Tag archive

properti

METLAND TARGETKAN PENJUALAN Rp220 MILIAR HUNIAN METLAND MENTENG.

in Berita Saham by

PT Metropolitan Development Tbk (MTLA) menargetkan bisa meraup Rp220 miliar dari proyek hunian di Metland Menteng sepanjang tahun ini dengan menyiapkan berbagai strategi penjualan termasuk subsidi uang muka.
Image result for metropolitan development tbk
Edwin H. Wardhana, General Manager Mentland Menteng mengatakan optimistis masih meraih target tersebut jika mengacu pada penjualan semester I yang masih mencapai 130 persen atau melampaui target yang telah ditetapkan.

Selain memasarkan rumah siap huni, perusahaan juga akan terus meluncurkan rumah indent dan akan menyiapkan produk rumah tipe baru lagi sampai akhir tahun 2017. Salah satu strategi baru yag diterapkan yaitu memberikan subsidi uang muka atau DP dari Rp119 juta per unti untuk rumah siap huni seharga mulai dari Rp2,1 miliar. (end)

Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/mtla-metland-targetkan-penjualan-rp220-miliar-hunian-metland-menteng,98080724.html

Kementerian ATR/BPN akan pangkas waktu balik nama

in Berita Saham by

JAKARTA. Peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia masih digenjot untuk terus diperbaiki. Kemudahan perizinan dan pembebasan lahan menjadi salah satu yang menjadi prioritas yang dilakukan pemerintah.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyatakan tengah menggodok seperangkat aturan untuk kemudahanregistering property. Yakni dengan memangkas waktu proses dan prosedur balik nama sertifikasi objek properti.Kementerian ATR/BPN akan pangkas waktu balik nama

Jika saat ini masih ada lima prosedur balik nama sertifikasi dan balik nama wajib Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Kementerian ATR akan segera memangkas menjadi empat prosedur. Dan proses pelayanan yang memakan waktu selama 27 hari diharapkan bisa menjadi lima hari. Pemangkasan prosedur ini diharapkan bisa dimulai di akhir 2017 atau awal 2018.

Sekretaris Ditjen Hubungan Hukum Keagrariaan pada Kementerian ATR/BPN, Pelopor, menyatakan ke depannya pengecekakan sertifikasi tidak perlu datang ke kantor ATR/BPN, melainkan hanya cukup di kantor PPATK. Kemudian, sistem akan menjawab otomatis setelah PPATK membayar PNBP nya.

Registrasi balik nama pun tidak perlu dibayar ke kantor ATR/ BPN karena sudah ada kode billing yang terhubung dengan Kementerian Keuangan. Sehingga bisa dibayar sendiri dengan memasukkna nomer bukti bayar.

Untuk mempersingkat proses, data pendaftaran tanah tidak perlu lagi datang ke Dispenda (Disnas Pendapatan Daerah) tetapi sistem mengirim langsung ke dispenda sehingga proses balik nama wajib pajak untuk PBB cukup dilakukan di Kantor ATR/BPN.

“Sistem ini diharapkan akan berjalan disemua kantor pertanahan karena kita menggunakan sistem yang sama, tapi persoalan yang masih terus kita perbaiki adalah kelengkapan data tanah,” ujar Pelopor pada KONTAN, Minggu (11/6).

Untuk Jakarta dan Surabaya, Pelopor berharap, awal tahun 2018 seluruh bidang tanah sudah terdaftar. Sehingga seluruh informasi bidang tanah  ada di dalam sistem dalam database agar informasi tentang hal yang terkait dengan transfer itu juga bisa lebih reliable setiap saat bisa disajikan.

Tak hanya itu, Kementerian ATR/NBPN juga mengupayakan untuk berkordinasi dengan pemerintah daerah agar mau menurunkan biaya BPHTB sesusai dengan ketentuan pemerintah pusat. Dengan langkah yang disusun ini, Kementerian ATR/BPN optimistis peringkat EODB Idonesia akan naik lebih cepat.

