Tag archive

Produksi

ITMG mengambil langkah konservatif

in Berita Saham by

 

JAKARTA. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) tak mau gegabah mengikuti euforia tren stabilnya harga batubara. Hal ini tercermin dari serapan belanja modal atau capital expenditure (capex) yang masih terbilang kecil.

Yulius Gozali, Direktur Keuangan sekaligus Hubungan Investor ITMG mengITMG mengambil langkah konservatifatakan, dari capex yang disediakan tahun ini sebesar US$ 60,3 juta atau setara sekitar Rp 700 miliar, serapannya sejauh ini baru sekitar 9%. Artinya, dana yang dibelanjakan ITMG masih kurang dari Rp 70 miliar.

Sektor batubara memang beberapa kali diguyur sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kestabilan harganya belum sepenuhnya terkonfirmasi sehingga para pemain di dalam sektor ini tak mau buru-buru menggenjot produksi atau ekspansi.

Langkah konservatif ITMG juga terlihat dari proyeksi rata-rata harga batubaraperusahaan hingga akhir tahun yang masih di bawah proyeksi sejumlah analis, sekitar US$ 75 per ton.

“Untuk tahun ini kami memperkirakan rata-rata harga batubara berada di kisaran US$ 65 per ton dengan target volume produksi 25,5 juta ton,” ujar Yulius kepada KONTAN, Selasa (13/12).

Target produksi itu juga tak berubah banyak jika dibanding realisasi produksi tahun lalu. Sementara, realisasi produksi batubara ITMG per Maret 2017 sebesar 5,4 juta ton.

Kendati demikian, ITMG sudah mengamankan sebagian besar operasional bisnisnya tahun ini. Sebab, ITMG sudah lebih dulu mengamankan 77% kontrak penjualan batubara. Dengan kondisi itu, pendapatan ITMG ke depan relatif menjadi lebih aman.

Sumber http://investasi.kontan.co.id/news/itmg-mengambil-langkah-konservatif

CPO masih tertekan saat Ramadhan

in Berita Saham by

JAKARTA. Para pelaku pasar sempat berharap permintaan minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) naik tinggi saat Ramadan sehingga harga CPO juga ikut melejit. Nyatanya, harapan tersebut tidak menjadi kenyataan.CPO masih tertekan saat Ramadhan

Harga sawit masih cenderung tertekan. Sepanjang pekan lalu, harga CPO melemah sekitar 1,6%. Pelemahan harga sudah terjadi selama tiga pekan beruntun. Di akhir pekan lalu (9/6), harga CPO kontrak pengiriman Agustus 2017 di Malaysia Derivative Exchange naik 0,53% ke level RM 2.457 per metrik ton dibanding level penutupan hari sebelumnya.

Sedikit kilas balik, menjelang Ramadan, harga CPO sempat rebound ke kisaran RM 2.500RM 2.600 per metrik ton. Sebabnya, India, Pakistan dan Timur Tengah meningkatkan permintaan CPO untuk memenuhi kebutuhan Ramadan. Alhasil, stok CPO sempat sangat ketat. Di saat yang sama, pertumbuhan produksi ternyata lebih lambat ketimbang proyeksi.

Meski begitu, faktor tersebut tidak membawa harga CPO masuk ke tren bullish. “Masalah pasokan merupakan faktor utama yang belum mendukung harga,” kata Wahyu Tribowo Laksono, Analis Central Capital Futures, akhir pekan lalu.

Ancaman kelebihan pasokan memicu koreksi harga CPO. Sebab, badai El Nino yang menganggu produksi sawit telah berakhir.

Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menunjukkan, produksi CPO Malaysia April lalu naik 5,7% ke 1,55 juta ton dari bulan sebelumnya. Hasil survei Bloomberg memperlihat kan produksi Mei berpotensi naik 5,8% menjadi 1,64 juta ton. Data resmi MPOB akan dirilis 13 Juni mendatang.

Dalam jangka pendek, Wahyu memprediksi penguatan CPO terbatas pada kisaran RM 2.500-RM 2.600 per metrik ton. Bila terjadi koreksi, harga bisa turun ke level RM 2.300.

