta

PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) melalui anak usahanya di Singapura, Pratama Agung PTe Ltd, akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau notes senilai maksimal USD400 juta atau setara dengan Rp5,355 triliun dengan kurs Rp13.388 per dolar AS. Notes ini dijamin dengan menggunakan aset perseroan jika diperlukan sebesar nilai notes yang diterbitkan yakni US$400 juta. Hasil penerbitan notes ini akan digunakan untuk menambah modal kerja dan menunjang kebutuhan pendanaan secara umum. Hasil penerbitan notes ini akan disalurkan ke anak usaha perseroan lain yakni Kharisma Pte Ltd yang nantinya disalurkan berupa fasilitas antar perusahaan kepada perseroan.

  • TMAS akan bagi dividen Rp20,29/saham

PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) berencana membagikan dividen tunai sebesar Rp20,29 per saham. Rencana itu sudah disetujui pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Pemegang saham sepakat untuk menyisihkan sebagian laba bersih yang diperoleh perusahaan pada tahun lalu yang sebesar Rp231,30 miliar untuk dividen. Jadi total dividen yang akan dibayarkan kali ini sekitar 10% dari laba 2016. Selain untuk dividen, sisa atau sebesar Rp208 miliar dari perolehan laba bersih di tahun lalu akan dibukukan sebagai laba ditahan.

  • SDRA akan rights issue II sebanyak 1,7 miliar saham

PT Bank Woori Saudara Tbk (SDRA) akan melakukan Penawaran Umum Untuk Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (Rights Issue II) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.700.000.000 saham baru atau 25,10% dari modal ditempatkan dan disetor. Setiap pemegang 1 saham lama yang namanya tercatat hingga 29 Mei 2017 berhak atas 1 saham baru yang harga pelaksanaannya belum ditentukan. Pemegang saham utama perseroan Woori Bank Korea akan melaksanakan haknya untuk membeli saham baru sedangkan pemegang saham lain Medco Group tidak melaksanakan haknya. Cum dan ex di pasar reguler/negosiasi dijadwalkan sementara pada 23 dan 24 Mei 2017 sedangkan di pasar tunai dijadwalkan sementara pada 29 dan 30 Mei 2017 dengan periode perdagangan HMETD pada 31 Mei – 7 Juni 2017. Sekitar 60% dana hasil rights issue II ini akan digunakan untuk kebutuhan pengembangan usaha seperti penyaluran kredit dan 30% untuk pelunasan obligasi serta sisanya untuk kebutuhan investasi aset tetap.

  • Marketing sales CTRA pada kuartai I capai 12,58% dari target 2017

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) pada kuartal I 2017 mencatatkan prapenjualan ataumarketing salestak jauh berbeda dibanding kuartal I/2016. Per Maret,marketing salesmencapai Rp 1,22 triliun, tumbuh tipis dibandingkan dengan kuartal I 2016 yang sebesar Rp1,1 triliun. Dengan melihat hasil tersebut, CTRA berharap di kuartal selanjutnya bisa meningkatkan penjualan. Sepanjang tahun ini, CTRA menargetkan marketing sales Rp9,7 triliun. Sehingga marketing sales CTRA di kuartal satu setara 12,58% dari target 2017. Di 2017, CTRA menyiapkan beberapa proyek baru, seperti Puri di Jakarta Barat, Citraland Cibubur, Citra Plaza, Citra Land Tallasa, Ciputra Beach Resort Sadana, dan proyek komersial yakni Ciputra Mall di Tangerang.

  • Penjualan saham Waskita Toll Road ditargetkan selesai Juli

PT Waskita Toll Road Tbk (WSKT) menargetkan proses penjualan saham anak usahanya PT Waskita Toll Road selesai pada Juli tahun ini. Waskita Toll Road akan menerbitkan saham baru maksimal 20% dari modal disetor, yang kemudian diserap oleh investor strategis. Perseroan berharap minimal terdapat lima perusahaan yang tertarik menanamkan modal di Waskita Toll Road.