“Mudah-mudahan satu sampai dua tahun ke depan, peringkat registering kita bisa naik ke 50 besar,”pungkasnya.

Sumber : http://nasional.kontan.co.id/news/kementerian-atrbpn-akan-pangkas-waktu-balik-nama

Bankir ramal kredit properti melonjak di Q3 2017

in Berita Saham by

Bankir ramal kredit properti melonjak di Q3 2017

JAKARTA. Sejumlah bankir memperkirakan permintaan kredit properti, terutama kredit pemilikan rumah (KPR) turun jelang Lebaran. Permintaan KPR baru akan tumbuh signifikan mulai triwulan ketiga 2017.

Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja menyebut, seperti tahun sebelumnya, permintaan KPR pada bulan Ramdan melambat. Meski menurun, bank yang terafilisasi dengan OCBC Grup ini optimistis hingga akhir 2017 dapat mencatatkan pertumbuhan KPR sebesar 10% hingga 15% secara tahunan atau year on year (yoy).

“Lonjakan permintan KPR baru akan terjadi pada triwulan ketiga dan triwulan keempat 2017,” kata Parwati, Kamis (8/6). Hingga 31 April 2017, OCBC NISP mencatatkan realisasi pertumbuhan KPR sebesar 10% yoy.

Senada, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga memproyeksikan pertumbuhan KPR pada semester II 2017 cenderung akan lebih tinggi dibandingkan semester I. Kepada Divisi Bisnis Kredit Konsumer BCA, Felicia Mathelda Simon mengatakan, jelang Lebaran permintaan KPR tidak meningkat karena masyarakat mengalokasikan pengeluaran untuk persiapan hari raya.

Kendati demikian, Felicia menyebut, tahun ini pertumbuhan KPR BCA cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini ditopang oleh program KPR HUT BCA ke-60. “Permintaan KPR memang menurun, tapi di BCA, growth lebih baik karena ditopang program KPR HUT BCA yang diluncurkan Februari lalu,” ujarnya.

Berkat program tersebut, KPR BCA tumbuh 10,4% per akhir Maret 2017 dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 9,3%. “Tahun ini target kami memang 10%, tapi karena ada program itu, pertumbuhannya akan lebih tinggi di akhir tahun,” imbuh Felicia.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengumumkan kredit sektor properti per April 2017 melambat setelah sempat meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Tercatat, sampai April 2017, penyaluran KPR dan KPA naik 7,7% secara tahunan menjadi Rp 375,6 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang naik sebesar 8,4%.

Perlambatan juga terjadi pada kredit real estate dan konstruksi. Per April lalu, kredit konstruksi tumbuh 25,2% menjadi Rp 218,7 triliun atau melambat dari bulan sebelumnya 26,1%. Sementara, kredit real estate tumbuh 17,7% menjadi Rp 127,7 triliun, melambat dibanding bulan Maret 2017 yang sempat menembus pertumbuhan 20%.

Adapun, penyaluran kredit properti secara keseluruhan tercatat sebesar Rp 722 triliun atau tumbuh 14,3%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 15,2%.

Sumber : http://keuangan.kontan.co.id/news/bankir-ramal-kredit-properti-melonjak-di-q3-2017

APLN Andalkan Proyek Luar Jawa

in Berita Saham by

(18/04/2017). JAKARTA — PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)  melakukan pengembangan proyek di lokasi sunrise khususnya luar pulau Jawa guna menarik investasi yang lebih baik.

AVP Marketing Agung Podomoro Group, Agung Wirajaya mengatakan perusahaan tengah menggarap beberapa proyeknya di kawasan second tier. Dia mencontohkan Borneo Bay City di Balikpapan, Orchard Park di Batam, dan Podomoro City Deli di Medan. Agung optimis kawasan-kawasan ini bakal mengalami perkembangan yang bagus.