 

Kurs ringgit

Putu Agus Pransuamitra, Research & Analyst Monex Investindo Futures, mengatakan, kenaikan permintaan CPO di bulan Ramadan tidak sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun harga CPO masih berpeluang menguat sepekan ke depan. “Penguatan harga didukung faktor teknikal, mengingat koreksi harga sudah cukup tajam,” papar dia.

Realisasi produksi dan permintaan akan tetap jadi sentimen utama penggerak harga. “Melihat kondisi fundamental saat ini, prospeknya cenderung negatif,” imbuh Putu.

Data Intertek Testing Service menunjukkan, ekspor CPO Malaysia periode 1-10 Juni juga mulai melambat, hanya naik 5,8% ke 366.994 ton dibanding periode sama bulan sebelumnya. Padahal, ekspor Mei tercatat naik 13,6%.

Untungnya, di saat yang sama, kurs ringgit melemah. Jika pada akhir tahun The Fed menaikkan suku bunga, maka nilai tukar ringgit berpotensi kembali tertekan. Kondisi ini dapat dimanfaatkan pelaku pasar untuk bargain hunting.

Putu memprediksi harga CPO di akhir semester pertama akan turun ke kisaran RM 2.380-RM 2.430 per metrik ton. Sedangkan akhir tahun harga akan berkisar RM 2.500-RM 2.610 per metrik ton.

Secara teknikal, Putu melihat harga saat ini bergulir di bawah moving average (MA) 50, MA100 dan MA200, menunjukkan peluang melemah jangka panjang. Garis moving average convergence divergence (MACD) di area negatif 20. Stochastic turun ke level 57 sedangkan relative strength index (RSI) menanjak ke level 37, menunjukkan potensi kenaikan jangka pendek.

Putu memprediksi harga CPO hari ini akan menguat dan bergerak antara RM 2.430-RM 2.490 per metrik ton. Sedang sepekan ke depan Wahyu memperkirakan harga bergerak di kisaran RM 2.360-RM 2.550 per metrik ton

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/cpo-masih-tertekan-saat-ramadhan

Harga timah melambung tinggi

in Berita Saham by

JAKARTA. Kenaikan harga timah masih berlanjut secara signifikan. Imbas dari keringnya pasokan dan dugaan masih akan naiknya kebutuhan timah katalis pendongkrak harga timah untuk sementara waktu.

Mengutip Bloomberg, Senin (22/5) pukul 16.12 WIB harga timah kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange melambung 0,62% ke level US$ 20.527,50 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Harga ini bahkan sudah terbang 3,28% dalam sepekan terakhir.

Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka menjelaskan saat ini timah sedang dibalut katalis positif. Dongkrakan terbesar bagi harga datang setelah hingga pertengahan Mei 2017 lalu pasokan timah turun ke level terendahnya sejak 1989 atau bertengger di level 2.290 ton.Harga timah melambung tinggi

Efeknya ada kekhawatiran di pasar akan terjadi kekurangan pasokan timahpadahal di saat yang bersamaan data manufaktur AS cukup memuaskan pasar.

Memang pada akhir pekan lalu dicatatkan indeks manufaktur Philadelphia April 2017 mengalami pertumbuhan dari 22,0 menjadi 38,8. “Indikasinya perbaikan ekonomi di AS berhasil menggenjot sektor manufaktur yang banyak membutuhkan logam industri termasuk timah,” kata Ibrahim.

Maka wajar jika harga masih mencatatkan kenaikan meski di awal pekan ini posisi indeks dollar AS sedang berupaya rebound.

Hingga pukul 17. 03 WIB indeks dollar AS tercatat menguat 0,16% ke level 97,30 sehingga ini juga yang mengarahkan Ibrahim pada perkiraan ada kans kenaikan harga timah untuk sesaat tertahan.

“Tapi bukan berarti tren kenaikannya akan berakhir, jika data manufaktur Eropa Selasa (23/5) dirilis tumbuh seperti perkiraan, maka harga bisa jaga kenaikan,” tebak Ibrahim.

Diperkirakan data flash manufaktur Prancis, Jerman dan Eropa masih akan mampu menjaga pertumbuhan di level ekspansif.

Dengan data perkiraan awal manufaktur AS April 2017 yang dinilai bisa tumbuh dari 52,8 menjadi 53,2. “Jangka pendek trennya masih bullish,” tutup Ibrahim.

