Tag archive

Right Issue

LAJU SAHAM 18 APRIL: Berikut Aksi 6 Emiten

in Berita Saham by

(18/04/2017), JAKARTA- Waterfront  Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah saham menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Selasa (18/4/2017).

Octavianus  Marbun, Analis PT Waterfront  Securities Indonesia mengatakan saham tersebut adalah:

  • SUPR akan terbitkan notes US$400 Juta

PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) melalui anak usahanya di Singapura, Pratama Agung PTe Ltd, akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau notes senilai maksimal USD400 juta atau setara dengan Rp5,355 triliun dengan kurs Rp13.388 per dolar AS. Notes ini dijamin dengan menggunakan aset perseroan jika diperlukan sebesar nilai notes yang diterbitkan yakni US$400 juta. Hasil penerbitan notes ini akan digunakan untuk menambah modal kerja dan menunjang kebutuhan pendanaan secara umum. Hasil penerbitan notes ini akan disalurkan ke anak usaha perseroan lain yakni Kharisma Pte Ltd yang nantinya disalurkan berupa fasilitas antar perusahaan kepada perseroan.

  • TMAS akan bagi dividen Rp20,29/saham

PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) berencana membagikan dividen tunai sebesar Rp20,29 per saham. Rencana itu sudah disetujui pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Pemegang saham sepakat untuk menyisihkan sebagian laba bersih yang diperoleh perusahaan pada tahun lalu yang sebesar Rp231,30 miliar untuk dividen. Jadi total dividen yang akan dibayarkan kali ini sekitar 10% dari laba 2016. Selain untuk dividen, sisa atau sebesar Rp208 miliar dari perolehan laba bersih di tahun lalu akan dibukukan sebagai laba ditahan.

  • SDRA akan rights issue II sebanyak 1,7 miliar saham

PT Bank Woori Saudara Tbk (SDRA) akan melakukan Penawaran Umum Untuk Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (Rights Issue II) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.700.000.000 saham baru atau 25,10% dari modal ditempatkan dan disetor. Setiap pemegang 1 saham lama yang namanya tercatat hingga 29 Mei 2017 berhak atas 1 saham baru yang harga pelaksanaannya belum ditentukan. Pemegang saham utama perseroan Woori Bank Korea akan melaksanakan haknya untuk membeli saham baru sedangkan pemegang saham lain Medco Group tidak melaksanakan haknya. Cum dan ex di pasar reguler/negosiasi dijadwalkan sementara pada 23 dan 24 Mei 2017 sedangkan di pasar tunai dijadwalkan sementara pada 29 dan 30 Mei 2017 dengan periode perdagangan HMETD pada 31 Mei – 7 Juni 2017. Sekitar 60% dana hasil rights issue II ini akan digunakan untuk kebutuhan pengembangan usaha seperti penyaluran kredit dan 30% untuk pelunasan obligasi serta sisanya untuk kebutuhan investasi aset tetap.

  • Marketing sales CTRA pada kuartai I capai 12,58% dari target 2017

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) pada kuartal I 2017 mencatatkan prapenjualan ataumarketing salestak jauh berbeda dibanding kuartal I/2016. Per Maret,marketing salesmencapai Rp 1,22 triliun, tumbuh tipis dibandingkan dengan kuartal I 2016 yang sebesar Rp1,1 triliun. Dengan melihat hasil tersebut, CTRA berharap di kuartal selanjutnya bisa meningkatkan penjualan. Sepanjang tahun ini, CTRA menargetkan marketing sales Rp9,7 triliun. Sehingga marketing sales CTRA di kuartal satu setara 12,58% dari target 2017. Di 2017, CTRA menyiapkan beberapa proyek baru, seperti Puri di Jakarta Barat, Citraland Cibubur, Citra Plaza, Citra Land Tallasa, Ciputra Beach Resort Sadana, dan proyek komersial yakni Ciputra Mall di Tangerang.

  • Penjualan saham Waskita Toll Road ditargetkan selesai Juli

PT Waskita Toll Road Tbk (WSKT) menargetkan proses penjualan saham anak usahanya PT Waskita Toll Road selesai pada Juli tahun ini. Waskita Toll Road akan menerbitkan saham baru maksimal 20% dari modal disetor, yang kemudian diserap oleh investor strategis. Perseroan berharap minimal terdapat lima perusahaan yang tertarik menanamkan modal di Waskita Toll Road.