Agung melanjutkan dalam waktu dekat, APLN juga akan mengoperasikan sejumlah proyek perhotelan bintang lima, yakni di Bandung (Ibis Hotel), Medan (Pullman Hotel), Balikpapan (Pullman Hotel), daImage result for agung podomoro landn akan meresmikan proyek resor di Seminyak, Bali.

Pengembangan bangunan vertikal tersebut, selain ditunjang oleh kemampuan finansia
l dari tren iklim usaha yang baik, juga lantaran kian sulitnya menemukan lahan kosong untuk mempertahankan pengembangan pola rumah tapak atau model bangunan-bangunan tunggal tak bertingkat.

“Saat ini hunian vertikal sudah jadi kebutuhan di kota yang tumbuh cepat. Potensi-potensi itulah yang membuat kami mengembangkan proyek hunian kami di berbagai tempat selain di Jakarta,” katanya melalui siaran persnya Minggu (16/4).

Selain itu perusahaan kata dia melihat bahwa angka pertumbuhan ekonomi di beberapa kota besar di Indonesia itu selalu bergerak melebihi angka pertumbuhan rata-rata nasional. Sektor properti lanjutnya juga menjadi salah satu indikator kemajuan pertumbuhan sebuah kota.

Besarnya peluang yang ditawarkan pasar properti ini seakan menstimulasi para developer untuk meluncurkan proyek-proyek baru. Mereka membangun apartemen, perkantoran, ruang komersial, serta perumahan.

Menurutnya pasar properti Indonesia saat ini lebih menjanjikan. Banyak peluang ditawarkan dengan profit tinggi. Terlebih lagi, masyarakat kelas menengah dengan daya beli tinggi yang kian bertambah semakin membutuhkan hunian yang dapat merepresentasikan kelasnya.

Hal itu juga yang mendorong APLN untuk ikut meramaikan kondisi pasar yang didominasi kalangan menengah tersebut.

Belum lagi, kebijakan tax amnesty jilid tiga yang mulai berlaku pada Maret 2017 juga akan turut memberi dampak positif terhadap pasar properti. Dia memprediksi pengaruhnya akan mulai terasa pada kuartal kedua 2017.

“Dengan adanya berbagai kebijakan pemerintah yang pro-properti, iklim usaha bisnis properti menjadi membaik di tahun lalu khususnya di semester kedua,”kataAgung.

Sejumlah proyek residensial APLN yang juga akan dibangun, di antaranya Vimalla View di Kawasan Ciawi Gadog Bogor, Orchard View di Batam, dan di Karawang dengan proyek Taruma City.

Sumber : http://properti.bisnis.com/read/20170417/107/645492/apln-andalkan-proyek-luar-jawa

Duet Agung kuasai bisnis apartemen ibu kota

in Berita Saham by

(12/04/2017) JAKARTA. Keterbatasan lahan di sekitar Jakarta menyebabkan bisnis hunian jangkung masih bakal terus tumbuh. Kondisi ini memicu para pengembang terus berupaya menggarap proyek apartemen di sekitar Jakarta.

Colliers Indonesia mencatat, hingga kuartal I tahun ini, ada sekitar 178.969 unit apartemen di sekitar Jakarta. Jumlah ini dipastikan bakal membengkak dalam tiga tahun ke depan. Konsultan properti ini memproyeksikan, akan ada tambahan 59.017 unit apartemen dalam tiga tahun ke depan.Duet Agung kuasai bisnis apartemen ibu kota

Perincianya, terdapat 21.167 unit proyek apartemen yang bakal kelar tahun ini. Lantas tahun depan ada sekitar 28.303 unit. Dan di tahun 2019 nanti masih ada tambahan pasokan unit apartemen sebanyak 9.547 unit.

Sejumlah pengembang besar dan menengah terlibat di proyek hunian jangkung di sekitar Jakarta. Menurut Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers Indonesia ada dua pengembang besar yang menguasai pasokan unit apartemen di Jakarta.