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/harga-timah-melambung-tinggi

Tahun Lalu, Produksi London Sumatra Turun 12,5%

in Berita Saham by

(04/04/2017). Jakarta —  Tahun lalu, produksi tandan buah segar (TBS) inti PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) turun 12,5% menjadi 1,2 juta ton akibat dampak El Nino.

“Dengan meredanya El Nino, diperkirakan produksi TBS inti LSIP akan naik maksimal 10% tahun ini,” kata analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Andy Wibowo, kepada pers di Jakarta, Selasa (4/4).

Andy memperkirakan produksi TBS LSIP tahun ini akan naik hingga 1,3 juta ton. Untuk mempertahankan pertumbuhan organik, LSIP berencana menanam kelapa sawit di lahan baru.

“Perseroan berencana menanam kelapa sawit baru di lahan seluas 1.000 hektare (ha). Ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan organik perusahaan,” papar dia.

Sepanjang tahun lalu, penjualan LSIP mencapai Rp3,8 triliun, turun 8% dibandingkan penjualan tahun sebelumnya sebesar Rp 4,1 triliun. Sejalan dengan penurunan penjualan, laba bersih LSIP melorot 4,8% menjadi Rp593,8 miliar, dari sebelumnya Rp623,3 miliar.

Sedangkan analis NH Korindo Securities, Joni Wintarja, mengatakan rencana LSIP menanami lahan kelapa sawit baru seluas 1.000 hektare merupakan program replanting, yaitu program tahunan untuk mengganti tanaman yang sudah tua dengan tanaman muda.

“Meredanya El Nino akan berpeluang mengerek produksi CPO LSIP sampai 10% sepanjang tahun ini. Permintaan CPO yang kuat di pasar domestik akan menstabilkan harga rata-rata di kisaran Rp7.500 hingga Rp8.000 per kg. Pada tahun ini, diperkirakan iklim akan kondusif, sehingga pendapatan perusahaan meningkat akan 7,1%,” tutur Joni

Sumber : http://www.imq21.com/news/read/431449/20170404/111623/Tahun-Lalu-Produksi-London-Sumatra-Turun-12-5-.html

PRODUKSI SEMEN TIGA RODA 2016 MELEBIHI TARGET.

in Berita Saham by

(30/03/2017) Jakarta – Produksi semen merek Tiga Roda oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Tarjun selama 2016 sebesar 2,735 ton atau sekitar 110,7 persen dari target sebesar 2,470 juta ton.

Corporate and Public Communications Manager PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Pigo Pramusakti, melalui siaran persnya, Rabu, mengatakan Indocement berhasil meningkatkan volume ekspor semen dan klinker naik dari 2015 sebesar 213 ribu ton menjadi 390 ribu ton pada 2016 atau sekitar 83,1 persen.
Image result for semen tiga roda
Indocement juga mencatat volume penjualan domestik sebesar 16,6 juta ton pada 2016 turun sekitar 2,9 persen atau 499 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, permintaan semen domestik tidak berubah, oleh karena itu pangsa pasar Indocement turun dari 27,1 persen pada 2015 menjadi 26 persen pada 2016.

Total volume penjualan Indocement pada 2016 sebesar 17 juta ton turun dari periode 2015 sebesar 17,3 juta ton atau sekitar 1,9 persen.

Meningkatnya persaingan di pasar yang telah mengalami kelebihan pasokan, turunnya permintaan serta penambahan beberapa pabrikan dan penggilingan semen di “home market”, telah menyebabkan terkikisnya marjin diakibatkan penurunan harga.

Pendapatan neto Indocement turun 13,7 persen menjadi Rp15,362 miliar, dari Rp17,798 miliar pada 2015, terutama disebabkan lebih rendahnya volume penjualan domestik sebesar 2,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta penurunan harga rata-rata sebesar 12,1 persen. (end)

Sumber : http://www.iqplus.info/news/stock_news/intp-produksi-semen-tiga-roda-2016-melebihi-target,88072718.html

SMBR bidik penjualan semen 2 juta ton

in Berita Saham by

Kontan,

JAKARTA. PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) berharap bisa mencetak penjualan semen sebanyak 2 juta ton pada tahun depan. Jumlah tersebut tumbuh 25% dibandingkan proyeksi penjualan pada tahun ini sekitar 1,6 juta ton.