  • Per Maret PPRO bukukan marketing sales 17% dari target akhir tahun

PT PP Properti Tbk (PPRO) membukukan realisasi marketing sales selama tiga bulan pertama tahun ini sekitar Rp600 miliar, atau sekitar 17% dari target yang ditetapkan perseroan pada 2017. Realisasi tersebut hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu. PPRO targetkan marketing sales tahun ini sebesar Rp3,5 triliun, naik dibandingkan pencapaian tahun lalu Rp2,4 triliun

Sumber : http://market.bisnis.com/read/20170418/191/645937/laju-saham-18-april-berikut-aksi-6-emiten

Emiten Bank Beramai-ramai Rights Issue

in Berita Saham by

08/03/2017  JAKARTA – Sebanyak 10 emiten bank akan melangsungkan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Bank-bank tersebut siap menerbitkan saham baru dengan target dana minimal Rp 13,7 triliun. PT Bank Permata Tbk (BNLI) dan PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) berpotensi menjadi emiten bank dengan rights issue terbesar, masing-masing senilai Rp 3 triliun.

Selanjutnya, PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) yang menargetkan perolehan dana Rp 2 triliun, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) sebesar Rp 1,5-2 triliun, dan PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO) sebesar Rp 1 triliun.

Direktur Keuangan BRI Agroniaga Zainuddin Mappa mengatakan, dengan aksi korporasi tersebut, perseroan berniat menaikkan modal inti (Tier I) menjadi Rp 3 triliun dan posisi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) menjadi 35%.

“Untuk rights issue, kami sedang dalam proses, termasuk yang berkaitan dengan aspek penunjang. Namun, target perseroan masih sejalan dengan rencana sebelumnya, yakni sekitar Rp 1 triliun,” kata Mappa kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (6/3).

BRI Agro bakal menerbitkan maksimal 7,69 miliar saham baru. Dengan aksi korporasi tersebut, modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan akan meningkat 50,19% dari posisi saat ini. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan terdilusi maksimal sebesar 33,42%.

Sesuai rencana, pada 12 April 2017, BRI Agro akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk meminta persetujuan rencana rights issue. Aksi korporasi itu dijadwalkan efektif pada Juni 2017.

Hingga akhir 2016, BRI Agro memiliki modal inti sebesar Rp 1,88 triliun. Sedangkan rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM/CAR) perseroan sebesar 23,68%. Sepanjang tahun lalu, bank yang masuk kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) II tersebut membukukan total kredit Rp 8,18 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) Rp 9,22 triliun.

“Dalam rencana bisnis bank (RBB) 2017, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menyetujui peningkatan DPK perseroan sekitar 19% secara year on year (yoy). Untuk penyaluran kredit, perseroan membidik kenaikan sekitar 20%,” papar Mappa.

Sumber :http://id.beritasatu.com/home/emiten-bank-beramai-ramai-rights-issue/157423

INCAR DANA Rp1,5 TRILIUN, PPRO SIAP LEPAS 5 MILIAR SAHAM RIGHTS ISSUE.

in Berita Saham by

PT PP Properti Tbk berencana menggalang dana melalui aksi korporasi di pasar modal (rights issue). Adapun dana yang di incar perusahaan dalam aksinya tersebut sekitar Rp 1,5 triliun.

Image result for pp property
Dari jumlah dana yang di bidik itu, diperkirakan PP Properti akan melepas sejumlah 5 miliar lembar saham melalui rights issue. “Kami membutuhkan Rp 1,5 triliun. Sementara jumlah lembar saham akan mengikuti saja. Bisa jadi akhirnya nanti hanya lima miliar lembar yang dikeluarkan, karena permintaan investor tinggi,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PPRO, Indaryanto, saat di konfirmasi, di Jakarta, Senin.

Jika melihat kebutuhan dana perusahaan sekitar Rp 1,5 triliun dengan jumlah saham yang akan di lepas sejumlah 5 miliar lembar saham, maka dapat diperkirakan harga rights issue PPRO akan berada di kisaran Rp 300 per saham.

“Pada saat ini PPRO sudah diminati oleh banyak investor, termasuk investor asing. Ini saya dapat ketika kami melakukan roadshow-roadshow,. tambah Indaryanto.

