Tag archive

modal

BI: Indonesia Bakal Kebanjiran Modal Hingga 2018

in Berita Saham by

Jakarta, Indonesia — Bank Indonesia (BI) menilai peringkat layak investasi(investment grade) yang disematkan oleh lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) bakal mendorong masuknya aliran modal asing (foreign direct investment/FDI) hingga 1,5 tahun ke depan. Pasalnya, peringkat tersebut akan membuat para manajer investasi meningkatkan portofilionya di Indonesia.

Indonesia sendiri cukup lama menunggu disematkannya peringkat layak investasi oleh S&P. Pasalnya, peringkat tersebut menjadi pelengkap penilaian dua lembaga pemeringkat internasional lainnya, yakni Moody’s dan Fitch yang jauh lebih dulu menyematkan predikat layak investasi kepada Indonesia.

“Saya melihat bahwa investment grade itu adalah penegasan bahwa Indonesia memang layak investasi. Kami perkirakan dalam enam bulan sampai 1,5 tahun ke depan akan membuat foreign direct investment akan meningkat,” tutur Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Gedung Thamrin BI, Senin (29/5) malam.

Adapun hingga akhir pekan lalu, aliran dana asing yang mengalir ke portofolio investasi Indonesia sudah mencapai Rp108 triliun. Jumlah ini naik 74,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp62 triliun.

Agus berharap investasi langsung dari asing tersebut dapat diarahkan pemerintah ke sektor-sektor industri yang strategis. Industri tersebut menurut dia, antara lain, yang berorientasi pada ekspor, industri yang selama ini belum digarap di Indonesia, serta industri yang membuka kesempatan kerja yang luas bagi masyarakat.

Di sisi lain, Agus tetap mewaspadai perkembangan dunia, terutama perkembangan ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat (AS). Dia menyontohkan, pengumuman realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2017 yang berada diatas perkiraan membuat dolar AS menguat terhadap mata uang negeara lain di dunia termasuk Indonesia.

Data terakhir menunjukkan, perekonomian Negeri Paman Sam meningkat menjadi 1,2 persen pada kuartal I naik dari perkiraan sebelumnya yang mencapai 0,7 persen. Adapun pada perdagangan kemarin, nilai tukar rupiah bergerak melemah di Rp13.320 per dolar AS atau turun 26 poin (0,2 persen), setelah bergerak di kisaran Rp13.298-Rp13.324.

“Meski ada sentimen dolar AS menguat, namun sampai saat ini Rupiah year to date masih mengalami penguatan 1,2 persen,” kata Agus.

Selain itu, pelaku usaha dunia juga mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan AS yang diperkirakan akan terjadi sebanyak tiga kali, masing-masing, pada tahun ini dan tahun depan. Kebijakan ini berpotensi memperkuat nilai tukar dolar AS ke depan. (agi)

 

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170530085318-78-218148/bi-indonesia-bakal-kebanjiran-modal-hingga-2018/

WIKA Suntik Modal Anak Usaha Sebesar Rp 247,5 Milliar

in Uncategorized by

ATMEDAN.COM. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyuntik modal anak usahanya, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung) sebesar Rp247,5 miliar. Upaya menggemukkan modal anak usaha tersebut dilakukan melalui setoran tunai dan aset tak bergerak yang berupa tanah dan bangunan.

Setoran itu di lakukan guna untuk memperkuat permodalan Wika Gedung untuk mendapatkan pendanaan dari pihak ketiga sebagai modal kerja anak usaha serta untuk menaikan profitabilitas anak usaha perseroan, sehingga berpotensi untuk memberikan hasil yang baik kepada induk usahanya berupa peningkatan dividen.

Dalam keterangan resminya, Suradi, Sekretaris Perusahaan WIKA mengatakan, perseroan melakukan setoran tunai sebesar Rp118,4 miliar, dan tanah dan bangunan senilai Rp129,0 miliar yang berlokasi di Surabaya dan Samarinda.

Sebelumnya, WIKA dikabarkan akan melepas sebagian kepemilikan sahamnya di WIKA Gedung melalui penerbitan saham perdana atau initial public offering (IPO). Jika tidak ada aral melintang, rencana ini akan dilakukan pada semester I 2017.
“Nanti tahun depan, maksimal semester I 2017 yang dilepas sekitar 30-40 persen,” ujar Ridwan Abdul Muthalib, Direktur Utama WIKA Gedung.

DPR Ancam Tahun Depan Suntikan Modal Terakhir BPJS Kesehatan

in Uncategorized by

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menegaskan, tahun depan merupakan kali terakhir pemerintah bisa menyuntikkan modal kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Kalau di belakang hari ada pencadangan lagi dari BPJS [Kesehatan], maka akan kami tolak mentah-mentah. Ini terakhir kalinya,” tutur Wakil Ketua Banggar Said Abdullah saat memimpin rapat panitia kerja (panja) asumsi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 di Gedung DPR, Kamis (22/9).