Zulfikri Subli, Sekretaris Perusahaan SMBR, mengatakan, kenaikan penjualan didukung rampungnya pembangunan pabrik Baturaja II di Sumatra Selatan. Pabrik yang menelan investasi Rp 3,3 triliun tersebut diharapkan bisa berkontribusi pada penjualan semen di semester II-2017. SMBR bidik penjualan semen 2 juta ton

“Kami perkirakan, pabrik Baturaja II bisa berkontribusi sebesar 500.000 ton terhadap penjualan semen di tahun depan,” ujar Zulfikri kepada KONTAN, Selasa (13/12).

Pabrik baru ini memiliki kapasitas produksi 1,85 juta ton per tahun. Sehingga, pada 2017, kapasitas total pabrik SMBR naik dari 2 juta ton menjadi 3,85 juta ton per tahun. Prospek industri semen pada tahun depan diharapkan lebih baik daripada tahun ini yang masih berada dalam kondisi oversupply.

SMBR semula menargetkan penjualan 1,7 juta ton semen pada tahun ini. Namun karena konsumsi semen nasional tumbuh melambat, SMBR memangkas target tersebut menjadi 1,6 juta ton. Selama Oktober 2016, SMBR meraih penjualan 177.079 ton, naik 4,8% year-on-year (yoy).

Penjualan SMBR sejak Januari hingga Oktober juga masih meningkat 3,6% (yoy) menjadi 1,3 juta ton. Volume penjualan SMBR ini masih lebih baik dibandingkan para pesaingnya. Tahun ini, SMBR mengalokasikan belanja modal Rp 2,3 triliun.

SMBR akan mendanai belanja modal tahun depan dari kas internal ataupun pinjaman perbankan yang masih tersedia. Mayoritas dana belanja modal dialokasikan untuk pembangunan pabrik Baturaja tersebut. Karena pengembangan proyek itu sudah 80%, capital expenditure (capex) SMBR di tahun depan pun diproyeksi lebih kecil.

“Sehingga, nilai belanja modal tahun depan sekitar Rp 1,3 triliun,” imbuh Zulfikri.

SMBR juga masih mengkaji untuk menambah kapasitas produksi pada tahun depan. Saat ini, SMBR masih fokus menyasar pasar Sumatra bagian selatan. Saham SMBR termasuk saham yang berlari cukup kencang sepanjang tahun ini.

Sejak awal tahun hingga kemarin atau year-to-date (ytd), harga saham SMBR sudah melonjak 816,6%. Pada perdagangan Selasa (13/12), saham SMBR turun 0,75% ke level Rp 2.640 per saham.

Harga batubara naik, GTBO siap menambang lagi

in Uncategorized by

Kontan,News Jakarta. PT Garda Tujuh Buana Tbk pada bulan ini mulai berproduksi batubaralagi, hal ini dilakukan setelah mencermati mulai meningkatnya harga batubarayang mencapai level US$ 70 per ton.Harga batubara naik, GTBO siap menambang lagi

Sebelumnya, emiten berkode GTBO tersebut sudah menyetop produksibatubara mereka di Pulau Bunyu, Bulungan, Kalimantan Timur sejak 2015 lalu lantaran harga jual tak lagi bisa menutup ongkos produksi. Padahal izin tambang batubara kualitas 5.100 kilo kalori per kilogram (kkal/kg) konsesinya baru berakhir pada tahun 2021 mendatang.

Menurut Pardheep Dhir, Komisaris GTBO, dengan perkembangan hargabatubara akhir-akhir ini, GTBO kembali memproduksi batubara sejak Oktober. Untuk dua bulan sisa tahun ini telah mengantongi kontrak pengirimanbatubara ke India dan China.

Dalam dua tiga bulan ini mereka menargetkan produksi 400.000 ton. Lalu tahun depan bila memang harga dan permintaan masih bagus dirinya bakal menggenjot produksinya.

“Sisa tahun ini mungkin 80% kami akan kirim ke India dan sisanya ke China, karena memang tahun ini paling hanya produksi 300.000 ton hingga 400.000 ton batubara saja,” ujarnya kepada KONTAN, Senin (17/10).