Pasca melaksanakan rights issue, kata Indaryanto, pihak PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk juga akan kembali melaksanakan aksi korporasi dengan cara menyuntikkan dana ke PP Properti sebagai salah satu anak usahanya. Rencananya, suntikan dana sekitar Rp 1 triliun itu akan berasal dari kas internal sebelum rights issue.

Indaryanto menjelaskan, bahwa dana segar tersebut akan membuat PPRO mampu melakukan ekspansi dan mempertahankan tingkat pertumbuhan ke depan. Rinciannya, sebesar 70 persen dana rights issue untuk investasi pengembangan usaha atau sekitar Rp1,05 triliun, sedangkan 20 persen untuk modal kerja atau sekitar Rp300 miliar. Kemudian, sebesar 10 persen untuk pembayaran sebagian besar utang atau sekitar Rp150 miliar.

Pada 2016, perseroan mampu mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 42,8 persen menjadi Rp2,1 triliun. Sementara itu, laba bersih di 2016 meningkat 22 persen menjadi Rp365,4 miliar, sedangkan marketing sales tercatat sebesar Rp2,5 triliun atau naik 25 persen, lebih tinggi dari rata-rata industri. Sementara pada tahun ini, PPRO menargetkan pertumbuhan marketing sales sebesar 45 persen menjadi Rp3,5 triliun.

Sebelumnya, riset analis PT BNI Securities (22 November 2016), Maxi Liesyaputra merekomendasikan hold untuk saham PPRO dengan target harga Rp1.420 sebelum stock splitatau sebesar Rp355 per saham setelah stock split. Riset tersebut menyebutkan bahwa katalis untuk PPRO adalah strategi perseroan yang fokus pada konsumen di segmen menengah dan lokasi di area yang padat penduduk.

 

Sumber : http://www.iqplus.info/news/stock_news/ppro-incar-dana-rp1-5-triliun–ppro-siap-lepas-5-miliar-saham-rights-issue,57093527.html

Rights issue JSMR ditetapkan Rp 3.900 per lembar

in Berita Saham by

Rights issue JSMR ditetapkan Rp 3.900 per lembar

Kontan, JAKARTA.  PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menetapkan harga penawaran sahamrights issue sebesar Rp 3.900 per lembar dari perkiraan sebelumnya yaitu Rp 3.700-4.500 per lembar.

Menurut keterangan Selasa (22/11), jumlah saham yang akan dilepaskan sebanyak 457.871.200 saham atau 2,40% dari total modal ditempatkan dan disetor. Sementara sebelumnya, jumlah saham yang Selanjutnya, dalam keterangan disebutkan bahwa dana yang diterima JSMR sebesar Rp1,785 triliun. Setiap pemegang 500.000 saham lama hingga 30 November 2016 berhak memperoleh 33.667 HMETD.

Pembeli siaga dari aksi korporasi ini adalah Bahana Securities, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas. Cum dan ex di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 25 dan 28 November 2016.

Sementara di pasar tunai akan jatuh pada 30 November dan 1 Desember 2016 dengan periode perdagangan 2-8 Desember 2016. Adapun pemegang saham publik yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami dilusi maksimal 6,31%

Jadwal Right Issue BUMN Molor

in Berita Saham by
Bisnis.com, JAKARTA— Jadwal pelaksanaan hak memesan efek terlebih dulu (HMETD) atau right issue sejumlah BUMN dipastikan molor dari rencana semula.
 
Terbaru, korporasi infrastruktur PT Jasa Marga (Persero) Tbk., mengumumkan bahwa rencana pelaksanaan dan perdagangan HMETD menjadi  tanggal 1-7 Desember 2016 atau mundur sekitar 3-4 minggu dari rencana awal 7-11 November.
 
Dalam surat pemberitahuannya kepada Bursa Efek Indonesia pada Rabu (2/11), Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan tanggal cum-right terakhir 24 November (pasar reguler dan negoisasi) dan 29 November (pasar tunai).
 
Tanggal ex-right 25 November (pasar reguler dan negoisasi) dan 30 November (pasar tunai). Tahap terakhir aksi korporasi itu yakni laporan hasil pemeriksaan mengenai kewajaran pelaksanaan HMETD akan dilakukan pada 12 Januari 2017.
 
