Waskita Ingin Dana Talangan Segera Kembali

in Berita Saham by

(31/03/2017). JAKARTA — PT Waskita Toll Road tengah berupaya untuk dapat membebaskan lahan jalan tol sambil menunggu pencairan pengembalian dana pembebasan lahan dari Lembaga Manajemen Aset Negara.

Direktur Perencanaan dan Pengendalian PT Waskita Toll Road Purma Jose Rizal mengatakan, kebutuhan dana talangan untuk pembebasan lahan jalan tol yang menjadi bagian tanggung jawab perusahaan mencapai Rp25,60 triliun.

“Total kebutuhan dana talangan untuk pembebasan lahan mencapai Rp25,60 triliun yang baru disalurkan Rp7,10 triliun,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (30/3).

Kebutuhan dana talangan tersebut digunakan untuk membebaskan lahan pada 18 ruas jalan tol yang menjadi porsi dari anak usaha PT Waskita Karya Tbk. (WSKT) tersebut.

Dengan adanya 18 ruas jalan tol yang tengah digarap oleh Waskita Toll Road, total panjang jalan tol yang dimiliki perusahaan hingga 2019 mencapai 1.018,99 kilometer.

“Ini masih nunggu dari LMAN untuk pengembaliannya. Nanti akan ada MoU pada 4 April terkait dana talangan ini,” kata Purma.

Corporate Secretary WSKT Ariandi Siregar menuturkan, perusahaan akan menggulirkan dana talangan hingga Rp10,86 triliun kepada anak usahanya tersebut.

“Fasilitas pinjaman yang diberikan akan digunakan oleh Waskita Toll Road untuk memenuhi kebutuhan setoran pada rekening dana talangan untuk beberapa BUJT milik Waskita Toll Road,” tuturnya.

Menurutnya, pemberian dana talangan tersebut bertujuan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol.

 

SEMARANG—BATANG

Sementara itu, badan usaha milik milik Waskita, yakni PT Jasamarga Semarang Batang meminta agar LMAN untuk dapat segera mencairkan pengembalian dana talangan yang akan digunakan penyelesaian pembebasan lahan tol ruas Semarang—Batang.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang Saut P. Simatupang mengatakan, dana talangan yang dibutuhkan untuk pengadaan lahan ruas jalan tol sepanjang 75 kilometer itu ialah Rp4,70 triliun.

“Kebutuhan dana talangan untuk ruas tol Semarang—Batang Rp4,70 triliun ini dari sindikasi pembiayaan Bank Mandiri dan BCA senilai Rp1,87 triliun. Yang sudah disalurkan oleh pemegang saham sendiri Rp4 triliun,” tuturnya.

Untuk menutupi kekurangan dana talangan pembebasan lahan jalan tol tersebut, Saut berharap agar LMAN dapat mengembalikan dana talangan yang telah digulirkan oleh perusahaan sehingga dapat digunakan kembali untuk membebaskan lahan.

Jalan tol Semarang—Batang menjadi salah satu proyek strategis nasional sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden No. 3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan diberikan penjaminan melalui PT Penjamin Infrastruktur Indonesia.

“Memang ada selisih bunga dari kredit sindikasi yang kami pinjam kepada bank sebelum LMAN mengembalikan dana talangan yang telah digulirkan. Kompensasinya sebesar 5%,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Saut, pembebasan lahan jalan tol Semarang—Batang baru mencapai 75%. Hingga akhir April tahun ini, pembebasan lahan ditargetkan dapat selesai seluruhnya atau mencapai 100%.

Sementara itu, untuk pogres konstruksi pembangunannya hingga kini baru mencapai 30%.

Saut menargetkan pengoperasian penuh jalan tol Semarang—Batang akan dilakukan pada kuartal keempat 2018.

Sumber : http://koran.bisnis.com/read/20170331/437/641542/waskita-ingin-dana-talangan-segera-kembali

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Latest from Berita Saham

Go to Top