Tag archive

rokok

Melihat Strategi HM Sampoerna Hingga Akhir Tahun

in Berita Saham by

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) fokus menggenjot pasar sigaret kretek mesin (SKM) karena pasar rokok jenis ini tumbuh setiap tahun.

HMSP kini tengah berupaya mengembalikan pasar SKM yang perlahan tergerus. Pada 2015 lalu, pangsa pasar HMSP di segmen SKM masih sebesar 29,7%, angka ini turun menjadi 28,9% pada 2016.

Lalu, di kuartal satu 2017, lagi-lagi pangsa pasar HMSP di segmen ini tergerus menjadi 28,6%. Tahun ini, HMSP menargetkan pangsa pasarnya naik sebesar 3%.

Analis NH Korindo Sekuritas Joni Wintarja mengatakan, segmen SKM menyumbang porsi terbesar bagi penjualan HMSP. Pada 2015 SKM menyumbang 62,4% terhadap total penjualan.

“Porsi SKM ini naik menjadi 64% tahun lalu. Diperkirakan di 2017 HMSP mampu mempertahankan porsi SKM sebesar 65%,” ujar Joni.

Untuk menggenjot pangsa pasar segmen SKM, HMSP bakal mengandalkan produk SKM kadar tar tinggi melalui U Bold dan Marlboro Filter Black. Tercatat untuk produk U Bold, pangsa pasar rokok ini secara nasional 0,9% sejak diluncurkan 2015, sedangkan pangsa pasar Marlboro Filter Black sudah mencapai 1% sejak diluncurkan tahun lalu.

Analis Samuel Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi mengatakan, sejak dua tahun lalu terjadi penurunan penjualan rokok secara nasional. Penurunan ini didorong oleh konsistensi kenaikan cukai dan kontinuitas kampanye anti rokok untuk menekan angka perokok nasional.

“Pada kuartal I 2017, penjualan rokok secara nasional melemah 5,6% menjadi 71 miliar batang dari sebelumnya 75,2 miliar batang. Sedangkan volume penjualan HMSP turun 6,9% menjadi 23,4 miliar batang dari 25,1 miliar batang.

“Tahun ini tekanan masih berlanjut, tapi bisa ditangani dengan kenaikan average selling price (ASP)” ujar Akhmad.

Saat ini, lanjut Akhmad, HMSP masih mendominasi persaingan industri di semua segmen. Per kuartal satu, HMSP menguasai 28,6% segmen SKM, 37,7% segmen sigaret kretek tangan (SKT) dan 76,5% pasar segmen sigaret putih mesin.

“Tapi total pangsa pasar HMSP turun menjadi 33% dari 33,5%. Diperkirakan pendapatan tumbuh 7,9% menjadi Rp103,02 triliun dan laba bersih tumbuh 1,3% menjadi Rp12,93 triliun tahun ini,” pungkasnya.

Joni dan Akhmad merekomendasikan buy dengan target harga masing-masing sebesar Rp4.620 dan Rp4.390 per saham.

Sumber : http://www.imq21.com/news/read/446114/20170616/101515/Melihat-Strategi-HM-Sampoerna-Hingga-Akhir-Tahun.html

Pemerintah Masih Kaji Wacana PPN Rokok 10 Persen

in Uncategorized by

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih mengkaji wacana pungutan ganda bagi produk hasil tembakau alias rokok yaitu cukai dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada tahun depan. Sementara kalangan dunia usaha tetap keberatan dengan wacana tersebut.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu Heru Pambudi mengatakan, pemerintah berencana untuk menarik PPN sebesar 10 persen untuk rokok pada tahun depan. rencana tersebut masih dalam tahap pematangan kajian dan pembahasan. Alasannya, pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) rata-rata sebesar 10,54 persen.

“Itu belum selesai dikaji, kita bicara tarif cukai dulu saja,” ungkap Heru seperti dikutip Rabu (5/10/2016).

Kenaikan PPN rokok menjadi keputusan yang dikhawatirkan oleh para industri dan asosiasi. Menurut Ketua Umum Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moeftie, setelah kenaikan tarif CHT yang dipastikan akan memberikan dampak pada volume penjualan, kini, pengusaha rokok juga harus dihadapkan ancaman kenaikan pungutan PPN.

“Yang mesti diingat, pemerintah juga akan menaikkan PPN rokok. Ini memberi beban ganda pada industri rokok, harga rokok makin mahal, ya memang tidak Rp 50 ribu per bungkus tapi kenaikannya cukup signifikan,” ujar Moeftie.

Moeftie meminta pemerintah untuk tidak eksesif dalam menaikan tarif penerimaan cukai rokok. Pasalnya, volume industri terus menurun sejak dua tahun lalu.

“Bila dipaksakan, produksi akan semakin anjlok dan berdampak pada industri,” jelasnya. Moeftie juga berharap pemerintah tetap dengan kesepakatan awal untuk menaikkan PPN HT secara bertahap dari 2017 hingga 2019.

Sekretaris Jenderal Forum Masyarakat Industri Rokok Indonesia (Formasi) Suharjo menyoroti rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai Hasil Tembakau (PPN HT) sebesar 10 persen. “Kenaikan seharusnya dilakukan secara bertahap dari tahun ke tahun, bukan tiba-tiba menjadi 10 persen,” katanya..

Sebelumnya, Kepala Kebijakan Fiskal Kemenkeu Suahasil Nazara mengungkapkan munculnya wacana memungut langsung PPN rokok sebesar 10 persen pada dua tahap, yaitu saat produk rokok keluar dari pabrik dan 10 persen lagi ketika distributor besar atau pedagang besar menjualnya ke masyarakat. (Zul/Gdn)

Go to Top