Urutan pertama adalah PT Agung Podomoro Tbk (APLN) dan di posisi runner up yakni Agung Sedayu Group. Ferry mengaku tidak mempunyai data pasti soal jumlah pasokan unit apartemen yang dimiliki kedua pengembang tersebut. Begitu pula urutan pengembang berikutnya.

Yang jelas ia menyebutkan, ke depan, pasokan apartemen di Jakarta akan lebih banyak menyasar wilayah Jakarta Barat lantaran banyak warga “keturunan” yang tinggal di wilayah tersebut. “Kalau di Jakarta Selatan, orang membeli apartemen untuk berinvestasi,” katanya, kepada KONTAN, Selasa (11/4).

 

Menambah proyek

Wibisono, Hubungan Investor PT Agung Podomoro Land Tbk mengakui, pihaknya memang banyak memiliki proyek apartemen terutama yang berada di sekitar Jakarta. Menurut hitungannya, hingga saat ini, Agung Podomoro sudah mempunyai sekitar 85.000 unit apartemen di Jakarta.

Nah, jumlah ini dipastikan bakal bertambah. Soalnya, pengembang ini tengah menggarap hunian jangkung berna,a Grand Madison Park di Tanjung Duren, Jakarta Barat dengan kapasitas 330 unit.

Sayang Wibisono tidak merinci soal target dari proyek tersebut. “Kami tidak disclose target marketing sales untuk tiap proyek,” katanya kepada KONTAN.

Sedangkan menurut Theresia Rustandi, Sekretaris Perusahan PT Intiland Development, pihaknya saat ini sudah memiliki sekitar 5.000 unit apartemen di Jakarta. Dan tahun ini menggarap proyek The Hamilton di Jakarta Selatan dan Regatta London Tower di Jakarta Utara.

Sumber : http://industri.kontan.co.id/news/duet-agung-kuasai-bisnis-apartemen-ibu-kota

MEGAPOLITAN DEVELOPMENT FOKUS PEMBANGUNAN PROYEK DI 2017.

in Berita Saham by

(31/03/2017) Jakarta.Pengembang properti PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) berhasil mempertahankan tren peningkatan kinerja pendapatan yang tercatat sebesar Rp330,4 miliar dari pencapaian tahun 2015 sebesar Rp325,3 mliar.

Managing Director Megapolitan Developments, Ronald Wihardja mengungkapkan bahwa kenaikan pendapatan didorong oleh proyek hunian yang dikembangkan Perseroan di wilayah Cinere. “Pengakuan penjualan proyek hunian seperti Cinere Parkview, Graha Cinere untuk tipe rumah Fancy dan Cozy, serta Cinere One Residence yang menyumbang kontribusi besar terhadap naiknya pendapatan usaha,” kata dia, Kamis.

Ditinjau dari segmentasi pengembangannya, proyek-proyek perumahan masih menjadi kontributor pendapatan usaha terbesar mencapai Rp113,4 miliar atau 35% dari total pendapatan. Segmen persewaan dari pusat perbelanjaan menyumbang kontribusi Rp102,1 miliar atau 30% sebagian besar berasal dari Mal Cinere dan Cinere Bellevue Mall.

Untuk segmen apartemen mencatatkan kontribusi pendapatan sebesar Rp62 miliar atau 19% yang berasal dari apartemen Cloud Tower, Sky Tower, dan Cinere Bellevue Suites. Segmen ruko dan kios memberikan kontribusi sebesar Rp52,4 miliar atau 16 persen melalui ruko Cinere Terrace Commerial dan Bizpark @Vivo Sentul serta kios Galleria Kiosk @Vivo Sentul.

Sementara ditinjau berdasarkan tipe, pendapatan dari pengembangan (development income) memberikan kontribusi sebesar Rp228 miliar atau 70% dari keseluruhan. Sisanya berasal dari pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang mencapai Rp102 miliar atau 30%.