BUMN lainnya, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., juga memundurkan rencana pelaksanaan HMETD tersebut. Berdasarkan prospektus terakhir, emiten berkode saham KRAS itu mengumumkan pelaksanaan HMETD pada 24-28 Oktober 2016.
 
Namun, sampai saat ini, berdasarkan data distribusi HMETD di laman Kustodian Sentral Efek Indonesia per Rabu (2/11/2016), belum ada satu pun dari 4 BUMN itu yang mengumumkan jadwal aksi right issue.
 
Direktur Keuangan Krakatau Steel Tambok Parulian Setyawati Simanjutak mengatakan pihaknya akan segera melakukan right issue tersebut. “Kemungkinan minggu depan [pekan kedua November 2016],” paparnya, Senin (31/10).
 
BUMN lainnya yang akan melakukan right issue, PT PP (Persero) Tbk., juga belum  mengumumkan perkiraan harga pelaksanaan, setelah dijadwalkan akan mengumumkan pada 23 Oktober 2016. Perkiraan jadwal pelaksanaan HMETD pada 29 November-5 Desember.
 
Selain itu, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., memperkirakan waktu perdagangan dan pelaksanaan HMETD pada 3-9 November, setelah tanggal cum-right 27 Oktober (pasar reguler dan negoisasi) dan 1 November (pasar tunai) serta tanggal ex-right 28 Oktober (pasar reguler dan negoisasi) dan 2 November (pasar tunai).
 
Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Suradi memaparkan pelaksanaan HMETD kemungkinan pada pertengahan November. “Untuk Wika dijadwalkan pertengahan November akan dilaksanakan, setelah tadinya awal November,” katanya ketika dihubungi, pekan lalu.
 
Rentang harga pelaksanaan right issue Wijaya Karya sendiri sebesar Rp1.525-Rp2.505 per saham, Krakatau Steel sebesar Rp 500-Rp565 per saham dan Jasa Marga sebesar Rp3.700-Rp4.500.
 
Seperti diketahui, 4 BUMN itu akan melakukan right issue setelah disetujui oleh Komisi VI, Komisi XI dan Badan Anggaran DPR untuk memperoleh PMN yang dianggarkan dalam APBN Perubahan 2016.
 
Salah satu syarat hukum supaya PMN itu dapat diterima oleh BUMN adalah pemerintah harus menerbitkan PP. Oleh karena itu, apabila tanpa PP, BUMN tidak dapat menerima PMN sekaligus tidak dapat melakukan right issue.
 
Wijaya Karya dianggarkan untuk mendapatkan PMN senilai Rp4 triliun, Krakatau Steel Rp1,5 triliun, Jasa Marga Rp1,25 triliun dan PTPP Rp2,25 triliun. Dalam melakukan right issue, masing-masing BUMN juga mengincar dana selain PMN yakni dari investor publik sesuai mekanisme yang ada.

Kemana dana rights issue PTPP mengalir

in Berita Saham by

 Kemana dana rights issue PTPP mengalir?
Kontan, JAKARTA. PT PP Tbk (PTPP) berniat menggunakan dana hasil penerbitan saham baru atau rights issue untuk memperkuat belanja modal tahun depan. Mayoritas dana untuk membiayai proyek prioritas pemerintah.

Dalam aksi rights issue ini, PTPP membidik dana segar Rp 4,41 triliun. “Sekitar 76% dana rights issue untuk kebutuhan belanja modal proyek infrastruktur prioritas pemerintah,” ujar M Toha Fauzi, Direktur PTPP, dalam keterbukaan informasi ke BEI, Kamis (20/10).

Adapun beberapa proyek yang masuk prioritas pemerintah adalah proyek Terminal Multipurpose Kuala Tanjung, jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, tol Depok-Antasari, tol Balikpapan-Samarinda tol Pandaan-Malang dan jalan tol Manado-Bitung.

Selain itu ada proyek apartemen menengah (MBR Rusunami), Kawasan Industri Kuala Tanjung dan proyek PLTU Meulaboh 2 x 200 megawatt. Sedangkan sekitar Rp 1,06 triliun untuk menggarap proyek infrastruktur lain PTPP.

Tapi Toha tak merinci proyek tersebut. Yang pasti proyek ini tak jauh beda dari proyek prioritas, yakni pembangkit listrik, jalan tol, kawasan industri dan pelabuhan.