Setelah mendengar penjelasan pemerintah, Banggar akhirnya memberikan lampu hijau kepada pemerintah untuk mengalokasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BPJS Kesehatan tahun depan sebesar Rp3,6 triliun.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Sonny Loho, mengungkapkan alokasi PMN BPJS Kesehatan dalam RAPBN 2017 merupakan dana cadangan untuk mengantisipasi risiko defisit. Pasalnya, selama ini pengeluaran BPJS Kesehatan lebih besar dibandingkan iuran peserta.

Bahkan, hingga akhir tahun ini, BPJS Kesehatan diperkirakan masih bakal defisit sekitar Rp6,8 triliun. Untuk menutupnya, BPJS Kesehatan bakal menerima PMN dari pemerintah sebesar Rp6,8 triliiun yang telah dialokasikan dalam APBNP 2016.

DPR Ancam Tahun Depan Suntikan Modal Terakhir BPJS Kesehatan
Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat merestui Penyertaan Modal Negara kepada BPJS Kesehatan tahun depan sebesar Rp3,6 triliun. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Lebih lanjut, selaku pimpinan rapat, Said meminta BPJS Kesehatan memperbaiki tata kelola (governance) untuk mengantisipasi risiko defisit yang terjadi tiap tahun. Dengan demikian, ke depan BPJS Kesehatan tidak lagi membebani fiskal pemerintah.

“Soal governance-nya enggak bisa dijaga oleh BPJS. Orang yang kaya baru masuk rumah sakit bayar iuran mandiri, setelah sembuh tidak bayar lagi dan BPJS [Kesehatan] tidak berbuat apa-apa. Nantinya BPJS Kesehatan hanya jadi tukang tagih ke pemerintah,” kata anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. (gir)

Investasi Asing dalam Angka

in Uncategorized by

Indonesia menghadapi sejumlah tantangan besar demi mendatangkan pemodal ke sektor-sektor yang krusial. Tantangan tetaplah ada, meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan penguatan iklim investasi di Indonesia.

Franky Sibaranni, kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), mengaku dirinya bekerja keras demi mengamankan pemodal. Bersama itu pula, ia menekankan data yang memperlihatkan bahwa usaha pemerintah mulai menuai hasil.

Perekonomian Indonesia melambat hingga yang terendah dalam enam tahun pada Kuartal I. Meski demikian, BKPM membukukan nyaris Rp125 triliun modal, naik sebesar 16,9% dari periode yang sama tahun lalu, kata Franky. Berikut angka-angka terkiat target BKPM untuk beberapa tahun mendatang.

15,1%

Demi mendukung target pertumbuhan 7%, BKPM menargetkanpenguatan investasi langsung sebesar 15,1% setiap tahun selama lima tahun. “Modal langsung diharapkan dapat menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi di luar belanja pemerintah untuk sektor infrastruktur,” sahutnya.

Untuk mewujudkannya, pemerintah mesti dapat menjamin pemodal, bahwa mereka serius membantu mereka menanamkan investasi di Indonesia.

Investasi asing memperlihatkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, BKPM terpaksa membatalkan ribuan izin pemodal, akibat sulitnya mendapat lisensi dari pemerintah setempat guna memulai sejumlah proyek. Kebijakan satu pintu yang baru diluncurkan di provinsi-provinsi Indonesia diharapkan dapat memudahkan prosesnya.

256 hari

BKPM berusaha mengurangi proses penerbitan izin dalam sektor listrik, salah satu area prioritas investasi. Dulu, pemodal mesti melewati 49 prosedur dalam 923 hari. BKPM memangkasnya jadi 25 prosedur dalam 256 hari. Di lain sisi, Bank Dunia dalam survei kemudahan bisnis mencatat Indonesia pada peringkat 114 dari 189 negara. Sejumlah pemodal menyatakan, minimnya infrastruktur serta kepastian hukum masih menghambat masuknya modal ke Indonesia.

$151 miliar

BKPM mengidentifikasi investasi sektor potensial senilai $151 miliar, demikian keterangan Franky. Menurut catatan BKPM, negara-negara Asia masih menjadi sumber modal Indonesia. Cina memimpin barisan sumber modal. Beijing menunjukkan minta pada lebih dari 50 proyek potensial atau ekspansi yang senilai hingga $83,2 miliar. Posisi Cina disusul Jepang serta Korea Selatan.

Sejauh ini baru sedikit yang memperlihatkan komitmen serius. Selain itu, hanya 6% yang tengah memproses permohonan izin. Realisasi investasi Cina cuma mencapai sekitar 7% dari yang dijanjikan pada 2005 hingga 2014. BKPM berupaya memperkuat layanan mereka, “mulai identifikasi, eksplorasi hingga mewujudkan rencana investasi.”

88

Jumlah perusahaan yang bekerja sama dengan BKPM demi melumpuhkan hambatan modal. Hambatan termasuk pembebasan lahan, penerbitan izin, pasokan bahan mentah serta kebijakan pajak. Puluhan perusahaan itu mencerminkan realisasi investasi sebesar $41 miliar. Hingga 22 Mei, BKPM mendampingi 22 perusahaan guna mengatasi tantangan itu.

Go to Top