Ronald juga mengatakan, industri properti nasional di 2016 belum mengalami kenaikan yang signifikan, tetapi manajemen berhasil memberikan komitmen dalam mempertahankan pertumbuhan kinerja. Ini terlihat dari aset Megapolitan Developments yang mengalami kenaikan sebesar 14 persen yaitu Rp1,363 triliun ketimbang tahun sebelumnya yaknu Rp1,196 triliun.
Image result for megapolitan development tbk
Kenaikan tersebut disebabkan oleh peningkatan Kas, Piutang Usaha, dan persediaan di seluruh proyek antara lain Galleria Vivo Mall Sentul, Cinere Parkview, Cloud Tower dan Sky Tower.

Ronald pun mengaku optimis pasar properti nasional diperkirakan akan mulai membaik di tahun 2017 seiring dengan perkembangan infrastruktur yang saat ini gencar dilaksanakan di sejumlah wilayah di Indonesia khususnya wilayah Jabodetabek.

Selain infrastruktur, sejumlah upaya dan paket kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah juga akan menstimulus industri properti tanah air. Tahun ini, Perseroan fokus pada penjualan seluruh inventori proyek-proyek eksisting seiring peluncuran sejumlah proyek baru dengan konsep pengembangan yang kuat baik di Cinere, Karawaci, dan Sentul. Sejumlah proyek baru pun telah disiapkan oleh Perseroan untuk dirilis tahun ini antara lain hunian eksklusif, ruko, dan apartemen di Cinere, hunian eksklusif di Sentul, serta pengembangan lanjutan di proyek eksisting apartemen The Habitat@Karawaci. (end/fu)

Sumber : http://www.iqplus.info/news/stock_news/emde-megapolitan-development-fokus-pembangunan-proyek-di-2017,89072422.html

Pendapatan MDLN Melorot, Laba Tergerus Banyak

in Berita Saham by

Emiten properti PT Modernland Realty Tbk. mencatatkan penurunan pendapatan hingga 16,8% secara year on year sepanjang 2016 lalu menjadi Rp2,46 triliun, dari semula Rp2,96 triliun pada 2015. Laba bersih pun tergerus 42,6% dari Rp873 miliar pada 2015 menjadi hanya Rp501 miliar pada tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan, pendapatan emiten dengan ticker MDLN tersebut dikontribusikan dari sejumlah pos, yakni penjualan properti Rp2,36 triliun, pendapatan hotel dan sewa Rp53,4 miliar dan pendapatan golf dan restoran club house Rp51,3 miliar.

Pendapatan penjualan terbesar diperoleh dari penjualan lahan senilai Rp1,52 triliun, menyusul setelahnya penjualan rumah dan ruko Rp827,9 miliar, unit apartemen Rp721,5 juta, serta EPS dan wiremesh Rp7,2 miliar.

Sepanjang tahun lalu, realisasi marketing sales MDLN mencapai Rp4,3 triliun. Prapenjualan terbesar dikontribusikan dari penjualan lahan 66,59 hektar senilai Rp3,18 triliun ke PT Astra Modernlan, perusahaan patungan yang didirikan bersama PT Astra Land Indoneia.

Ferdy Wan, Analis Mandiri Sekuritas mengatakan, realisasi pendapatan perseroan lebih rendah dari prediksi Mandiri Sekuritas sebesar Rp3,15 triliun. Akan tetapi, laba bersih perseroan justru lebih tinggi 11% di atas prediksi Mandiri Sekuritas, meskipun lebih rendah 26% dibandingkan prediksi konsensus.

“Patut diingat, perusahaan mendapatkan keuntungan satu waktu atau one-time gain sekitar Rp547 miliar pada 2015 dari penjualan anak usahanya di bidang properti industri di Bekasi,” tulis Ferdy dalam risetnya, Selasa (14/3/2017).