Pada Oktober ini GTBO mulai melakukan penambangan, untuk pengiriman yang dilakukan pada bulan November 2016 mendatang.

Saat ini seluruh produksi GTBO akan difokuskan untuk pasar ekspor, sebab pasar domestik masih dianggap belum banyak permintaan, kendati beberapa  PLTU yang dibangun mulai beroperasi.

Pardheep menilai kebutuhan batubara domestik masih sangat kecil dibandingkan produksi. Karenanya, GTBO masih fokus menggarap pasar utama di India dan China.

Perusahaan ini juga berniat masuk pasar Jepang dan Korea Selatan jika nanti sudah punya batubara dengan kualitas kalori tinggi. Adapun opsi tersebut bisa dilakukan manakala GTBO berhasil melakukan akuisisi tambang baru.

Pardheep bilang, akuisisi tambang itu baru bisa dilakukan, jika permintaanbatubara sudah stabil. Perlu diketahui, saat ini tambang batubara di Pulau Bunyu memiliki cadangan mencapai 72,8 juta ton batubara. Pada saat harga US$ 44 per ton, GTBO hanya memproduksi 250.000 ton.

Setelah harga membaik, manajemen GTBO akan meningkatkan produksi secara bertahap hingga tahun depan. Baru setelah kapasitas produksi maksimal dan ternyata banyak kebutuhan, maka opsi mengakuisisi tambang akan terbuka lagi. Artinya opsi akuisisi itu baru bisa terlihat pada tahun depan.

Selain berkutat di bisnis tambang batubara, perusahaan ini juga tengah mengkaji peruntungan untuk masuk bisnis tambang non batubara, misalnya mineral emas. Pardheep mengklaim saat tengah menjajaki tambang emas di Sudan, Afrika Utara.

Namun, bagaimana detil bisnis non tambang batubara ini saat ini masih menjadi tanda tanya. Jangankan berapa besar kapasitas produksinya, soal nama dan lokasi tambang yang tengah mereka kaji pun hingga kini masih sebatas tanda tanya.

TELE bakal memproduksi BlackBerry

in Uncategorized by

Kontan,news. JAKARTA. Aturan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) kembali membawa berkah bagi perakit ponsel lokal. Salah satunya PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. Emiten saham berkode TELE di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut akan memproduksi BlackBerry sekaligus memasarkannya.

Untuk memproduksi ponsel BlackBerry, Tiphone mendirikan perusahaan patungan (joint venture) dan meneken kerjasama lisensi software BlackBerry 10 dengan Blackberry Limited. Perusahaan itu bernama PT BB Merah Putih.

“Pembentukan joint venture untuk mendukung regulasi pemerintah Indonesia yang mempromosikan pengembangan manufaktur produk lokal,” kata Ralph Phini, Chief Operating Officer dan General Manager for Device Blackberry Limited kepada KONTAN, Kamis (29/9).TELE bakal memproduksi BlackBerry

Dengan mendirikan perusahaan patungan, maka produk BlackBerry akan dirakit di Indonesia. “Kami akan menyediakan software untuk masuk ke dalam produk (perangkat BlackBerry). Jadi akan secara penuh mematuhi aturan lokal konten,” tegas Phini.

Sekadar informasi, produsen yang dulu bernama Research ini Motion (RIM) ini tertarik merakit ponsel di Indonesia, setelah melihat potensi pasar yang besar. “Indonesia secara historis merupakan pasar terbesar dan penting bagi kami. Kami memiliki strong presence di Indonesia,” tandas Phini.

Tidak sekadar memproduksi BlackBerry, Tiphone nantinya mengemban tugas sebagai distributor resmi BlackBerry. “Tiphone akan menjadi distributor kami di pasar Indonesia,” ujar Phini.

Meski demikian, BlackBerry mengaku tidak memiliki saham dalam PT BB Merah Putih. Perusahaan patungan tersebut hanya menjadi pihak ketiga bagiBlackBerry. “Kami tidak memiliki saham dalam perusahaan patungan tersebut. Kami hanya memberikan lisensi brand BlackBerry dan software kami kepada BB Merah Putih,” jelas Phini.