Agus Purbianto, Direktur Keuangan PTPP, mengkonfirmasi bahwa dana rights issue Rp 4,41 triliun hanya akan membiayai sebagian belanja modal PTPP pada tahun depan. Anggaran belanja modal PTPP pada tahun 2017 kemungkinan di atas Rp 4,41 triliun.

“Jumlah totalnya masih dalam pembahasan,” kata dia ketika dikonfirmasi KONTAN.

Sebelumnya, Direktur Utama PTPP Tumiyana pernah mengatakan mulai tahun depan PTPP mengalokasikan belanja modal berkisar Rp 14 triliun hingga Rp 18 triliun. Hingga pekan kedua Oktober 2016, PTPP meraih kontrak baru Rp 24,3 triliun. Jumlah ini setara 78,39% target kontrak baru tahun ini senilai Rp 31 triliun.

“Kami optimistis dapat melampaui target kontrak baru yang sudah ditetapkan,” ujar Tumiyana dalam keterangan resmi yang diterima KONTAN, kemarin.

Sejumlah kontrak baru yang diperoleh adalah dua ruas tol masing-masing Rp 3 triliun dan Rp 2,7 triliun, PLTMG Lombok Peaker berkapasitas 130 MW-150 MW senilai Rp 1,42 triliun, Makassar New Port Paket B & C Reklamasi Rp 891 miliar, Mobile Power Plant 500 MW Rp 739 miliar yang berada di delapan lokasi, pembangunan Gedung BNI Tower Rp 714 miliar dan sejumlah proyek lainnya.

Harga saham PTPP kemarin ditutup menguat 0,24% menjadi Rp 4.210 per saham. Sejak awal tahun ini, harga PTPP sudah menanjak 8,65%.

KRAS belum tetapkan harga rights issue

in Uncategorized by

JAKARTA. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) memastikan harga pelaksanaanrights issue belum terbentuk.

“Sampai saat ini, kami bersama kementerian BUMN belum menetapkan harga saham untuk rights issue, kami masih membahasnya,” tegas Corporate Secretary KRAS Arief Budiman saat dimintai konfirmasinya oleh KONTAN, Senin (17/10).

Hal ini sekaligus membantah isu yang beredar jika KRAS telah menetapkan harga pelaksanaan rights issue Rp 565 per saham. Ini merupakan level tertinggi atas rentang harga rights issue yang sebelumnya telah diumumkan oleh manajemen KRAS. Adapun rentang bawah rights issue tersebut adalah Rp 500 per saham.

Asal tahu saja, perseroan akan menerbitkan sebanyak 3,3 miliar saham hingga 3,74 miliar saham. Rencananya, setiap 250.000 saham lama, berhak atas 52.592 HMETD hingga 59.429 HMETD.

Rentang harga pelaksanaan tersebut berada di bawah harga KRAS saat rentang tersebut diumumkan Rp 825 per saham. Dana maksimal yang bisa diraih KRAS dari rights issue tersebut sekitar Rp 2,2 triliun. Tanggal efektif HMETD rencananya dilakukan pada 10 Oktober mendatang.

KRAS mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,5 triliun melalui aksi rights issue tersebut. Perseroan akan menggunakan 66% dana rights issue untuk memenuhi kebutuhan modal kerja proyek pembangunan hot strip mill 2.

Pabrik senilai US$ 381,8 juta ini diharapkan bisa beroperasi pada semester I-2019. Proyek ini untuk meningkatkan kapasitas produksi penggulungan baja(rolling) dari 2,4 juta ton per tahun menjadi 3,9 juta ton per tahun.

Sementara itu, sebesar 34% dari dana rights issue akan digunakan sebagai ekuitas untuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara 1×150 Mega Watt (MW).

PLTU itu ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2019. Nilai investasinya mencapai Rp 2,3 triliun. Perseroan juga akan mengkombinasikan sumber pendanaan lain seperti kas internal atau ekuitas guna memenuhi kebutuhan investasi tersebut.

KRAS sudah hampir menuntaskan pabrik blast furnance. Pabrik itu rencananya akan bisa beroperasi di akhir tahun ini. Proyek ini akan menurunkan ongkos bahan baku perseroan, mengurangi kebutuhan listrik dan menyeimbangkan fasilitas produksi upstream dan downstream perseroan.