Ferdy mengungkapkan, saat ini saham MDLN ditransaksikan di pasar pada valuasi rasio harga saham per laba perkiraan 2017 sebesar 7,7 kali dan 74% diskon terhadap nilai aset bersih.

Meski mencatatkan kinerja kurang memuaskan, manajemen MDLN menilai ada peluang tahun ini kinerja perseroan akan membaik, seiring berakhirnya program pengampunan pajak.

L. H Freddy Chan, Direktur Keuangan MDLN sebelumnya mengungkapkan, perseroan masih memasang target konservatif untuk marketing sales tahun ini, yakni Rp4,3 triliun. Untuk menopang target itu, perseroan tengah menjajaki transaksi block sales dengan sejumlah calon pembeli.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, cadangan lahan MDLN per akhir tahun lalu, perseroan memiliki persedian tanah siap dipasarkan seluas 64,6 hektare dengan nilai Rp366, 5 miliar. Tanah siap dipasarkan tersebut ada di Tangerang, Cakung dan Cikande.

Selain itu, rumah tinggal dan ruko dalam tahap penyelesaian mencapai Rp463,8 miliar dan rumah tinggal siap dipasarkan mencapai Rp400,1 miliar.

Per akhir tahun lalu, cadangan lahan perseroan mencapai 1.672,5 hektare, turun dari posisi akhir tahun 2015 yang mencapai 1.769,7 hektare. Tanah untuk pengembangan ini digunakan sebagai jaminan atas utang obligasi dan utang bank perseroan.

sumber : Bisnis

Progres Pembangunan Properti di Pulau C dan D Lebih dari 50 Persen

in Berita Saham by

 

JAKARTA, KompasProperti – Kendati belum memiliki izin lingkungan dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), pembangunan properti di lahan reklamasi Pulau C dan D terus dilakukan.

Menurut Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta (KSTJ), PT Kapuk Naga Indah yang merupakan anak usaha Agung Sedayu Group (ASG) telah membangun beberapa perumahan dan ruko di atas Pulau C dan D.

“Di Pulau C sudah terbangun mungkin 40-50 persen, sedangkan Pulau D yang sudah relatif berbentuk sepenuhnya mungkin 60 sampai 70 persen,” kata perwakilan KSTJ dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Ahmad Marthin Hadiwinata, di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Marthin menambahkan, bangunan-bangunan yang ada di atas Pulau C dan D itu ditujukan bagi kelas menengah atas seperti tercantum di dalam peraturan daerah (perda) rencana tata ruang wilayah (RTRW) DKI Jakarta.

Sebagai informasi, pada Januari 2012 DPRD DKI Jakarta mengesahkan Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang RTRW 2010-2030 yang memasukkan reklamasi pulau-pulau yang saat itu berjumlah 14.

Pembangunan-pembangunan itu menurut Marthin tidak semestinya dilakukan lantaran sampai saat ini izin lingkungan itu masih terus diproses dan belum ada keputusan resmi terkait hal tersebut.

“Saat ini di sana, (mereka) masih membangun dan masih ada alat-alat berat sementara izin lingkungan dan amdalnya sendiri masih berproses,” tambah dia.

Jika ditilik lebih jauh, PT Kapuk Naga Indah akan menggarap Pulau C dan D seluas masing-masing 279 hektar dan 312 hektar.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta per Januari 2016, selain Pulau C dan D, ASG mengantongi izin prinsip reklamasi untuk Pulau A seluas 79 hektar, Pulau B seluas 380 hektar dan Pulau E seluas 284 hektar.

Jadi secara total, ASG bakal membangun 1.331 hektar pulau buatan di Teluk Jakarta.

Meski KSTJ menilai Pulau C dan D belum mendapat izin lingkungan dan amdal, Badan Pengendalian lingkungan hidup DKI Jakarta justru melansir, kedua pulau itu ditambah Pulau E sudah memiliki izin amdal dan pelaksanaan reklamasi yang diberikan pemerintah pada 2011.