  • Per Maret PPRO bukukan marketing sales 17% dari target akhir tahun

PT PP Properti Tbk (PPRO) membukukan realisasi marketing sales selama tiga bulan pertama tahun ini sekitar Rp600 miliar, atau sekitar 17% dari target yang ditetapkan perseroan pada 2017. Realisasi tersebut hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu. PPRO targetkan marketing sales tahun ini sebesar Rp3,5 triliun, naik dibandingkan pencapaian tahun lalu Rp2,4 triliun

Sumber : http://market.bisnis.com/read/20170418/191/645937/laju-saham-18-april-berikut-aksi-6-emiten

Senin, IHSG menanti data inflasi BPS

in Berita Saham by

(03/04/2017) JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,44% pada Jumat (31/3) ke level 5.568,1. Pergerakan IHSG di pekan kemarin menguat tipis 0,02% atau masih lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang naik 0,48%.

Laju IHSG kembali berhasil melampaui high level sebelumnya di 5581,18 dengan berada di 5606,02 namun, mulai berkurang penguatannya seiring mulai adanya aksi jual maupun ambil untung.

Pekan ini, indeks akan kembali menghadapi sejumlah sentimen. Positifnya laporan keuangan emiten serta cukup suksesnya program tax amnesty menjadi momentum bagi investor untuk merealisasikan keutungan mengingat penguatan sebelumnya sudah cukup signifikan.Image result for idx image

Robertus Yanuar Hardi, Analis Reliance Securities memprediksi, IHSG bergerak mix cenderung turun untuk menguji level support terdekatnya pada 5.450.

Namun, apabila bisa bertahan di atas 5.500, maka peluang untuk melanjutkan penguatan akan tetap terjaga guna mengincar resistensi selanjutnya pada 5.600-5.700.

Dia masih melihat adanya sentimen positif seperti keuangan emiten pada 2016, dan cukup baiknya pencapaian program tax amanesty yang belum lama berakhir. “Apabila inflasi Maret masih sesuai estimasi dan terkendali di bawah bulan sebelumnya. maka hal ini juga dapat menambah sentimen positif bagi pergerakan pasar,” katanya dalam riset yang diterima KONTAN.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi bulanan dan tahunan, besok (3/4).

Sementara itu, Bima Setiaji, Analis NH Korindo Sekuritas menyatakan pekan ini, investor akan melihat rilis data inflasi global maupun domestik. Dia memperkirakan data inflasi Indonesia akan meningkat menyentuh 4,1%, lebih tinggi dari Februari 2017 sebesar 3.83%.

“Tren kenaikan inflasi ini tentu akan memperkecil peluang penurunan BI Repo Rate yang saat ini sebesar 4,75%,” terang kepada KONTAN, Minggu (2/4).

Reza Priyambada Analis Binaartha Parama Sekuritas mengatakan,  IHSG akan mempertahankan kenaikannya, namun akan ada persiapan untuk menghadapi kondisi yang buruk. Antara lain, seperti seperti progres kebijakan Donald Trump setelah gagalnya penerimaan proposal kesehatan oleh anggota kongres. Beberapa saham pilihan menurut Reza, diantaranya seperti AISA, INAF, INCO, BNGA, dan BJTM.

Reza memprediksi IHSG pada pekan ini bergerak direntang level support pada 5.550 – 5.570 dan resistance pada 5.615 – 5.627. “Pada pekan ini, akan ada berbagai sentimen terutama dari ekonomi global dan lokal,” terang Reza dalam riset yang diterima KONTAN, Minggu (2/4).