Manajemen KRAS memperkirakan penghematan biaya dari proyek ini mencapai US$ 58,3 per ton untuk produk Hot Rolled Coil (HRC) atau baja lembaran panas. Dengan kata lain, KRAS bakal berhemat 18% dari total ongkos produksi HRC tahun 2015.

Kucuran dana PMN diproyeksi bisa mendorong kinerja KRAS dalam jangka panjang. Dengan PMN, pada tahun 2020 pendapatan KRAS diperkirakan naik menjadi US$ 3,6 miliar dibandingkan bila tanpa PMN sebesar US$ 2,8 miliar. Sementara itu, laba bersih KRAS juga diperkirakan naik menjadi US$ 459 juta dengan PMN dan US$ 261 juta tanpa PMN.

 

Sumber : Kontan

Ini Indikatif Jadwal Rights Issue WIKA

in Uncategorized by

IMQ, Jakarta —  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengumumkan indikasi jadwal terbaru pelaksanaan penambahan modal dalam rangka HMETD I (PMHEMTD I) dengan asumsi terbitnya peraturan pemerintah (PP) pada 14 Oktober 2016.

Sekretaris Perusahaan Suradi memperkirakan WIKA dapat mengantongi pernyataan pendaftaran menjadi efektif pada 20 Oktober 2016. Selanjutnya, perdagangan saham dengan HMETD (cum right) baik di pasar regular dan negosiasi serta pasar tunai masing-masing 27 Oktober dan 1 November 2016, dimulainya perdagangan tanpa HMETD (ex rights) pasar reguler dan negosiasi serta tunai sekitar 28 Oktober dan 2 November 2016.

Tanggal distribusi HMETD diprediksi pada 2 November 2016, pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia dan awal perdagangan HMETD sekitar 3 November 2016, akhir perdagangan dan pelaksanaan HMETD 9 November 2016, awal pelaksanaan HMETD sekitar 3 November 2016.

Perseroan juga memperkirakan akhir pembayaran yang berasal dari pemesanan efek tambahan sekitar 11 November 2016, awal penyerahan saham yang berasal dari HMETD 7 November 2016.

Akhir penyerahan saham yang berasal dari HMETD sekitar 11 November 2016, penjatahannya dilakukan pada 14 November 2016, pengembalian kelebihan uang pesanan yang tidak terpenuhi pada 8 November 2016, serta penyampaian laporan hasil penjatahan kepada OJK dan BEI 21 Oktober 2016.

WIKA berencana menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 4,03 miliar lembar saham dengan estimasi dana yang diterima perseroan hingga Rp6,15 triliun.

Adapun penggunaan dana hasil rights issue sekitar 71% untuk kebutuhan belanja modal, seperti mendukung proyek-proyek infrastruktur prioritas pemerintah seperrti kebutuhan investasi untuk pembangunan jalan tol, pembangkit listrik, water treatment plant, dan kawasan industri, serta 29% akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja.

Harga rights issue KRAS maksimal Rp 565 per saham

in Uncategorized by

Kontan, JAKARTA. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menetapkan kisaran harga pelaksanaanrights issue. Sukandar, Direktur Utama KRAS mengatakan, kisaran harga pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dalam aksi korporasi itu sebesar Rp 500 hingga Rp 565 per saham.

Perseroan akan menerbitkan sebanyak 3,3 miliar saham hingga 3,74 miliar saham. Rencananya, setiap 250.000 saham lama, berhak atas 52.592 HMETD hingga 59.429 HMETD.Harga rights issue KRAS maksimal Rp 565 per saham

“Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru sesuai harga pelaksanaan,” ujar Sukandar, Selasa (4/10).

Harga pelaksanaan itu berada di bawah harga KRAS saat ini sebesar Rp 825 per saham. Dana maksimal yang bisa diraih KRAS dari rights issue tersebut sekitar Rp 2,2 triliun. Tanggal efektif HMETD rencananya dilakukan pada 10 Oktober mendatang.

KRAS mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,5 triliun melalui aksi rights issue tersebut. Perseroan akan menggunakan 66% dana rights issue untuk memenuhi kebutuhan modal kerja proyek pembangunan hot strip mill 2.