Sementara Pulau A dan B belum memiliki izin Amdal dan pelaksanaan reklamasi.

Selain PT Kapuk Naga Indah, pengembang lain yang ikut ambil bagian dalam reklamasi Teluk Jakarta adalah PT Jakarta Propertindo, dan PT Muara Wisesa Samudera yang merupakan anak perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).

Kemudian PT Taman Harapan Indah, PT Jaladri Kartika Ekapaksi, PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Manggala Krida Yudha, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, PT Jakarta Propertindo, dan PT KEK Marunda.

Sumber : http://properti.kompas.com/read/2017/03/09/190654821/progres.pembangunan.properti.di.pulau.c.dan.d.lebih.dari.50.persen

 

Megapolitan Developments Fokus Garap Kawasan Sentul

in Berita Saham by

JAKARTA- Perusahaan pengembang properti PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) melalui anak usahanya PT Tirta Persada Developments saat ini tengah gencar melakukan pembangunan proyek di wilayah Sentul, Bogor salah satunya proyek komersial Galleria Mall Vivo Sentul.

Sejak penunjukkan PT PP Persero Tbk sebagai kontraktor Galleria Mall Vivo Sentul pada November 2016 lalu, progres pembangunan Galleria Mall Vivo Sentul saat ini tengah memasuki beberapa pekerjaan struktural.

Managing Director Megapolitan, Ronald Wihardja mengatakan bahwa Perseroan menyiapkan investasi sekitar Rp750 miliar untuk pembangunan proyek komersial ini. “Pembiayaan investasi ini berasal dari kas internal perusahaan dan fasilitas pendanaan dari perbankan,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com.

Ronald melanjutkan bahwa Perseroan telah melakukan penandatanganan fasilitas pendanaan konstruksidan investasi senilai Rp400 miliar dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk beberapa waktu yang lalu.

Galleria Mall Vivo Sentul merupakan salah satu bagian dari kawasan superblok terpadu Vivo Sentul dengan lahan seluas 17 hektar yang terdiri dari pusat perbelanjaan, komersial, kuliner, hiburan serta hunian terlengkap di Sentul, Bogor.

Dalam pengembangan kawasan tersebut, Megapolitan membangun proyek komersial dan perbelanjaan modern Galleria Mall Vivo Sentul yang terdiri dari empat konsep perniagaan yaitu kios mall Galleria Kiosk,  area kuliner al fresco dining Vivo Walk, pusat perbelanjaan ritel modern Vivo Mall, dan pusat niaga Bizpark @Vivo Sentul.

“Keempat konsep tersebut kami gabungkan dan kembangkan di dalam satu kawasan terpadu yang ikonik yaitu Vivo Sentul dengan melihat potensi akan kebutuhan gaya hidup masyarakat yang datang ke wilayah Bogor. Penggabungan konsep perbelanjaan dan komersial ini akan meningkatkan pengalaman berbelanja yang baru dan menarik bagi masyarakat,” ujarnya.

Saat ini penjualan kios di Galleria Mall Vivo Sentul sudah mencapai 60% dari total 792 unit, sedangkan jumlah sewa di pusat perbelanjaan Vivo Mall telah mencapai 55% dari total area 31.889m2. Beberapa tenan yang telah memberikan komitmen untuk hadir di area perbelanjaan ini diantaranya Centro Department Store, Cinema CGV Blitz , Fun World, dan Optik Melawai.

Selain Galleria Vivo Mall Sentul, Megapolitan Developmentsjuga fokus melakukan pengembangan sejumlah proyek di wilayah Cinere, Karawaci, dan Sentul. Di Cinere, Megapolitan Developments tengah melakukan pembangunan apartemen Sky Tower setinggi 18 lantai dan perumahan eksklusif Cinere Parkview. Selain itu, Megapolitan Developments tengah melakukan persiapan pembangunan 16 unit private luxury residence, Tuscanyyang terletak di wilayah Cinere. Megapolitan Developments juga berencana untuk meluncurkan klaster hunian eksklusif yang berada di dalam kawasan Vivo Sentul pada kuartal ketiga 2017.