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/senin-ihsg-menanti-data-inflasi-bps

AKSI EMITEN 30 MARET: BIRD Gencar Diversifikasi, RALS Catat Pertumbuhan Kinerja

in Berita Saham by

(30/03/2017) . JAKARTA – Emiten operator taksi PT Blue Bird Tbk. akan mengoptimalkan pendapatan dari lini bisnis baru yang dirintis perseroan sejak tahun lalu yakni paket wisata. Secara grup, Blue Bird juga gencar melirik peluang bisnis lain. (Bisnis Indonesia)

PP Properti (PPRO). PT PP Properti Tbk. mengumumkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp280 per saham dengan total saham yang akan dikeluarkan sebanyak 5,49 miliar saham. (Bisnis Indonesia)

Ramayana Lestari Sentosa (RALS). Meski pertumbuhan ekonomi tahun lalu tengah loyo, PT Ramayana Lestari Sentosa masih bisa mencatatkan pertumbuhan kinerja. Penjualan peritel ini bisa naik 5,8% dari Rp8,23 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp7,78 triliun. (Kontan)

Kimia Farma (KAEF). PT Kimia Farma Tbk berencana membangun beberapa klinik kesehatan di kota Mekkah dan Jeddah, Arab Saudi. Pembangunan klinik di kota suci umat Islam tersebut karena banyaknya jemaah haji dan umrah dari Indonesia yang melakukan ibadah ke sana. (Kontan)

Indo Tambangraya Megah (ITMG). Pemegang saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sepakat menggunakan 99,84% laba bersih tahun lalu senilai US$130,5 juta sebagai dividen tunai final. Jumlah dividen ini setara dengan Rp1.143 per saham. (Investor Daily)

Wijaya Karya (WIKA). Perusahaan asal Prancis, Matiere Group melalui PT Matiere Bridge Building Indonesia menggandeng PT Wijaya Karya Tbk untuk mengembangkan proyek jalan dan jembatan kerangka baja. (Investor Daily)

Sumber : http://market.bisnis.com/read/20170330/7/641186/aksi-emiten-30-maret-bird-gencar-diversifikasi-rals-catat-pertumbuhan-kinerja

AKSI EMITEN 24 MARET: Dua RS Siloam Bakal Dilepas, Euforia Masih Menyulut Bursa Saham

in Berita Saham by

(24/03/2017). Jakarta.

PT Lippo Karawaci Tbk. sedang memproses pelepasan aset berupa dua rumah sakit Siloam yang ditaksir memiliki nilai Rp1,5 triliun kepada perusahaan pengelola dana investasi real estat (DIRE) di Singapura. (Bisnis Indonesia)

Penawaran Oversubscribe 4 Kali. Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar. (Bisnis Indonesia)

SSIA Incar Rp300 Miliar. PT Surya Semesta Internusa Tbk. menargetkan kontrak baru dari lini bisnis jalan tol pada tahun ini dapat mencapai sedikitnya Rp300 miliar. Emiten dengan kode saham SSIA ini tengah menjajaki tender sejumlah ruas tol baru. (Bisnis Indonesia)

Berlomba Rilis Produk Anyar. Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi yakin menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, tiga produk reksa dana terbuka meluncur ke pasar.Tiga produk reksa dana tersebut yakni Victoria Prime Equity Fund, Phillip Government Bond, dan Panin Beta One. (Bisnis Indonesia)

Euforia Masih Menyulut Bursa Saham. Euforia masih menggelayuti pasar saham Indonesia. Pada transaksi kemarin (23/3), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di posisi 5.563,76, rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. IHSG bahkan sempat mencapai level 5.576,67. (Kontan).

Sumber : http://market.bisnis.com/read/20170324/7/639908/aksi-emiten-24-maret-dua-rs-siloam-bakal-dilepas-euforia-masih-menyulut-bursa-saham

Rupiah dan Saham Menguat, BI Nilai Fed Rate Bukan Momok

in Berita Saham by

Bank Indonesia (BI) menilai positif reaksi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau Fed Fund Rate (FFR).

Seperti diberitakan sebelumnya, pada perdagangan hari ini, perdagangan nilai tukar rupiah ditutup menguat ke Rp13.347 per dolar AS, atau naik 17 poin (0,13 persen) setelah bergerak di kisaran Rp13.313-Rp13.355.