Sayang, Phini tidak bisa mengungkapkan detail rencana produksi BlackBerry di Indonesia. Dia menandaskan, soal produksi merupakan urusan dari Tiphone.

60 juta user BBM

Dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa di Indonesia, BlackBerry terbilang sebagai gadget atau aplikasi software yang akrab di Indonesia. Hingga saat ini, pelanggan BlackBerry Messenger (BBM) di Indonesia mencapai 60 juta orang. “Kami ingin pasar BlackBerry ini semakin membesar,” jelas Phini.

Tan Lie Pin, Chief Executive Officer (CEO) PT Tiphone Mobile Indonesia Tbkmenyatakan, kerjasama BlackBerry dengan Tiphone merupakan kerja sama strategi bagi mereka. “BlackBerry adalah merek yang dipercaya dan dihormati di Indonesia, dan kemitraan ini memungkinkan kami memberikan pengalaman seluler yang diharapkan pelanggan kami,” kata Tan dalam keterangan resminya kepada KONTAN, Rabu (28/9).

Selain memproduksi Blackberry, TELE sebelumnya telah merakit ponsel merek global, seperti LG dan Asus di Indonesia. Kapan BlackBerry rasa lokal diproduksi dan dipasarkan Tiphone? Kita tunggu saja.

APPI: Kontribusi Biaya Gas Capai 72% Dari Biaya Produksi Pupuk Urea

in Uncategorized by

IMQ, Jakarta —  Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI) menyatakan, kontribusi biaya gas mencapai 72% dari biaya produksi urea nasional, sehingga harga gas menjadi sangat penting di industri pupuk urea.

“Harga gas industri pupuk nasional jauh lebih tinggi dibanding negara lain. Saat ini biaya produksi berada dikisaran US$ 250 per ton. Apabila harga gas industri di bawah US$4 per MMBTU, akan menurunkan biaya produksi urea sebesar US$45 per ton atau menjadi US$205 per ton,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) APPI, Dadang Heru Kodri pada acara FGD Efek berganda dari penurunan harga gas industri dan dampaknya bagi perekonomian nasional di Jakarta, Kamis (22/9).

Indonesia sebagai negara pertanian yang besar, menurut Dadang, perlu didukung ketersediaan dan pasokan pupuk yang diproduksi sendiri sehingga keberadaan pabrik pupuk nasional perlu mendapat perhatian dan proteksi dari Pemerintah.

“Industri pupuk perlu mendapatkan harga gas sebesar US$2 hingga US$4 per MMBTU sesuai dengan mayoritas harga gas di dunia untuk industri pupuk,” papar dia.

Sedangkan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, harga gas industri di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara tetangga Asean, seperti Singapura sekitar US$4 hingga US$5 per MMBTU, Malaysia hanya US$4,47 per MMBTU dan Vietnam seebesar US$7,5 per MMBTU.

“Apabila harga gas di Indonesia berada pada level yang sama dengan negara-negara tetangga, maka kami yakin produk-produk Indonesia akan memiliki daya saing yang makin kuat,” tegas Airlangga.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian menyambut positif penerbitan Peraturan Presiden Nomor 40/2016 yang menjadi dasar hukum revisi harga gas ke industri sejak Mei lalu.

“Dengan beleid tersebut, diharapkan harga gas untuk industri yang saat ini di atas US$6 per MMBTU berpotensi dapat diturunkan,” ujarnya.

Namun, Menperin memandang bahwa sektor-sektor yang telah tertuang dalam Perpres 40/2016 masih perlu diperluas.

“Maka, kami mengusulkan adanya revisi dari Perpres ini dengan menambah cakupan sektor industri dari tujuh sektor menjadi 10 sektor serta ditambah industri-industri yang berlokasi di kawasan industri,” tutur Airlangga.

Penambahan sektor industri tersebut masuk dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan telah dibahas dengan Presiden RI Joko Widodo.

Kesepuluh sektor industri tersebut, yakni industri pupuk, industri petrokimia, industri oleokimia, industri baja atau logam lainnya, industri keramik, industri kaca, industri ban dan sarung tangan karet, industri pulp dan kertas, industri makanan dan minuman, serta industri tekstil dan alas kaki.

Go to Top