Sumber : http://properti.bisnis.com/read/20170306/276/634320/megapolitan-developments-fokus-garap-kawasan-sentul

Pengembang Apresiasi Penutupan Gerbang Tol Karang Tengah

in Berita Saham by

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku usaha mengapresiasi rencana penutupan gerbang tol Karang Tengah yang rencananya akan dilakukan pada April 2017.

Hal ini dalam rangka meningkatkan layanan di bidang transaksi, PT Jasa Marga Tbk. bersama PT Marga Mandala Sakti selaku Badan Usaha Jalan Tol akan mulai memberlakukan integrasi sistem transaksi di Jalan tol Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak.

PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) akan menghilangkan gerbang tol Karang Tengah sehingga pengguna jalan tol hanya berhenti di satu gerbang untuk transaksi, yakni gerbang Tol Cikupa.

Direktur Marketing PT Hong Kong Kingland (HKK) Bambang Sumargono yang menuturkan Karang Tengah merupakan salah satu gerbang tol utama yang digunakan para penglaju di Jakarta untuk menuju ke arah barat atau sebaliknya. Data PT Marga Mandala Sakti (MMS) menyebutkan, jumlah lalu lintas harian rata-rata (LHR) Tol Jakarta-Tangerang mencapai 167.906 kendaraan atau melebihi kapasitas jalan 161.000 kendaraan.

Pintu tol Karang Tengah – skyscrapercity.com

Dirinya memastikan dengan ditutupnya gerbang tol Karang Tengah kemacetan yang kerap terjadi saat jam pulang dan pergi kantor akan semakin terurai dan menambah nilai lahan yang signifikan.

“Nantinya waktu tempuh Puri Indah — Alam Sutera maupun akses menuju Tomang dan Bandara Soekarno Hatta akan lebih singkat dan meningkatkan nilai investasi,” katanya melalui siaran pers, Minggu (5/3/2017).

Sehingga, lanjut Bambang, rencana penutupan gerbang tol Karang Tengah tersebut merupakan angin segar bagi para pelaku bisnis properti di wilayah sekitar, seperti Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.

Pasalnya, kepadatan di gerbang tol Karang Tengah yang cukup panjang dengan antrean kerap mencapai lebih dari 10 kilometer saat jam sibuk akan terurai, sehingga akses menuju Jakarta-Tangerang dipastikan lancar.

Perusahaan juga masih menawarkan apartemen menara pertamanya The Venetian dari proyek apartemen eksklusif Kingland Avenue hasil kongsi dari Kingland Holding, Alfaland Group, dan Growth Steel Group.

“Saat ini sudah terjual lebih dari 75% dari total 600 unit, harga aktual sekarang mulai Rp700 jutaan. Kami berikan sejumlah kemudahan pembayaran salah satunya yakni skema cicilan Rp5 juta perbulan yang bisa dicicil selama 48 Bulan,” katanya.

Ada empat tipe varian, yaitu loft A dengan tiga kamar tidur seluas 83m2, loft B dengan tiga kamar tidur seluas 73m2, Loft C dengan satu kamar tidur seluas 51m2, dan Loft D dengan satu kamar tidur seluas 44m2.

PT HKK juga berencana membangun proyek apartemen perdana di Indonesia bernama Kingland Avenue di Alam Sutera pada tahun ini. Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 22.000 meter persegi ini menelan investasi sebesar Rp5 triliun.

Sumber : http://properti.bisnis.com/read/20170305/107/634198/pengembang-apresiasi-penutupan-gerbang-tol-karang-tengah

Go to Top