Hal sama juga terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat 85,86 poin (1,58 persen) ke level 5.518 setelah bergerak di antara 5.458-5.518. Sementara, di pasar valuta asing,

“Yang kita khawatirkan bahwa kenaikan dari Fed Fund Rate akan diikuti dengan pelemahan di emerging market, baik itu di local currency maupun di saham itu ternyata tidak terjadi. Ini yang kami lihat masih positif,” tutur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo dalam konferensi pers di BI, Kamis (16/3).

Dody mengungkapkan kenaikan FFR sebesar 25 basis poin telah diperkirakan oleh pasar. Tak ayal, pasar di negara berkembang tidak mendapatkan guncangan.

BI sendiri memperkirakan tahun ini kenaikan FFR akan terjadi sebanyak tiga kali. Hal itu sesuai dengan pidato Gubernur bank sentral AS Janet Yellen dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) kemarin.

Lebih lanjut, antipasi kenaikan FFR ke dapan diimbangi oleh perekonomian Indonesia yang masih menarik di mata investor. Terbukti hingga tanggal 13 Maret lalu, aliran dana masuk ke Indonesia mencapai US$2,1 miliar hingga US$2,2 miliar.

“Jadi Indonesia masih dipandang positif dari sisi fundamentalnya dan masih dipandang cukup baik dari sisi suku bunga atau potensi imbal hasil dari pembelian surat-surat berharga domestik,” jelasnya.

Namun demikian, BI juga memantau adanya sedikit penurunan aktivitas penjualan surat berharga dan ekspor yang diharapkan hanya akan terjadi sementara.

Selanjutnya, BI akan terus mencermati dampak lanjutan kenaikan FFR demi menjaga kestabilan makroekonomi dan sistem keuangan. (gir)

sumber: cnnindonesia

Menkeu Sri Mulyani: Indonesia Butuh Pertumbuhan Investasi 8%

in Berita Saham by

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Indonesia membutuhkan pertumbuhan investasi sebesar 8 persen untuk mendapatkan skenario pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

“Presiden sangat menekankan skenario apapun, semuanya membutuhkan investasi yang lebih besar. Jadi, growth (pertumbuhan) dari investasi harus di atas 8 persen tahun ke tahun,” kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, mengutip Antara, Rabu (15/3).

Ia mengungkapkan, pertumbuhan investasi saat ini berada di kisaran enam persen. Maka, menurut dia, untuk bisa mencapai 8 persen, maka tidak mungkin hanya memompa dari defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saja, tetapi paling penting dari sektor swasta.

“Termasuk kontribusi dari kredit perbankan, capital market. Dari sisi BMN, capital expenditure (belanja modalnya) dan Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN),” terang dia.

Sementara, untuk inflasinya sendiri tetap dengan asumsinya adalah antara 4,5 plus minus 1 dengan nilai tukar rupiah sebesar Rp13.300-13.000 atau maksimal Rp13.900 per dolar AS.

Pertumbuhan ekonomi 2018 ditargetkan berkisar 5,2-6,1 persen yang nantinya akan disesuaikan bergantung pada perkembangan ekonomi yang terjadi sepanjang semester 1 2017.

Sri Mulyani menambahkan, dari sisi defisit APBN akan diberikan rambu-rambu pada kisaran 2 – 2,2 persen, sehingga diharapkan masih dapat terkendali dengan baik.

“Bahkan pemerintah dalam hal ini tidak hanya memperhatikan defisit total, tetapi juga saya sampaikan, primary balance-nya juga diharapkan bisa lebih turun ke 0,5. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kita kombinasikan antara penerimaan negara harus tumbuh, tax ratio harus tumbuh jadi 11 persen, dan belanjanya harus semakin terfokus pada hal-hal produktif,” imbuh dia. (bir)

sumber: cnnindonesia

IHSG Diprediksi Menguat Usai Kenaikan Bunga Acuan The Fed

in Berita Saham by

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren positifnya pada perdagangan hari ini, Kamis (16/3), didukung oleh pasar global yang kondusif pasca-keputusan The Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat (AS), menaikkan suku bunga acuannya (Fed Rate).

Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menyatakan, bursa saham Wall Street menguat tadi malam. Dow Jones naik 0,54 persen ke level 20.950,10, dan S&P500 menguat 0,84 persen ke level 2.385,26.

Menurut David, pelaku pasar merespon positif kenaikan Fed Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 0,75 persen – 1 persen sesuai dengan ekspektasi. Kenaikan suku bunga The Fed ini merupakan kenaikan kedua kali dalam tiga bulan terakhir.

“The Fed juga memperkirakan akan ada kenaikan secara bertahap, dua kali lagi tahun ini, mengurangi kekhawatiran pasar akan kenaikan dipercepat,” ujar David dalam risetnya, dikutip Kamis (16/3).

Tak hanya kenaikan suku bunga The Fed, pergerakan pasar global juga didukung oleh harga minyak dunia yang bangkit (rebound) 2,4 persen ke level US$48,89 per barel. Bangkitnya harga minyak turut mengerek harga saham sektor energi.

Sementara, IHSG terbilang bergerak stagnan pada perdagangan kemarin. Meski menguat ke level 5.432 , tetapi penguatannya tidak sampai satu persen. Menurut David, perdagangan di pasar modal kemarin terbilang sepi dengan nilai transaksi yang hanya Rp4,3 triliun.

“IHSG kemarin bergerak bervariasi dalam rentang terbatas. Penguatan IHSG tertahan menyusul sentimen pasar kawasan Asia yang kurang kondusif mengantisipasi rencana kenaikan bunga FFR,” jelasnya.

Namun demikian, David optimistis, IHSG dapat kembali menguat pada perdagangan hari ini. Dalam hal ini, kenaikan harga sejumlah komoditas dan pembagian keuntungan (dividen) kepada pemegang saham dari sejumlah emiten juga ikut memberikan sentimen positif ke pasar.

Selain itu, nilai tukar rupiah yang menguat setelah dolar AS melemah tadi malam juga akan menambah stamina bagi laju IHSG. David memprediksi, IHSG bergerak dalam rentang support 5.410 dan resisten 5.450.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menyebutkan, IHSG masih belum dapat menunjukan pola gerak yang berarti karena rentang konsolidasi yang belum berhasil ditembus.

Hanya saja, secara teknikal, ia menilai, IHSG dapat menembus level support 5.352. Dengan begitu, IHSG hanya perlu menunggu waktu untuk melanjutkan kenaikannya, sehingga dapat membentuk pola tren kenaikan dalam jangka pendek. William memprediksi, IHSG masih dapat menembus level resisten 5.476. (bir)

sumber : cnnindonesia

Dividen dan BI Rate Jadi Motor IHSG Hari Ini

in Berita Saham by

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak variatif berpeluang menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (15/3), karena antisipasi pembagian dividen oleh perusahaan pelat merah dan ramalan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen.

Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menjelaskan, tadi malam bursa saham global bergerak negatif karena harga minyak dunia yang kembali anjlok dan antisipasi kenaikan suku bunga The Fed.

Berdasarkan catatannya, indeks Dow Jones melemah 0,21 persen ke level 20.837,37, S&P500 terkoreksi 0,34 persen di level 2.365,45. Kemudian, indeks Eurostoxx di kawasan Eropa turun 0,47 persen di 3.399,43.

“Harga minyak tadi malam di AS anjlok hingga 1,4 persen di US$47,72 per barel setelah laporan OPEC menunjukkan peningkatan suplai minyak global. Pasar juga antisipasi kenaikan suku bunga The Fed. Ekspketasi kenaikan bunga telah berimbas pada penguatan dolar Amerika Serikat (AS),” papar David dalam risetnya, dikutip Rabu (15/3).

Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin berhasil ditutup menguat 22,21 poin (0,41 persen) ke level 5.431. Hal ini didorong oleh aksi beli pelaku pasar mengantisipasi pembagian dividen sejumlah emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk tahun buku 2016.

“Pasar juga merespon positif pencapaian laba 2016 sejumlah emiten sektoral terutama di perbankan dan infrastrutur. Rebound harga komoditas batu bara turut memicu aksi beli balik atas saham emiten batubara,” terang dia.

Untuk hari ini, David memprediksi IHSG melanjutkan penguatannya dengan level support 5.410 dan resisten 5.450. Menurutnya, antisipasi pembagian dividen sejumlah emiten BUMN masih menjadi sentimen bagi laju IHSG. Namun, IHSG juga akan dibayangi oleh penguatan dolar AS yang akan berimbas negatif pada pergerakan nilai tukar rupiah.

“Pasar juga tengah menanti putusan sejumlah bank sentral dunia terkait kebijakan moneternya,” imbuh dia.

Serupa dengan David, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi IHSG melanjutkan penguatannya karena BI dinilainya belum akan menaikan suku bunga acuan. Menrutnya, IHSG akan berada dalam rentang support 5.376 dan resisten 5.488.

“Pergerakan IHSG terlihat masih belum beranjak dari rentang konsolidasi, namun tekanan sudah terlihat mulai berkurang dengan potensi kenaikan yang mulai terlihat lebih besar,” terang William dalam risetnya. (gir)

sumber : cnnindonesia

Rilis Kinerja Emiten jadi Motor Utama Laju IHSG Hari Ini

in Berita Saham by

 

07/03/2017 Jakarta,Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak bervariasi pada perdagangan hari ini, Selasa (7/3), di mana sentimen pasar terutama akan digerakan oleh isu individual emiten.

Kepala riset First Asia Capital David Sutyanto menuturkan, bursa global tadi malam ditutup negatif. Untuk bursa saham Wall Street, DJIA dan S&P500 masing-masing terkoreksi 0,24 persen dan 0,33 persen di 20.954,34 dan 2.375,31. Sementara, di zona Euro, Eurostoxx melemah 0,47 persen ke level 3.387,45.

Menurut David, pelemahan di Wall Street sendiri didorong oleh saham berbasis Rilis Kinerja Emiten jadi Motor Utama Laju IHSG Hari Inikeuangan dan material. Pelaku pasar mulai mengantisipasi kebijakan pengetatan likuiditas The Fed menjelang pertemuan Federal Open Market Comitte (FOMC).

“Survei menunjukan 86,4 persen pelaku pasar meyakini The Fed akan menaikan bunganya di pertemuan pekan depan,” terang David dalam risetnya, dikutip Selasa (7/3).Adapun, IHSG kemarin berhasil tembus ke level 5.409 atau naik 18,6 poin (0,34 persen). David menjelaskan, penguatan tersebut dibayangi oleh meningkatnya risiko geopolitik di kawasan Asia.

“Aksi beli selektif terutama dipicu sejumlah isu individual seperti pencapaian laba 2016 dan aksi korporasi termasuk musim pembagian dividen,” papar David.

Hari ini, ia memprediksi IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG diramalkan bergerak dalam rentang support 5.390 dan resisten 5.420. Meski diprediksi menguat karena isu individual, tetapi pergerakan IHSG akan dibayangi oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi IHSG bergerak dalam rentang terbatas karena belum adanya arus dana asing (capital inflow) yang masif. Menurutnya, IHSG akan berada dalam rentang support 5.352 dan resisten 5.448.

“Pola gerak masih belum terlihat akan adanya penguatan yang signifikan,” ungkap William dalam risetnya.

http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170307074316-78-198294/rilis-kinerja-emiten-jadi-motor-utama-laju-ihsg-hari-ini/

1 2 3 7
Go to Top