Pabrik senilai US$ 381,8 juta ini diharapkan bisa beroperasi pada semester I-2019. Proyek ini untuk meningkatkan kapasitas produksi penggulungan baja (rolling) dari 2,4 juta ton per tahun menjadi 3,9 juta ton per tahun.

Sementara itu, sebesar 34% dari dana rights issue akan digunakan sebagai ekuitas untuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara 1×150 Mega Watt (MW).

PLTU itu ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2019. Nilai investasinya mencapai Rp 2,3 triliun. Perseroan juga akan mengombinasikan sumber pendanaan lain seperti kas internal atau ekuitas guna memenuhi kebutuhan investasi tersebut.

KRAS sudah hampir menuntaskan pabrik blast furnance. Pabrik itu rencananya akan bisa beroperasi di akhir tahun ini. Proyek ini akan menurunkan ongkos bahan baku perseroan, mengurangi kebutuhan listrik dan menyeimbangkan fasilitas produksi upstream dan downstream perseroan.

Manajemen KRAS memperkirakan penghematan biaya dari proyek ini mencapai US$ 58,3 per ton untuk produk Hot Rolled Coil (HRC) atau baja lembaran panas. Dengan kata lain, KRAS bakal berhemat 18% dari total ongkos produksi HRC tahun 2015.

Kucuran dana PMN diproyeksi bisa mendorong kinerja KRAS dalam jangka panjang. Dengan PMN, pada tahun 2020 pendapatan KRAS diperkirakan naik menjadi US$ 3,6 miliar dibandingkan bila tanpa PMN sebesar US$ 2,8 miliar. Sementara itu, laba bersih KRAS juga diperkirakan naik menjadi US$ 459 juta dengan PMN dan US$ 261 juta tanpa PMN.

Rights Issue Lagi, Bank Banten Incar Rp329 Miliar

in Uncategorized by
http://cdn.trend.az/media/pictures/2015/09/26/bank_albom_260915.jpg

Jakarta, CNN Indonesia — PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) mengincar dana hingga Rp329,08 miliar dari rencana penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau rights issue.

Berdasarkan prospektus ringkas pada Jumat (23/9), Bank Banten berencana menggelar Penawaran Umum Terbatas V dengan menawarkan 17,93 miliar lembar saham baru seri B dengan harga pelaksanaan Rp 18,35 per lembar.

Rencana itu juga termasuk melakukan kompensasi hak tagih Green Resources International Ltd yang masih tersisa sebesar Rp88,57 miliar.

“Adapun proceed yang dihasilkan sebesar Rp329,08 miliar,” jelas manajemen dalam prospektus.

Manajemen menyatakan, penggunaan dana dari transaksi PUT V ini setelah dikurangi oleh biaya emisi, seluruhnya akan digunakan perseroan untuk ekspansi bisnis, khususnya untuk penyaluran kredit dan untuk pembayaran kewajiban yang timbul terkait dengan hak tagih kepada Perseroan yaitu pinjaman dari pihak berelasi, Green Resources, yang akan dilakukan dengan cara konversi hak tagih menjadi setoran saham.

Sebelumnya, pada bulan Agustus 2016 Bank Banten telah menggelar PUT IV dengan menerbitkan saham biasa sejumlah 35,41 miliar lembar dengan harga pelaksanaan sebesar Rp18,35 per lembar saham, sehingga dana yang dihasilkan sebesar Rp649,89 miliar.

Untuk melancarkan gelaran ini, Bank Banten akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, pada hari Senin, 31 Oktober 2016. Rencananya, izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan akan diperoleh pada 24 November 2016.

Lebih lanjut, tanggal distribusi rights issue direncanakan pada 7 Desember 2016. Sementara periode pelaksanaan rights issue direncanakan pada 8 Desember 2016-15 Desember 2016. Tanggal penjatahan direncanakan pada 20 Desember 2016.

Untuk diketahui, PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk adalah nama baru dari PT Bank Pundi Indonesia Tbk. Perubahan nama itu tertuang dalam Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/KDK.03/2016 tertanggal 29 Juli 2016 tentang Penetapan Penggunaan Izin Usaha Atas Nama Bank Pundi menjadi Bank Banten.

Bank Banten terbentuk usai Banten Global Development yang merupakan BUMD milik pemprov Banten mengakuisisi PT Bank Pundi Indonesia. (gir/gen)

Go to Top